
Seperti janjinya Ara akan memasak makan siang untuk Adli, Dia sekarang sedang berkutat dengan bumbu didapur
30 menit Ara selesai dengan masakannya, dia memasak telur ceplok dan tumis kangkung
"Sayang makanan sudah siap!" Ara berteriak
"Aah iya" Adli yang ada diruang tamu segera pergi ke dapur
"Waah harumnya pasakan istriku" Ucap Adli
Adli dan Ara segera duduk, Ara mengambilkan Nasi, Tumis kangkung dan telur ceplok
Adli menyuapkan nasi dan tumis kangkungnya kedalam mulutnya namun tiba tiba dia seperti tersengat listrik
Adli mengunyah makanannya dengan pelan sembari tersenyum menahan rasa Asin dan manis
"Kenapa sayang? Ga enak ya?" Tanya Ara dia melihat perubahan wajah Adli
"Aah aahmm enak ko" kata Adli berbohong dia tidak mau menyakiti hati Istrinya
"Aah kamu" Kata Ara malu, Ara menyuapkan makanannya namum tiba tiba dia memuntahkan makanannya
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Adli pura pura
"Kamu kenapa tidak bilang masakan ini rasanya aneh" kata Ara marah
"Rasanya Aneh? Enak ko" kata Adli
Adli menyuapkan makanannya sampai habis, dia berdoa semoga dia tidak masuk rumah sakit akibat keracunan
"Kenapa dihabisin" tanya Ara
"Ko nanya? Ya enaklah" Adli lalu kekamarnya, sesampainya di kamar dia lari kekamar mandi tiba tiba perutnya bergejolak ingin dikeluarkan
Ara masih bengong dimeja makan, dia masih mengercap ngercap rasa yang ada di tumis kangkungnya
Dia lalu menyuapkan kangkungnya lagi dan memuntahkannya, oke dia tahu sekarang rasanya apa
Asin manis, dia lupa dia menaruh kecap satu botol dan menaburkan garam 2 bungkus okelah dia lemah dalam memasak
"Kenapa aku ini, semoga Adli tidak apa apa"
__ADS_1
Adli keluar dari kamar mandi dengan keadaan lemas semua yang tadi dia makan semuanya dibuang lagi
"Aduh kenapa perutku ini" Adli yang baru sampai di pintu kamar mandi harus balik lagi karena perutnya itu ingin memuntahkan lagi
Ara masuk ke kamar dan tidak menemukan Adli dimana dia? Atau jangan jangan?
"Adli sayang kamu tidak apa apa?" Ara menggedor gedor pintu kamar mandi
"Aah iya sayang aku tidak apa apa" kata Adli lemas
"Aduh jangan jangan dia sakit" gumam Ara
Adli lalu keluar di kamar mandi dan langsung tidur di ranjang dengan keadaan lemas
Ara yang melihat itu merasa bersalah
"Sayang maaf, karena aku kamu jadi begini" kata Ara dia segera mencari minyak angin
"Enggk ko sayang, tidak apa apa" kata Adli yang masih lemas
Ara membuka kaos Adli dan langsung mengoleskan minyak angin yang dia bawa tadi, semoga ini meredakan sakit perut Adli
"Gimana sudah baikan?" Tanya Ara
"Aku akan belajar mau belajar masak sama bunda kalau bunda sudah pulang" kata Ara yang merebahkan badannya di sisi Adli
"Kapan bunda datang?" Tanya Adli
"Katanya 1 minggu tapi kemarin bunda ngasih kabar kalau pulangnya 2 minggu lagi" kata Adli
"Hmmm lama juga "
"Kita tidur siang aja ya, aku lemas banget" kata Adli
"Iya"
Mereka tertidur dengan pulas, Ara yang lelah karena masak sedangkan Adli dia lemas karena buang air besar dan muntah
***
Tiara sedang membantu orang tuanya mengemasi barang barangnya, besok orang tuanya akan pergi lagi
__ADS_1
"Mom Dad aku akan merindukanmu" ujar Tiara
"Aku juga akan merindukanmu sayang, kamu kalau rindu boleh kesana ajak Bagas" ucap Citra
"Benarkah?" Tanya Tiara tidak percaya
Danis dan Citra tersenyum
"Boleh dong sayang" kata Danis
"Makasih aku sayang kalian" kata Tiara berpelukan dengan Danis dan Citra
***
Wanda sedang tiduran di kasur dia sangat bosan karena Rio sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk
"Huh bosan sekali" keluh Wanda
"Aku akan jalan jalan aja kalau begitu" Kata Wanda lalu segera mengganti pakaiannya
30 menit kemudian, Wanda sedang berada di cafe namun pandangannya tertuju pada seseorang
"Hey siapa dia? Dan wanita itu siapa?" Tanya Wanda dalam hati
Rio sedang berada di cafe dengan seorang wanita sambil berpegangan tangan
"Hey apa apaan dia berpegangan tangan lagi" batin Wanda, hatinya sudah panas melihat itu
Wanda segera beranjak dan menghampiri Rio
'Braak' Wanda menggebrak meja
Rio terkejut tiba tiba ada Wanda jangan sampai dia salah paham dengan apa yang dilihatnya
Rio melihat mata Wanda yang sudah berkaca kaca, dia segera berdiri untuk menjelaskan apa yang terjadi
" Sayang biar aku jelaskan" kata Rio namun Wanda segera lari sambil menangis
****
**Terima kasih yang telah like vote dan komentar aku mendukung kalian juga😊
__ADS_1
oh iya author mau promosi nih karya author yang lain yaitu "I Love You" kalian bisa baca sinopsisnya dan jangan lupa tuk baca juga bab"nya terima kasih🤩🤩**