
Di rumah Wanda
Saat itu Bi ijah sudah menyiapkan makan malam, dia berniat untuk ke kamar Wanda, untuk makan malam bersama dengan ibunya
Tok tok tok
"Non...Ayo makan malam, sudah siap di meja makan...non? Bi ijah menjadi khawatir, bagaimana mungkin Wanda tidur jam segini biasanya dia tidur sekitar jam 10 malam.
Dibuka pintu kamarnya, mata bi ijah terbelalak kaget melihat Wanda pingsan dilantai
Bi ijah segera membangunkan Wanda tapi hasilnya nihil dia memebantu Wanda naik ke atas kasur.
Bi ijah segera memanggil dokter keluarga ke rumah Wanda
Setelah menghubungi Dokter, bi ijah membangunkan Denti
"Nyonya....bangun nyonyaa! Teriak Bi ijah
Seketika Mendengar teriakan bi ijah denti langsung bangun dari tidurnya
"Ada apa bi kenapa bibi membangunkan saya, bibi tahukan saya lagi istirahat!" Marah Denti
"Maaf nyonya maaf...tapi non Wanda pingsan"
"Apa pingsan!!" kaget Denti
Denti langsung lari ke kamar Wanda, dilihatnya Wanda yang wajahnya pucat, beserta tubuhnya yang kurus!
Kenapa dia setega itu meninggalkan Wanda yang masih membutuhkan kasih sayang!
"Sayang bangun ini mamah..." lirih Denti
Dokter datang dan dia disuruh masuk oleh bi ijah!
Dokter memeriksa keadaan Wanda.
"Maaf...pasien harus di impus terlebih dahulu, dia kekurangan cairan dan dia nampak stress jangan sampai jiwanya terguncang karena akan menimbulkan efek yang sangat bahaya" jelas Dokter
"Astaga...Kamu kenapa seperti ini sayang" Tangis Denti
__ADS_1
Setelah itu dokter langsung memasang jarum impusnya, dan dia memberikan obat vitamin.
"Bi terima kasih"
" Iya nyonya, sebaiknya nyonya jaga non Wanda"
"Iya bi ini salah saya, bibi masuklah ke kamar istirahat "
Denti merebahkan badannya diranjang Wanda, disisi Wanda sambil mengenggam tangan putrinya itu.
Pagi Hari
Ara sudah bersiap dengan pakaian sekolahnya dan Adli sudah siap dengan pakaian kerjanya!
"Sayang hati hati ya sekolahnya...Awas ada lelaki lain yang menggoda mu!" Kata Adli
" Iya suamiku yang ganteng ini...kamu juga awas saja jika ada karyawan yang genit sama kamu, aku akan hajar mereka sampe babak belur" Kata Ara, Adli yang mendengar itu bergedik ngeri.
Jika Adli Selingkuh bisa saja dia jadi sasaran Ara, bisa bisa Ara membayangkan kalau Adli adalah Samsak kesayangannya itu.
Bisa bisa dia Mati mengenaskan.
"Ayo"
Sesampainya di sekolah Ara langsung berpamitan kepada suaminya itu.
Dan Adli langsung pergi ke kantor Ayahnya yang sebentar lagi akan menjadi miliknya.
Karena Adli sudah menikah maka Perusahaan Ayahnya akan menjadi miliknya.
Walaupun Adli tidak meneruskan ke jenjang kuliah tapi dia sudah mahir dalam memajukan Perusahaan Ayahnya.
Disekolah
Tiara sudah menungu kedatangan Ara, ketika melihat Ara, Tiara langsung menghampiri
"Ra... Wanda " Tiara dengan nada hampir menangis
" kenapa? Kenapa dengannya?" Tanya Ara yang cemas
__ADS_1
" Wanda sakit, dan dia sedang dirawat di rumahnya " jelas Tiara
" Apa?! Kenapa bisa kemarin dia nampak biasa saja?" Tanyanya kaget
" Ck, gak tau tadi bi ijah nelepon Aku dan bilang kalau wanda sedang sakit"
" Baiklah pulang sekolah kita kesana oke"
"Iya"
...
Dirumah Wanda
Wanda nampak belum sadar dari tidur panjangnya sepertinya dia sangat lelah
Dan disitu pula, Denti selalu berada di sisi Wanda dia belum sarapan pagi.
"Nyonya, Sarapan dulu " kata bi Ijah yang khawatir kalau nyonya itu sakit
"Tidak bi, aku harus nunggu Wanda dulu, aku akan makan bersama dengannya" kata Denti, dia benar benar menyesal telah meninggalkan Wanda sendirian dirumah.
Wanda terbangun, dia merasa ada yang mengusap Rambutnya dan tangannya
"Sayang kamu sudah sadar? Gimana apa ada yang sakit? Katakan pada mamah!" Sendunya
"Tidak, Mah aku sudah baikkan" Kata Wanda mengukir senyumannya
"Sarapan yah, nanti kamu harus minum obat"
" Iya, Mah aku sayang mamah" lirih wanda
" Aku juga sangat sayang kamu" Ucap Denti dan memeluk Wanda begitu Erat.
Wanda sarapan dengan lahap dan Denti juga sarapan dengan sangat lahap.
'Aku sakit ternyata mamah masih peduli, aku kira mamah gak bakal peduli' batin Wanda
***
__ADS_1
Jangan lupa vote like dan komentar dukung author terima kasih 🤩