
Pagi hari
Stella sudah berada di depan rumah Adli dia berencana untuk memberi kejutan untuk istrinya itu
Ketika Adli dan Ara sudah ada diluar dan ingin memasuki mobil tiba tiba
Dorr
Suara tembakan itu menembus punggung Adli, Ara langsung kaget dia segera menghampiri Adli
"Sayang apa yang terjadi" Ara begitu syock tiba tiba ada yang menembak Adli
Adli yang setengah sadar langsung masuk kebelakang mobil dan Ara yang mengemudikan mobilnya
"Sayang cepat jangan bengong cepat bawa aku kerumah sakit" kata Adli dengan lemah
Ara begitu syock sampai sampai dia bengong dan air matanya sudah mengalir,Ara langsung mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan ngebut
"Sayang kamu harus bertahan oke" kata Ara
"Iya sayang, kamu jangan khawatir "
Sesampainya dirumah sakit Adli langsung dibawa keruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang dipunggungnya
Sementara Ara dia menangis dalam diam, bagaimana tidak? Dia sangat syock siapa yang berani berbuat seperti itu? Dan dia memakai senjata api memangnya tidak berbahaya apa bermain dengan senjata itu?
Ara langsung menghubungi kedua orang tua Adli dan mereka akan segera ke rumah sakit
Sementara Ara izin tidak masuk sekolah dia beralasan izin, dia tidak mau memberi tahu kedua sahabatnya saat ini lebih baik dia memberi tahunya setelah pulang sekolah
30 menit kemudian orang tua Adli sudah datang dia cemas sekali
"Sayang gimana dengan Adli?" Ujar mamanya Adli dengan tangisan
"Tidak tau mah dokter belum keluar" isak Ara dia menangis dipelukan mertuanya
"Sudah sayang jangan khawatir dia pasti baik baik saja" ujarnya menenangkan
"Ara gimana kejadiannya?" Tanya papa Adli
Ara menceritakan awal kejadiannya sampai akhir dan Romi segera pergi kekantor polisi
"Mama, aku mau ke kantor polisi mau menyelidiki ini" ujar Romi
"Iya papa, hati hati"
Romi pergi kantor polisi, dia akan menyelidiki ini dengan polisi jika sampai penjahatnya ketemu dia akan memenjarakannya seumur hidup
20 menit Romi sudah sampai dikantor polisi, dan mereka berbicara mengenai kejadiannya polisi itu langsung bergegas kerumah Ara dan Romi mengikutinya
Setelah sampai di rumah Ara polisi langsung menyelidikinya disana tidak ada siapa siapa dan sipelakunya tidak meninggalkan jejaknya
"Maaf pak, sepertinya pelaku tidak meninggalkan jejak ini sudah direncanakan sebelumnya" kata polis memberitahukan kepada polisi
"Sebentar pak, saya akan mengecek adakah cctv disini" kata Romi
__ADS_1
"Baik pak kami juga akan mencarinya"
Setelah 15 menit akhirnya mereka menemukan sebuah cctv didekat jalan yang disamping pohon mangga, sepertinya itu sengaja disembunyikan oleh seseorang
"Pak kami menemukan sebuah cctv dipohon mangga itu" kata Polisi
"Baik segera telusuri" kata komandan polisi
"Baik"
Setelah menemukan cctv, Romi kembali kerumah sakit dengan buru buru dia mau melihat keadaan anaknya
Setelah sampai dirumah sakit, Romi segera keruang operasi yang tadi Adli oprasi
"Gimana kabarnya ma?" Tanya Romi
"Peluru yang ada dipunggungnya sudah dikeluarkan tapi..." ucapnya menggantung
"Tapi apa ma?"
Melihat Ara yang sedari tadi menangis dan sempat pingsan membuat Romi frustasi
"Adli koma" sambungnya
"Apa!" Romi kaget dia duduk dengan lemas
"Pa apakah sudah ditemukan pelakunya" tanya Ara dingin
"Belum sayang, tapi polisi sudah menemukan sebuah cctv dan mereka masih meyelidiki"
"Iya ma, aku akan istirahat "
Adli sudah dipindahkan keruang rawat inap VVIP Ara sedang tidur diranjang yang lumayan dekat dengan Adli
Ara sudah tidak tahu kapan Adli akan bangun, dia merindukan suaminya yang selalu membuatnya ketawa dan kesal
Ara memejamkan matanya tapi tidak bisa, dia menititikan air matanya kembali, Ara pingsan kembali untungnya ada suster yang masuk untuk melihat keadaan Adli
Suster itu langsung memeriksa keadaan Ara, setelah memeriksa Ara suster itu langsung memeriksa Adli
***
Disekolah
"Wanda, Ara kemana dia izin atau sakit?"tanya Tiara
"Enggk tau, gak ada kabar"
"Kita nanti kerumahnya" ajak Tiara
"Oke"
Wanda dan Tiara memasuki mata pelajaran danmereka mendapat kabar dari wali kelasnya bahwa Ara izin
***
__ADS_1
Dirumah sakit
Ara masih setia menemani Adli yang koma, dia tidak akan pergi kemana mana sebelum Adli sadar
"Sayang, pelakunya sudah ditangkap" kata Rini
"Benarkah, Aku akan kesana aku akan membuat dia bertekuk lutut dihadapanku" kata Ara dia benar benar emosi
"Sayang jangan biarkan polisi yang menanganinya" bujuk Rini
"Tidak ma, aku akan kesana" Ara langsung mengambil kunci mobilnya dan langsung keluar rumah sakit
Sesampainya dikantor polisi, Ara langsung turun dan langsung masuk ke kantor polisi
"Pak saya mau bertemu dengan pelaku penembakan "kata Ara dingin
"Baik nona, mari saya antar"
Ara terkejut ternyata Stella yang berada didalam jeruji besi itu
"Stella!" Bentak Ara
"Hi, Nona ARA gimana apa kamu suka dengan kejutanku" kata Stella dia sudah gila akibat terobsesi dengan Adli
Polisi mengeluarkan Stella lalu polisi itu meninggalkan mereka berdua
"Ternyata kamu pelakunya" bentak Ara
"Memangnya kenapa haa?" Tanya Stella tertawa
"Sialan" Ara langsung menjambak rambut Stella hingga dia kesakitan
"Kamu tau wanita sialan gara gara kamu suamiku koma" Kata Ara matanya memancarkan api kemarahan
"Awws" ringis Stella
Ara semakin kuat menjambak rambut Stella hingga rambut yang lain terputus
"Ini belum seberapa apa yang aku dan Adli rasakan itu lebih sakit" bentak Ara
"Ha..ha..ha" kata Stella
"Dasar wanita gila" Ara langsung menarik Stella kedalam jeruji besi lagi dan langsung melemparnya dengan mudah, hingga Stella kesakitan
Wanita yang ada dijeruji besi itu langsung merinding melihat Ara melempar Stella
Sebelum Ara pergi dia berkata
"Jika kalian ingin membuat wanita gila ini jadi pembantu disini silahkan, ya itung itung tukang pijat" kata Ara
Ara sungguh kejam ketika ada orang yang mengusik ketenangan hidupnya maka dia akan membuatnya bertekuk lutut
***
Hi Para Readers, Author sangat senang ketika ada yang komentar, vote dan like semoga kalian suka dengan cerita ini yah seperti abal abal😂 jadi mari kita saling dukung 🤩😇
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar dukung author terima kasih 🤩🤩