Jodohku Kakak Kelas Ku

Jodohku Kakak Kelas Ku
Bab 95 [End]


__ADS_3

"Jangan..." teriak Ara, Saat Bella menjatuhkan Anna dari atas!


Adli segera berlari untuk menyelamatkan Anna, Bella tersenyum puas saat bayi itu terjatuh.


"Aaaahh" Adli berteriak saat berhasil menangkap Anna walau badannya merasa sakit akibat terbentur lantai


"Sial!" maki Bella dia segera berlari untuk menyelamatkan dirinya dari polisi, namun naas dia terpeleset dan jatuh dari tangga.


Polisi segera membawa Bella kerumah sakit untuk diperiksa, kepalanya terbentuk hebat dan menyeluarkan darah.


Ara segera menghampiri Adli yang tengah memeluk Anna, Anna menangis karena sangat kaget untung Adli menangkapnya tepat waktu kalau tidak nyawa Anna tidak bisa tertolong!


"Adli...hiks hiks..kau tidak apa apa?"


"Tidak sayang, Anna juga baik baik saja" jawab Adli


"Anna..." tangis Ara memeluk Anna, hampir saja dia kehilangan bayinya.


Adli duduk dia merasakan sakit pada punggungnya namun itu tidak sebanding jika Anna mati karena terjatuh.


"Ayo kita pulang" ajak Adli


Ara membantu  Adli berdiri, Adli berjalan dengan bertatih tatih, sakit dipunggungnya menyebar ke seluruh badannya.


"Sayang, kamu yang menyetir ya" ujar Adli


"Iya, kau jagalah Anna"


Ara mengambil alih dan dia mengemudikan mobil, Adli menyenderkan punggungnya yang semakin sakit.


"Kita kerumah sakit dulu aja...aku takut kau akan kenapa kenapa"


"Terserah kamu"


Mobil Ara mengarahkan ke rumah sakit, Walaupun hatinya merasa sangat marah kepada Bella tapi dia harus mengontrolnya.


.


.


.


Dirumah sakit


Bella dibawa keruangan UGD, polisi menunggunya diluar. Saat itu dokter telah keluar polisi langsung menghampirinya.


"Bagaimana dokter?"


"Maaf, pak dia sudah meninggal akibat benturannya yang sangat keras"


Polisi saling pandang kepada rekannya, Inilah akibat kecerobohannya Jika saja dia tidak berlari mungkin ini tidak akan terjadi.


"Terima kasih dokter"


.


.


.


Adli sedang memeriksa punggungnya, Saat itu polisi melewati ruangan Adli, dengan sigap Ara menghentikan langkah polisi.


"Berhenti pak"


"Ya ada apa?" tanya polisi


"Bagaimana kedaan Bella?"


"Dia sudah tiada akibat benturan keras"


"Astaga...aku tidak pernah membayangkan akan terjadi seperti ini selanjutnya" lirih Ara.


"Yang sabar nona, ini sudah kehendak Tuhan"


Ara mengangguk dia melihat Anna yang tertidur diciumnya pipi Anna, Jika Anna mati ditangan Bella akan dipastikan juga Bella akan mati ditangannya!


"Sayang...maafkan mami tidak bisa menjaga kamu"


Dokter keluar ruangan, Ara langsung menghampirinya


"Bagaimana keadaannya dok?"


"Tidak apa apa, Butuh istirahat saja untuk menyembuhkan rasa nyerinya"


"Terima kasih dok"

__ADS_1


"Sama sama"


Adli keluar dia langsung menghampiri Ara dan langsung memeluknya.


"Sudah baikkan?" tanya Ara


"Sudah...maafkan aku, aku tidak tahu jika Bella mencintaiku sejak dulu" jawab Adli


"Sudahlah jangan meminta maaf lagi...Bella dia sudah tiada"


"Apa! Astaga...kenapa jadi seperti ini?"


"Ini sudah takdir...Ayo pulang aku sangat lelah" ajak Ara


"Ayo...biar nanti jenazahnya diurus oleh pihak rumah sakit dan nanti aku akan memberi tahu kedua orang tuanya" jelas Adli


"Iya..."


.


.


.


Keluarga Adli dan Ara kini berkumpul dirumah Ara, ketika mendengar kalau Anna diculik mereka langsung datang begitu juga dengan Tiara yang berada disana.


Rini dan Ema menangis sedari tadi cucunya hilang mereka tidak bisa menahan harunya. Nathan terus menghubungi Adli tapi tidak ada jawaban sama sekali.


"Astaga kenapa jadi seperti ini?" tangis Ema


"Aku takut kalau Anna akan dijual...hiks...hiks"


"Iya..aku juga memikirkan hal yang sama" sambung Rini


Mobil Ara datang, Adli turun dan diikuti oleh Ara mereka masuk dan melihat keluarganya sedang berkumpul.


"Ara!"


"Bunda..."


"Sayang...Anna tidak apa apakan?" tanya Ema


"Hampir saja nyawanya ngelayang bunda..." tangis Ara ketika membayangkan kejadian tadi


"Kalian tidak apa apakan?" Tanya Nathan


"Tidak pa, tapi Bella sudah tiada" jawab Adli


"Apa! Bella, jadi dia yang menculik Anna?" tanya Romi dengan amarah


"Iya pa.."


Rini menenangkan Romi agar tidak emosi. Adli duduk disamping Ara, dia menyandar kan badannya disofa


"Ceritakan apa yang terjadi Ara" ujar Nathan


Ara menarik nafasnya sebelum menceritakan, Ara menceritakan pertengkarannya dengan Bella sampai kejadian Anna dijatuhkan dari atas.


