Jodohku Kakak Kelas Ku

Jodohku Kakak Kelas Ku
Bab 87


__ADS_3

Air mata Adli menetas pada pipi Ara dan tangisan Annasya menggelegar diruangan itu, Tiba tiba detak jantung Ara kembali lagi dan Alat monitor itu menyala menuruti arah derak jantung Ara.


Adli yang masih menangis langsung mengusap air matanya dan dia langsung keluar mencari dokter


"Dokter!" teriak Adli, Annasya yang sudah berhenti menangis, Dia menangis kembali ketika mendengar Adli berteriak, Dia sangat kaget!


"Eaaaa" tangis Annasya


"Cup cup cup sayang maafkan papi, yaa" Adli berusaha menenangkan Anna


Rini menghampiri Adli, dan dokter mulai berdatangan


"Ada apa Adli?"tanya Rini khawatir


"Ara...Ara dia masih hidup Maa, Dokter cepat periksa dia!"


Dokter langsung masuk dan mulai memeriksa keadaan Ara.


Diluar ruangan


Ema yang sudah sadar dari pingsannya dia langsung menghampiri Adli begitupun dengan semuanya, Sahabat Ara dan Adli sudah datang ketika Adli masih didalam.


"Adli, apakah Ara masih hidup?"tanya Ema yang mendekati Adli


"Iya bunda, dia masih hidup" jawab Adli


"Eaaaaa" Anna menangis lagi, Rini langsung  menggendong Annasya


"Sayang, hei cantik kau cantik sekali seperti ibumu" ujar Rini


Suster datang membawa box, seharusnya Anna tidak boleh dibawa sembarangan, dia harus steril!


"Bu, bayinya tidurkan disini jangan sembarangan digendong bu" ujar Suster


"Kenapa?"tanya Rini


Suster mengambil alih Anna, dan dia langsung menidurkan Anna ke dalam box


"Begini, Bayi ini harus steril dan karena dia prematur mohon bapak ibu semuanya memaklumi" jelas Suster


"Baiklah kami mengerti"


Suster membawa Anna ke ruangan khusus untuk bayi prematur.


Didalam ruangan operasi


Dokter menghela nafasnya akhirnya nyawa Ara kembali, sungguh keajaiban Tuhan sangat baik, dan Ara sangat kuat.


Ara masih tidak sadarkan diri karena masih ada pengaruh obat.


Dokter keluar dengan  wajah bahagia, sebagian dokter langsung pergi meninggalkan keluarga Ara, dan dokter Aisyah menghampiri keluarga Ara


"Bagaimana dok?"


"Alhamdulillah, Nona Ara selamat berkat doa dan kehendak Tuhan nona Ara diberi nyawa lagi" jelas Dokter Aisyah


"Alhamdulillah" Adli langsung menangis bahagia dia memeluk Romi setelah itu Nathan


"Alhamdulillah, Ema dia selamat" ujar Rini memeluk Ema


Mereka menangis bahagia begitupun dengan Tiara, Wanda, Rio dan Bagas.


***


Malam hari


Ara sudah siuman, dia masih pusing dan dimana dia apakah dia sudah mati?

__ADS_1


Adli yang berada disamping Ara yang sedang memandang Ara itu langsung senyum


"Sayang...akhirnya kau bangun juga"


"Adli apakah aku sudah mati? Dan kenapa kau ada disini, kau seharusnya menjaga anak kita" ujar Ara


"Sayang, kau belum mati"


"A..apa? Belum mati? Benarkah itu?"


"Iya sayang, lihatlah kau ada dirumah sakit" jawab Adli


"Lalu dimana anak kita?"


"Anak kita ada di ruangan khusus"


"Kenapa ada disana dia belum menyusu?"tanya Ara


"Sst, sayang jangan pikirkan itu dulu, dia sudah meminum susu formula sayang kau jangan khawatir, okey?"


"Mmm, baiklah dan siapa yang menjaganya?"


"Ada suster"


"Kau tidurlah aku akan menjagamu" ujar Adli


"Mmm"


Ara memejamkan matanya kembali, dan Adli tersenyum melihatnya


'Terima kasih Tuhan, kau memang baik kau memberikan nyawa lagi kepada istriku, aku tidak tahu harus membalasmu seperti apa, aku hanya manusia yang tak luput dari dosa' batin Adli


***


Diruangan Annasya


Annasya sangat tidur dengan nyenyak tubuhnya yang sangat mungil itu sesekali menggeliat


Wajahnya sangat manis mirip dengan Ara, halis tebal seperti Adli dan bibirnya yang kecil.


