Jodohku Kakak Kelas Ku

Jodohku Kakak Kelas Ku
Bab 82


__ADS_3

3 bulan kemudian


Perut Ara sudah nambak membesar, Dan sekarang dia akan menghadiri pesta pernikahan Tiara dengan Bagas


Yah 2 bulan yang lalu Bagas sudah meminta restu kepada Orang tua Tiara, dan Mereka setuju dan hari ini adalah hari kebahagiaan Tiara dan Bagas


"Sayang ini gaun ini bagus tidak?"tanya Ara kepada Adli yang berada dibelakangnya


"Cocok sayang" jawab Adli dengan lesu, Pasalnya ini sudah 5 gaun yang Ara coba tapi Ara menurut Ara tidak cocok


"Kamu ko nampak lesu"


"Sayang bagaimana aku tidak lesu, ini adalah 5 gaun yang sudah kamu coba tapi menurut kamu tidak ada yang cocok" jawab Adli


"Huh, Ya sudah aku pilih gaun ini aja" ujar Ara mengambil gaun berwarna merah dengan panjang sampai engkle


"Nah gitu dong, inikan simple tidak terlalu mewah dan menutup bagian dada kamu sayang" ujar Adli tersenyum lalu mencium bibir dan Perut Ara


"Hei Baby lihat papamu sangat posesif sekali" kata Ara


"Biarlah aku sayang sama kamu baby" ujar Adli


"Jadi kamu cuman sayang pada babynya saja hmm?"tanya Ara dengan berdecak pinggang


"Aku sayang sama baby dan maminya" jawab Adli lalu mencium lagi bibir Ara


"Aku sayang papi" ujar Ara menirukan suara anak kecil


"Ooh babyku"


"Sudah aku mau bersiap siap dulu, sampai kapan kita akan seperti ini terus bisa bisa kita terlambat" ujar Ara


"Iya sayang"


Mereka bersiap siap untuk menghadiri acara pernikahan Tiara dan Bagas


***


Dirumah Wanda


Rio sudah menunggu Wanda, dia memaklumi kalau wanita sudah dandan pasti lama tapi hasilnya sangat memuaskan jadi dia harus menunggu Wanda


Setelah selesai Wanda segera turun dia langsung menghampiri Rio yang sudah menunggunya


"Maaf lama menunggu" ujar Wanda memeluk Rio


"Nothing baby" kata Rio membalas pelukan Wanda


"Kita berangkat?"


"Let's go!"


Mereka berangkat dengan mobil Rio, Mobil Ferrari keluaran bulan kemarin, Rio tertarik dan langsung membelinya


"Sayang, gimana kalau kita nikah 1 bulan lagi?"tanya Rio


"Aku setuju, tapi kamu harus meminta izin dulu ke mamah dan papahku dulu" jawab Wanda


"Itu sudah pasti sayang"


"Aku mencintaimu" sambung Rio


"Aku juga"


Setelah sampai mereka langsung turun dan jalan dengan bergandengan tangan, disana sudah nampak Ara dan Adli yang duduk


Tangan Ara memegang kue dia makan dengan lahap, selama kehamilannya dia merasa selalu lapar apalagi ketika tengah malam


Dia selalu meminta Adli untuk membuatkannya makanan yang pedas, Untunglah Adli selalu siap siaga untuk memenuhi keinginan sang jabang bayi dan istrinya


"Hei" sapa Wanda


"Hai"balas Ara dengan mulut dipenuhi cake


"Hei makan pelan pelan, dan lagi acaranya belum dimulai kau sudah hampir menghabiskan seluruh hidangan disini" ujar Wanda terkekeh


"Kau menyebalkan, ini keinginan si jabang bayi" gerutu Ara


"Oke kalau begitu sehat sehat calon keponankanku"


