
Ara bangun pagi buta sekali, dia tidak bisa tidur dan dia masih memikirkan Adli
"Sayang kapan kamu bangun? Kamu tidak mau melihatku hmm?" Tanya Ara pada Adli namun Adli tidak meresponnya
"Aku akan selalu ada disampingmu sayang"
Ara segera ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah beberapa menit Ara keluar dia tertegun melihat Adli berbaring lemah tidak berdaya
"Ya Allah semoga Adli cepat bangun aku sangat merindukannya" batin Ara
Ara melihat jam sudah pukul 05.15 pagi, dia mengambil buku pelajarannya, semoga hari ini pulang cepat jujur dia tidak mau meninggalkan Adli
Ara memakai seragamnya dan dia segera sarapan, Yah serapan dengan segelas susu dan roti yang Tiara dan Wanda beli kemarin
"Sayang semoga aku pulang kamu cepat sadar" ucap Ara
"Aku mau berangkat sekolah dulu" lirihnya lalu mencium puncuk kepala Adli dengan memejamkan matanya dan mencium tangannya
Ara menunggu orang tuanya Adli dia tidak mau meninggalkan Adli sendiri, tidak lama kemudian Dokter datang untuk mengecek keadaan Adli
"Maaf nona, biar saya chek keadaan Tuan" kata Dokter sopan
"Iya dok, silahkan"
Dokter memeriksanya dan senyum mengembang diwajahnya
"Nona tidak usah khawatir tuan dalam dekat ini akan sadar ini prediksi saya, tapi nona harus banyak berdoa semoga yang aku katakan benar" jelas dokter
"Aamin, terima kasih dokter"
Dokter meninggalkan Ara, Ara nampak begitu senang rasa khawatir mulai reda ketika mendengar ucapan dokter
__ADS_1
"Sayang kamu dengar kata dokter, jadi ayo bangun"
Rini datang sendiri Romi mengurus perusahannya, Rini melihat Ara yang terus menggenggam tangan Adli membuatnya iba
"Sayang ini sudah jam 06.00 kamu harus pergi kesekolah, jarak dari sini kesekolah lumayan jauh" ucap Rini
"Aaah iya ma, aku nunggu mama"
"Maaf ya sayang, mama tadi ada urusan sama teman mama"
"Ga papa mah aku berangkat dulu"Ara salaman ke Rini
"Hati hati dijalan"
"Iya, ma"
Ara berangkat menuju sekolah dia mengendarai mobilnya dan dia sedang menghubungu seseorang
"Eh nona Ara, dari hasil hukum nona Stella dihukum selama 10 tahun penjara karena itu termasuk pembunuhan berencana" jelas Polisi
"Baik pa, pa saya ingatkan jika ada seseorang atau dari keluarganya ingin membebaskan dia jangan mau, kalau sampai Stella keluar dengan jaminan uang, saya akan pastikan akan tuntut kantor polisi itu" jelas Ara sedikir nada mengancam
"Nona tidak usah khawatir, Saya tidak akan melakukan itu, itu sudah hukuman yang ringan bagi pelaku"
"Baik pak, saya tutup dulu terima kasih"
"Iya nona sama sama"
'Ini siapa yang polisi sih sebenar ya?' Guman polisi
***
__ADS_1
Ara sampai disekolah, Ara langsung masuk kesekolah dia belum melihat kedua sahabatnya itu, dia melihat jam tangannya ternyata masih pukul 06.30
"Masih pagi" Ara yang mulai mengantuk dia tidur sebentar dikelas mumpung belum rame
15 menit kemudian, keadaan kelas mulai rame Ara bangun, dia dibangunkan oleh Wanda
"Bangun Ra, ini disekolah bukan dirumah" Kata Wanda
"Mmm gue masih ngantuk "
"Ya elah kamu bergadang?" Tanya Tiara
"Ish kalian mengganggu saja" gerutu Ara
"Jadi gini gue gak bisa tidur dan gue bangun pagi buta" kata Ara
"Kamu harus jaga kesehatan Ra"
"Iya terima kasih atas perhatiannya" ucap Ara tersenyum
"Apaan sih elu, kita ini sudah seperti keluarga"
"Iya"
Mereka mengobrol membuat Ara merasa senang ketika disaat dia sedang terpuruk ada sahabatnya yang terus menghiburnya
***
Hi Para Readers, Author sangat senang ketika ada yang komentar, vote dan like semoga kalian suka dengan cerita ini yah seperti abal abal😂 jadi mari kita saling dukung 🤩😇
Jangan lupa vote like dan komentar dukung author terima kasih ❤
__ADS_1