
Ara masih menemani Adli, Adli lapar danAra langsung menyuapinya dengan bubur yang disediakan oleh rumah sakit
"Sudah sayang aku sudah kenyang"ujar Adli
"3 kali lagi ya, kamu baru beberapa suap" kata Ara
"Sudah aku sudah kenyang"rajuk Adli
"Hufh, baiklah" Ara langsung menyimpan buburnya dimeja, Lalu dia tersenyum melihat Adli yang sudah bangun dari mimpi panjangnya
"Sayang, siapa yang menembakku?"tanya Adli
"Siapa lagi kalau bukan Stella wanita gila itu" Ketus Ara
"Apa! Stella?" Kaget Adli
"Iya, dia sudah gila" ketus Ara lagi, dia benar benar kesal dan benci pada Stella
"Apa dia sudah dipenjara?"tanya Adli
"Sudah dan dia akan dikurung selama 10 tahun kalau ga salah"
"Aku kira dia dikurung selamanya" Kata Adli
"Kamu istirahat dulu ya, mama sebentar lagi akan kesini" ujar Ara
"Memangnya mama kemana?ini sudah hampir siang" tanya Adli
"Tadi mama telepon katanya harus pergi keperusahaan dulu sama papa ada rapat penting" jelas Ara
"Maaf...Maafkan aku jika merepotkan kalian" lirih Adli
"Sst sayang kamu tidak merepotkan sama sekali jangan bilang seperti itu aku tidak suka" Kata Ara
"Makasih sayang, kamu istri yang sholehah" ujar Adli tersenyum, lalu Ara tersenyum juga
***
__ADS_1
Dikantor Polisi
Stella nampak sedang memijat kaki wanita yang ada didalam satu jeruji dengannya itu, sepertinya wanita itu adalah ketua atau yang sudah lama yang ada didalam jeruji
Wajah Stella nampak begitu kotor dan bau bagaimana tidak, dirinya jarang mandi dan bajunya sekarang sudah compang camping tidak karuan, sepertinya dia menyesal
"Hey pijit yang benar" suruh wanita itu
"I..iya"
'Ya Tuhan aku menyesal maafkan aku Tuhan' tangis Stella dalam diam
"Kenapa kamu ha? Menyesal telah menembak orang?" tanya wanita itu
Stella hanya menganggukan kepalanya
"Penyesalan memang datang terakhir, jadi sekarang kamu nikmati saja sisa hidupmu disini Ha..ha..ha" jelas wanita itu diiringi tawa bersama teman temannya
"Hiks hiks hiks aku menyesal!"teriak Stella
"Berisik" bentak Wanita itu
Polisi mendengar ada keributan itupun langsung menghampiri
"Kenapa kalian bertengkar?" Tanya Polisi wanita itu
"Dia yang memulai bu" jawab Wanita itu
"Sudah kalian jangan ribut lagi" lalu polisi wanita itu langsung pergi
Stella masih ditatap sinis oleh penghuni jeruji besi itu, Ya jumlahnya ada 7.
***
Rini sudah datang kerumah sakit bersama dengan Romi, dengan wajah bahagia mereka bisa melihat Ara dan Adli tersenyum, terlebih Adli sudah bangun dari komanya
"Sayang, mama senang banget kamu sudah sadar" ujar Rini menyentuh pipi Adli
__ADS_1
"Iya, Ma aku juga senang aku sudah melewati masa masa koma, maaf jika aku merepotkanmu" kata Adli
"Sstt sayang jangan bilang seperti itu kamu tidak merepotkan kami, kamu sudah makan?" Tanya Rini mengalihkan pembicaraan
"Sudah ma, tadi Ara yang menyuapiku"
"Anak pintar, ya sudah mama mau kesofa dulu" ujar Rini lalu meninggalkan Adli dengan Romi
Adli dan Romi mengobrol tentang perusahaan, Ara dan Rini mengobrol tentang rumah tangga.
***
Disekolah
Seperti biasa Wanda dan Tiara mengerjakan tugasnya, tapi ketika mereka sedang fokus ada salah si Ela yang mengganggu ketenangan mereka
"Hi guys kalian tau ga? Aku udah jadi pacarnya Michelle anak baru masuk sekolah itu!" Teriak Ela sambil tertawa
Teman temannyapun ikut tertawa
"Itu anak siapa sih? Bawa pulang saja" gerutu Tiara
"Iya bikin kesal saja" gerutu Wanda
Ela yang mendengar itu langsung menghampiri Wanda dan Tiara
"Heh, kalian iri bilang" sinis Ela
"Sorry yah, gue gak iri" sinis Wanda
"Halah, bilang aja mau rebut dia dari gue" bentak Ela
"Eh elo kalau ngomong mikir dulu, apaan gue ga suka ya sama dia kenal juga enggk" Emosi Wanda
"Wanda sudah Wan, jangan ladeni mereka" Kata Tiara menenangkan Wanda
"Jaga tuh sahabatlu" bentak Ela lalu meninggalkan Tiara dan Wanda
__ADS_1