"Iya aunty" balas Ara dengan menirukan suara anak kecil


Ara sudah selesai dengan makannya dia segera mengelap mulutnya dengan tissu


"Sayang aku mau kekamar Tiara dulu bersama Wanda, iyakan Wanda?" Kata Ara


"Iya sayang hati hati" ujar Adli


"Kita pergi dulu" pamit Wanda


"Iya" kata Adli dan Rio barengan


Setelah kepergian wanitanya, Rio mengobrol dengan Adli perihal rencana pernikahannya dengan Wanda

__ADS_1


"Adli aku mau membicarakan sesuatu padamu" ujar Rio


"Apa itu?"tanya Adli


"Aku berencana untuk menikahi Wanda dalam waktu 1 bulan" jawab Rio


"Wow bagus"


"Yah begitulah, aku akan melamarnya 1 minggu lagi" ujar Rio


"Wow selamat bro, semoga kalian bahagia" ujar Adli


"Terima kasih bro"


***


Didalam kamar Tiara


Disana ada kedua orang tua Tiara yang mendampingi Tiara, Ara dan Wanda masuk kekamar


"Hai semuanya" sapa Wanda dan Ara barengan


"Hai, sini duduk"sapa balik Tiara


"Ara kandunganmu sudah berapa bulan?"tanya Citra


"Sudah memasuki 3 bulan tante" jawab Ara


"Waah selamat ya jaga kesehatan, dan jangan banyak pikiran" ujar Citra


"Iya tante"


"Tiara selamat yah aku turut bahagia" ujar Ara


"Iya, aku juga nanti aku juga akan nyusul kalian ko" ujar Wanda


"Hahah, kapan?"tanya Tiara


"Yah 1 bulan lagi rencananya" jawab Wanda


"Wow, nanti kita akan menjadi hot mommy dong"ujar Ujar Tiara


"Benar sekali, nanti kita harus mengabadikan momen itu" timpa Ara


Danis dan Citra hanya tersenyum melihat mereka yang bahagia, tidak lama kemudian seseorang mengetuk pintu


"Masuk" ujar Danis


"Tuan, pengantin Pria sudah datang" ujar penjaga


"Jadi, anak daddy ayo kita turun jangan gugup sayang"ujar Danis


"Iya dad"


Mereka menuruni tangga, dibawah sudah ada Bagas dengan tuxedo putih dan Tiara dengan gaun putih


Mereka sangat cocok sekali bahkan mereka seperti pangeran dan ratu. Bagas dan Tiara duduk dipelaminan


Citra tidak bisa menahan tangisnya ini seperti mimpi perasaan kemari  Tiara masih dalam gendongannya sekarang sudah menikah


Begitupun dengan Danis dia menahan air matanya yang hampir terjatuh dia benar benar belum mau melepaskan Tiara, namum dia meyakinkan dirinya kalau Bagas adalah orang yang tepat


Bapak penghulu langsung mengucapkan ijab kabul, lalu diikuti oleh Bagas setelah selesai Tiara langsung mencium tangan Bagas dan langsung membacakan do'a


Semua merasa bahagia dari sanak keluarga, ucapan bersyukur tidak terhenti henti dengan derai air mata bahagia


Sekarang adalah acara sungkeman dari keluarga mengucapkan selamat bagi pengantin baru itu


"Selamat sayang Mommy harap kau bahagia dengan pernikahan ini" ujar Citra


"Iya mommy, pasti akan bahagia" balas Tiara dengan memeluk Citra


"Daddy" Tiara lanjut memeluk sang ayah


"Sayang, selamat yah atas pernikahan kalian dan baik baik jadi istri"ujar Danis


"Iya Daddy"


"Nak Bagas jaga Tiara untuk kami jangan pernah menyakitinya dan jangan pernah tinggalkan dia" ucap Danis memeluk Bagas


"Iya dad" balas Bagas


"Selamat sahabatku atas pernihakannya" ujar Wanda


"Terima kasih Wanda"