"Astaga...begitu tega Bella aku tidak menyangka dia akan tumbuh menjadi gadis tidak punya hati!" Lirih Rini


"Tidak punya hati nurani...aku pikir dia akan menjadi gadis baik tapi dia sangat jahat!" ujar Romi


"Pa, kita harus mengabari om dan tante tentang kematian Bella" ujar Adli


"Itu urusan papa, kamu tenanglah"


Adli mengangguk, Anna membuka matanya dia melihat banyak orang disana, Anna sangat senang bila banyak orang dirumahnya.


"Hei cucu oma sudah bangun"


"Semuanya aku istirahat dulu" pamit Adli


"Iya, kalian istirahatlah biar kita yang jaga Anna" ujar Rini


"Terima kasih"


Ara dan Adli masuk kekamarnya, sungguh hari ini adalah hari yang menguras tenaga dan hati.


.


.


.


.

__ADS_1


Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun. Kini Anna sudah menginjak usia 5 tahun, Gadis cantik dan manis itu sedang merayakan ulang tahunnya yang ke 5 tahun.


Tiara dan Bagas mempunyai anak perempuan yang berbeda beberapa bulan dengan Anna, Rio dan Wanda juga mempunyai anak laki laki.


Mereka sedang berkumpul menghadiri acara ulang tahun, Anna begitu cantik dengan gaun berwarna Biru.


Acara sederhana namun tetap meriah dimata keluarganya, Anna tumbuh sebagai gadis yang pintar, cerdas dan tangguh diusianya yang masih 5 tahun dia sudah jago berbela diri.


Ara selalu mendidiknya dengan kasih sayang keluarganya yang selalu mendukungnya.


Anak Tiara bernama Kanaya Putri, dan anak Wanda bernama Kevin. Kanaya tumbuh sebagai gadis yang tangguh dan pintar tapi Kanaya juga jutek apalagi kepada orang yang tidak disukainya.


Kevin tumbuh sebagai pria yang jenius dan berbakat sifatnya yang sangat jahil itu selalu membuat Anna dan Kanaya menangis, Kevin juga anak yang cuek super duper dingin.


"Tiup lilinnya tiup lilinnya sekarang juga sekarang juga..." semua orang bernyanyi sambil bertepuk tangan. Anna meniup lilinnya setelah itu dia tersenyum


"Happy birthday sayangnya mami" ujar Ara


"Telima kasih mam" balas Anna


"Happy birthday baby" ujar Adli mencium pipi Anna


"Telima kasih papi"


Semua orang mengucapkan selamat kepada Anna, Anna sangat senang sekali apalagi banyak hadiah untuknya.


"Anna ini kado untukmu" suara imut itu bersumber dari Kanaya


"Telima kasih Naya" ujar Anna


"Namaku bukan Naya tapi Kanaya" kata Kanaya tidak mau jika namanya diganti dengan Naya


"Itu nama panggilan sayangku Naya" balas Anna lalu memeluk Kanaya


"Benarkah? Terima kasih Anna" ujar Kanaya membalas pelukannya


"Ehem, sampai kapan kalian akan berpelukan?" pemilik suara itu adalah Kevin


"Silik aja kamu" jawab Kanaya dengan cadel


"Huh, menyebalkan sekali kamu...Anna ini kado untuk mu dari aku" ujar Kevin menyerahkan hadiah untuk Anna


"Telima kasih Kevin" balas Anna langsung mengambil kado.


"Kamu tidak mau memelukku?" tanya Kevin


"Tidak" jawab Anna, Dia duduk bersama Kanaya


"Mamah...." rengek Kevin


Wanda yang sedang mengobrol itu langsung menghampiri Kevin.


"Kenapa sayang?" tanya Wanda, Dia menyeimbangakan tingginya dengan Kevin


"Anna mah..dia tidak mau memelukku...hiks hiks" tangis Kevin yang dibuat buat.


"Astaga...mamah pikir kamu kenapa kenapa sudahlah jangan menangis malu sama Anna dan Kanaya"


"Tapi ma aku ingin dipeluk sama Anna" rengek Kevin, dia berguling guling dilantai


Semua orang memperhatikan Kevin mereka menahan tawanya, Wanda hanya menepuk jidatnya inilah Kevin sewaktu waktu dia akan seperti ini kalau kemauannya tidak di turutin.


"Sayang Anna...kamu peluk ya Kevin" bujuk Wanda


"Hufh, Kevin sangat manja" ledek Anna dan Kanaya


"Bialin" balas Kevin


Anna menurut dia memeluk Kevin, Kevin sangat senang sekali. Para orang tua melanjutkan mengobrolnya sedangkan anak anaknya kini sedang bermain.


Mereka sangat bahagia setelah banyak rintangan dalam hubungan mereka masing masing.


***


TAMAT


Terima kasih para readers yang sudah membaca, Whoaah akhirnya sudah tamat walaupun yang kedua kalinya😁


Maaf bila ada kesalahan dalam penulisannya🙏 Terima kasih yang sudah mengevote, like dan komentarnya😊😊


Nanti author akan lanjutkan cerita untuk Annasya, Kanaya dan Kevin...ditunggu yaa


****


HAI SEMUANYA, MARI MAMPIR KE KARYA YANG KE 3 YAITU "LOOKING FOR TRUE LOVE" TERIMA KASIH😊😊

__ADS_1


__ADS_2