Jodohku Kakak Kelas Ku

Jodohku Kakak Kelas Ku
Bab 89


__ADS_3

Bella masih menatap punggung Adli yang semakin jauh semakin menghilang  dari pandangannya.


Tidak biasanya Adli mengabaikannya, Masih ingat di benaknya ketika Dia sedang bermain terus dia jatuh dan terluka, Adli selalu membantunya bahkan memberi obat lukanya oleh dia.


"Aneh, apakah aku terlalu lama di Australia?"


Bella membayar belanjannya dan dia segera keluar Mall itu.


.


.


.


.


Dirumah Adli


Ara sedang menyusui Anna sedangkan yang lain pergi kerumahnya masing masing, Ketika Anna sudah tertidur dengan pulas Ara beranjak dan dia ingin ke ruang makan,


Baru beberapa langkah Anna menangis lagi, Ara menghembuskan nafasnya dengan berat inilah Anna yang tidak mau ditinggal kemanapun


"Eaaaaa"


"Cup cup sayang mami disini" ujar Ara menepuk nepuk bokong Anna


"Sssst"


Adli datang dan dia membuka pintu dengan kasar dan menutup pintu dengan tidak sengaja membantingnya dengan keras


"Bruuugh" suara bantingan pintu


Anna yang sudah tenang kembali menangis, Ara ingin marah kepada Adli namun ditahan , dia tidak mau membuat Anna menangis sekencang kencangnya


"Eaaa....eaaaa"


Adli hanya menggaruk tengkuk kepalanya dan tersenyum kecut, Dia tidak tahu kalau Anna sedang tertidur


"Hei hei hei, Maafkan papi yaa, papi tidak sengaja" kata Adli menghampiri Anna


"Kau, kenapa kau membanting pintu begitu? Sudah tahu ada Anna sekarang jangan dibiasakan!" Kesal Ara


"Aku sudah meminta maaf, lagi pula aku tidak sengaja"


"Hufh, Sayang cup cup cup" Ara masih menenangkan Anna yang sedari tadi tidak mau berhenti menangis


"Sayang, kau kaget yaa... tidur lagi ya"


"Nina bobo oh nina bobo kalau tidak bobo digigit nyamuk" Ara menyanyikan lagu itu agar Anna berhenti menangis.


Setelah Anna berhenti menangis dan membaringkan Anna di ranjangnya, Ara menghampiri Adli dan dia bertulak pinggang, Dia akan memarahi Adli!


"Lain kali kau jangan seperti itu! Jika kau masih seperti itu, kau tidur di luar saja!" Ara masih kesal, dirinya ingin makan tapi lagi lagi pengacau datang.


"Aku sudah minta maaf jadi jangan dibesarkan, oke?"


Ara tidak menjawab dia segera ke dapur  perutnya sedari tadi keroncongan minta diisi.


Adli menghembuskan nafasnya, dia melihat Anna yang tertidur wajahnya mirip sekali dengan Ara, Hanya saja Alis dan matanya yang mirip Adli.

__ADS_1


Adli segera menyusul Ara yang kini sedang makan, Adli langsung memeluk Ara dari samping dan mencium rambut Ara


"Bisa diam tidak aku lagi makan"


"Kenapa kamu jadi seperti ini? Ataukah karena tadi?"


"Tidak, bukan karena itu tolonglah mengerti aku sedang makan jangan diganggu okey?"


"Baiklah, selamat makan" Adli mencium pipi Ara dan dia menuju ruang kerjanya


.


.


.


Bella duduk di gazebo, diwajahnya terukir senyuman yang manis mengingat sewaktu kecil bermain bersama Adli


Bahkan disaat umurnya 5 tahun, mereka tidur bareng saling berpelukan, Bella sudah jatuh cinta pada Adli dari sewaktu kecil.


"Aku merindukanmu" batin Bella


Bella segera mengambil handphone dan dia segera menghubungi Adli


Sambungan terhubung, Bella sangat bahagia sekali


"Hallo, apa kabar?"tanya Bella


"Bukankah kita baru bertemu beberapa jam tadi kenapa kau sudah merindukanku?" Adli terkekeh mendengar suara Bella yang selalu merengek, Adli tidak tahu kalau Ara berada di depan pintu dan dia mendengar percakapan Adli dengan seseorang.