***


Pagi hari


Tiara dan Bagas sudah berada dirumah sakit, dia juga membawa baju ganti Ara dan  membawa keperluan Anna.


Adli yang tengah menyuapi Ara dengan sangat telaten itu memalingkan wajahnya ketika melihat Bagas dan Tiara datang


"Hai, apa kabar?"tanya Tiara


"Jauh lebih baik tapi perutku masih sangat sakit" jawab Ara


"Lukanya belum mengering itu akan mengering dalam jangka waktu 2 atau 3 minggu" jelas Tiara


"Wow, kau sangat mengetahui itu, dari mana?"


"Aku pernah baca dalam buku IPA tentang melahirkan dan aku membaca itu" jawab Tiara


Ara melanjutkan makannya sesekali tersenyum melihat Adli yang sangat telaten, Walau wajahnya kelelahan namun Adli menghiraukannya


"Sudah cukup aku sangat kenyang" ujar Ara


"Mmm, baiklah"


"Adli, aku ingin bertemu dengan Anna"


"Baiklah tunggu sebentar aku akan membawanya" ujar Adli lalu meninggalkan ruangan VVIP itu

__ADS_1


"Ara, kita hampir saja kehilangan kamu, apakah kamu tahu kemarin Adli sangat frustasi dia menangis" ujar Tiara


"Benarkah? Astaga Adli"


"Apa yang kamu rasakan waktu itu Ara?"tanya Bagas


"Entahlah aku merasakan semuanya gelap gulita" jawab Ara


Bagas dan Tiara saling pandang, Jujur saja Tiara jadi takut akan hal itu tapi dia percaya kalau dia bisa!


Adli mendorong box yang berisikan Anna, Anna yang tidak tidur itu hanya menggeliat dan menatap sekelilingnya


"Hei sayang, lihat mami mu sudah bangun kau tidak merindukannya, hmm?"


Ara meneteskan air matanya, melihat bayinya yang mungil itu benar benar sangat mirip dengannya.


"Hei sayang" sapa Ara


"Sayang, kata dokter kita tidak boleh menggendong Anna"


"Kenapa?"tanya Ara


"Karena Anna, terlahir prematur dia harus steril dan harus ditidurkan didalam box ini"jelas Adli


"Maafkan mami sayang, tidak bisa menjagamu" lirih Ara


"Sudahlah sayang, jangan menangis yang penting dia sehat dan kamu sehat"


Tiara dan Bagas tersenyum, apalagi mendengar suara Anna yang mendadak menangis


"Adli, kenapa dia menangis?"


"Dia tidak mau dibicarakan" canda Adli


"Is, kamu aku beneran nanya" kesal Ara


"Hehe, maaf mungkin dia haus sayang"


"Astaga, cepat panggil suster!"


Adli menekan tombol yang berada didekat ranjang, Tidak butuh waktu lama untuk  Suster datang


"Ada apa?" tanya suster


"Dia tadi menangis sepertinya haus" jawab Ara dengan khawatir


"Baiklah" Anna dibawa keluar dari box itu, dan dia segera meletakkan Anna dipangkuan Ara


"Sekarang nyonya susuilah dia, dari kemarin dia belum meminum asi nyonya"


"Lah bukannya dia meminum susu formula?"tanya Adli


"Benar, tapi jauh lebih baik bayi meminum asi dari ibunya"


"Apakah akan baik baik saja bila dia minum asi dan formula?" tanya Adli lagi, dia sangat ingin tahu tentang pertumbuhan bayinya


"Tidak apa apa Tuan, jika ibunya kelelahan atau Asinya tidak keluar, bisa diganti sementara oleh susu formula" jawab Suster


Ara tersenyum begitupun dengan Bagas dan Tiara


"Terima kasih suster"


"Sama sama, hati hati ketika menggendongnya nyonya"


Suster juga menjelaskan cara menggendong yang benar supaya bayi tidak salah dalam menggendong.


***

__ADS_1


Vote vote gaysssss! Sesuai dengan banyak komentar ingin Ara hidup lagi😁 Tadinya Ara akan digantikan😁


VOTE Gaysssss😪😭


__ADS_2