
Setelah sampai dipondok Ara dan Tiara langsung menuju ke tempat rombongannya, disana banyak sekali orang orang dari berbagai daerah
Mereka sedang bersiap untuk mendaki gunung sebagai ujian yang pertama, disana banyak rintangan, jalan licinlah atau salah jejak
"Kalian jangan berpencar dan jangan sampai kalian salah jejak ikuti intruksi dari panita" kata pelatih
"Baik" serempak
Mereka sudah mulai naik, disana sudah ada orang orang 15 menit mereka mendaki ada rintangan yaitu melawati jalanan licin
"Kita harus hati hati jangan sampai terpeleset " intruksi Ara karena dia yang memimpin
"Baik ka"
Satu persatu sudah melewati tintangan tersebut, Gunung itu sangat tinggi butuh waktu kurang lebih 3 jam untuk naik dan turun
"Kalian istirahat saja dulu, minum kalian masih ada?" Kata Ara mereka sedang istirahat dipelantaran gunung
"Baik ka"
Ara dan Tiara duduk dengan terpisah dia sedang melihat indahnya pemandangan dibawah sana
"Indah banget ya" kata Tiara
"Iya"
"Hai, boleh kenalan teh?" Kata seorang laki laki, teteh( kakak)
"Oh boleh, Ara dan ini Tiara" kata Ara memperkenalkan dirinya dan Tiara
"Aku Ahmad " kata Ahmad
__ADS_1
"Oh oke" singkat Tiara
" asal mana teh?" Tanya ahmad
"Jakarta, kamu?" singkat Ara
"Karawang teh"
"Ooh karawang" ucap ulang Tiara
"Kamu naik ke sabuk apa?" Tanya Ara
"Ke coklat teh"
"Oh oke"
"Teteh mau ke sabuk apa?" Tanya balik Ahmad
" ke hitam"
"Teh boleh minta nomber teleponnya? Siapa tau aja kita bisa bertemu lagi" kata Ahmad
Ara dan Tiara saling pandang lalu mereka menganggukan kepalanya
"Boleh, catet ya 085********," Tiara memberikan nomber Hpnya
"Makasih teh, aku ke sana dulu ya teh sampai ketemu dipondok" Kata Ahmad dia langsung pergi
" iya"
Setelah Ahmad menghilang, Ara langsung menatap Tiara
__ADS_1
"Itu orang so akrab nggk ya?" Tanya Ara
"Iya, tapi gak papa hitung hitung buat cari temen di berbagai daerah" jelas Tiara
Setelah tenaga mereka terisi kembali, mereka langsung melanjutkan perjalanannya
****
Di jakarta
Adli sedang mengerjakan Tugasnya setelah ini ada rapat penting dengan klain yang berasal dari jepang
"Pa, nanti sore ada Klein penting dari jepang" ucap sekertaris Adli
"Baik, segera siapkan" perintah Adli
"Baik pa" sekertaris itu mengundurkan diri
Setelah selesai meeting, Adli langsung menghubungi Ara jujur hatinya tidak tenang ketika ditinggal oleh orang yang dia cintai
tut tut tut
"Kemama sih apakah dia sedang ujian? akh bodoh sekali nanti aja malam" Gumam Adli
***
Dibandung
Ara dan yang lainnya sedang berada dipondok mereka sedang menikmati makan malam bersama dengan Anak karateka, disana bukan hanya anak anak, tapi dimulai sudah ada yang menginjak 20 tahunan sampai ada yang sudah lansia
Begitulah, jadi seorang karateka tidak menandang umur mau muda atau tua tetap belajar karate itu harus.
__ADS_1
****
jangan lupa vote like dan komentar dukung author terima kasih 🤩🤩🤩