"Oh ayolah, bagaimana kalau kita bertemu kembali? Kau tahukan kita sudah 16 tahun tidak bertemu?" Ajak Bella


"Tapi aku merindukanmu, apakah kamu tidak merindukanku?"


"Tentu saja aku merindukanmu, kau tetap saja seperti Bella yang dulu yang selalu manja dan merengek jika permintaannya tidak dikabulkan" jawab Adli, Ara yang mendengarnya mengepalkan tangannya, Siapa Bella? Pantas saja perasaannya tidak tenang sedari tadi ternyata Adli tengah merindukan seseorang dan bukan Dia yang dirindukannya!


"Baiklah kita bertemu, bagaimana kalau kita bertemu di Cafe A?" Tanya Adli


"Oke, aku siap siap dulu" jawab Bella lalu memutuskan panggilannya.


Adli keluar ruangan kerjanya, Ara sudah berada dikamarnya dan dia menangis dalam diam, kenapa apakah dia berselingkuh? Pelakor?


Adli datang kekamar dan dia melihat Ara sedang membelakanginya, Ara yang mengetahui adanya Adli dia segera menghapus air matanya


"Sayang, aku pergi dulu" pamit Adli dia berjongkok melihat Ara dan Adli mengusap rambut Ara dengan lembut


"Mau kemana?" tanya Ara


"Ada urusan sebentar, jangan terlalu lelah istirahatlah, bye" sebelum pergi Adli mencium kening Ara dan mencium Anna yang masih tertidur.


Ara berusaha memejamkan matanya namun tidak bisa, lagi lagi dia kepikiran dengan Adli, dia mau bertemu dengan siapa dan Bella siapa dia?


Ara melihat kearah Anna, Dia tidak boleh stres nanti akan berdampak buruk terhadap  Anna, bagaimanapun ikatan seorang ibu dan anaknya sangat kuat.


Ara mengusap air matanya yang terjatuh perasaannya benar benar tidak enak, apalagi sekarang Adli mau bertemu dengan seorang wanita.


Dia ingin sekali melihat Adli namun sekarang ada Anna dia tidak mau meninggalkan Anna sendirian.


.

__ADS_1


.


.


.


Di cafe A


Bella sudah datang terlebih dahulu, dia tidak mau Adli menunggunya, lebih baik dia yang menunggu


Sambil menunggu Adli, Bella memesan kentang goreng untuk menemaninya agar tidak suntuk


Adli datang dan dia melihat Bella yang tengah makan, dia segera menghampiri Bella dan tersenyum melihat Bella


"Hei, lama menunggu?"


"Tidak telalu lama"


"Hmm, baiklah"


"Mau pesan apa?" tanya Bella


"Mau jus Jeruk saja"


Pelayan datang dan dia langsung pergi setelah menerima pesanan.


"Kau tinggal dimana sekarang?" tanya Bella


"Di jalan X"


"Oh disana"


Bella memegang tangan Adli, Adli tidak menolaknya karena itu adalah hal yang wajar bukan? Bersama sahabatnya?


Lagi pula mana mungkin Bella jatuh cinta padanya,  pasti Bella sudah punya kekasih?! Itu pikir Adli.


.


.


.


.


Mata Ara terbelalak kaget ternyata kecurigaannya benar, Adli tengah bersama wanita cantik dan seksi


Melihat foto yang dikirimkan oleh seseorang, teman jauh Ara namun masih saling menghubungi walau di dalam grup.


"Hiks..hiks..hiks" tangis Ara


"Eaaaa" tangisan Anna menggelegar dia segera mengambil Anna dari kasurnya dan memindahkannya ke pangkuannya


"Maafkan mami sayang, seharusnya mami tidak memikirkan jadi kamu kena imbasnya"


Ara berusaha menenangkan Anna namun tidak  kunjung tenang, semakin lama tangisannya semakin memilukan


Itu membuat Ara ikutan menangis, Hatinya sangat sakit melihat Adli bersama wanita lain ditambah lagi Anna yang menangis tidak mau berhenti.


***

__ADS_1


Hmmmm 🤔


__ADS_2