"Ingat jangan nakal, dan ada kado dari aku dan kak Rio" ujar Wanda


"Wow, kado apakah itu?"tanya Bagas ikut menimbrung


"Tentunya kado yang paling special, iyakan sayang" tanya Wanda pada Rio


"Tentu, dan Bro selamat ya"

__ADS_1


"Yah, cepat menyusul kami" ujar Bagas terkekeh


"Wow sombong sekarang kamu, tenang saja aku akan menghalalkannya sebentar lagi" ujar Rio


"Kami tunggu"


Sekarang adalah giliran Ara dan Adli yang mengucapkan selamat dan Ara membawa sebuah kado yang berukuran kecil ditangannya sebari menahan tawanya


"Hei selamat" ujar Ara


"Terima kasih Ara"balas Tiara


"Aku ada kado juga untuk mu" ujar Ara


"Kenapa kecil sekali?"tanya Tiara


"Jangan dilihat dari luarnya saja lihat dari dalamnya juga pasti ini sangat membantumu" ujar Ara menahan senyum


"Oh oke baiklah, terima kasih" kata Tiara


Setelah cukup lama menerima ucapan terima kasih akhirnya selesai juga, Para tamu sudah pulang semua


Dirumah itu hanya ada Tiara dan Bagas,  dan kedua orang tua Tiara, mereka nampak kelelahan apalagi Pengantin baru itu yang hampir 1 jam berdiri


"Mom, Dad, kita kekamar dulu" pamit Tiara


"Iya sayang"


***


Dirumah Ara


Ara nampak sedang memijit kakinya yang terasa nyeri, ini akibatnya jika memakai hils terlalu lama


"Sayang pijitin kakiku"


"Bentar dulu aku mau ganti baju" ujar Adli


"Cepetan kakiku sangat pegal dan nyeri" kata Ara


"Itu akibatnya jika memakai hils, aku sudah bilang jangan memakai hils" gerutu Adli


"Ya terus aku harus pakai sepatu pertandingan apa?!"kesal Ara


"Ck, ya tidak juga kamu pakainya jangan yang ada Hak-kan ini akibatnya" balas Adli tidak mau kalah


Dia melangkahkan kakinya ke arah Ara dan dia berjongkok untuk memijat kaki Ara.


Adli terus memijit kaki Ara, dia sebenarnya juga lelah namun demi sang istri dia melupakan itu


"Sudah" kata Ara


"Sudah lebih baik?"


"Sepertinya, sini tidur aku mau peluk kamu" manja Ara


Adli menurut lalu dia memeluk Ara sambil mengelus ngelus perut Ara


"Sayang, kamu mau punya anak berapa?"tanya Ara


"5 atau 8 "jawab Adli


"Heh? Banyak sekali 2 sudah cukup"


"Kan banyak anak banyak rezeki sayang"


"Aku mau punya anak 2 aja, semoga anak kita perempuan dan laki laki" ujar Ara


"Iya" singkat Adli


"Sayang...."


"Ada apa?"tanya Adli


"Mau pisang coklat" jawab Ara nyengir


"Mana ada sayang ini sudah pukul 10 malam" ucap Adli


"Hiks hiks, papa ga mau beliin dek gimana dong" tangis Ara, sambil mengelus perutnya


"Hais, baiklah aku akan mencarikannya" ujar Adli lalu beranjak pergi


"Sayang tunggu" Ara menghentikan langkah kaki Adli


"Mau apa lagi?"tanya Adli dengan wajah frustasi 


"Kalau kamu tidak mau tidak apa apa, aku akan menahannya sampai pagi" jawab Ara


dengan menunduk


"Tidak aku tidak mau anakku ileran" kata Adli lalu pergi


Ara hanya melihat punggung Adli yang terus menjauh, Dia juga tidak mau merepotkan Adli namun ini keinginan si jabang bayi

__ADS_1


****


__ADS_2