
Setelah merapihkan matras Adli masuk kekamarnya dan langsung mandi, sedangkan Ara dia ke ruang makan menyiapkan sarapan pagi.
Setelah beberapa menit Adli keluar dari kamarnya dan langsung duduk di ruang makan yang sudah ada Ara
"Huuum harum sekali kamu yang masak atau bibi?" Tanya Adli
"Kamu mau aku masakin?" Ara tanya balik Adli
"Hmm, pasti ini pasakan bibi pastinya enak, boleh aku mau coba masakan kamu"
"Baiklah nanti siang aku mau masakin kamu"
"Waaah aku menunggu"
Mereka menghabiskan sarapannya, dan sesudah itu langsung ke ruang tamu menonton berita TV
"Sayang" kata Ara lembut
"Mmm" balas Adli, dia sibuk memainkan hpnya
"Taruhan kita gimana?"
Adli langsung melihat Ara
"Gak tau"
"Aah aku punya ide nih, bagaimana kalau kamu tidur dilantai" ide Ara
"Apa! Aku kan tidak kalah tidak juga menang" kaget Adli
"Tunggu dulu, kamu tidur dilantainya bersama aku deh" jelas Ara lagi
"Jadi kita tidur dilantai gituh? Terus untuk apa ada kasur kalau begitu?" Adli tidak habis pikir bisa bisanya Ara berfikir seperti itu
"Huh kamu tidak asik, ya sudah kita batalkan saja" Ara beranjak dari duduknya dan pergi ke kamar
"Bruuk" Ara membanting pintu dengan cukup keras hingga Adli yang melihatnya terkejut
__ADS_1
"Kenapa marah? Siapa yang salah?" Pikir Adli
Dia terus beranjak dan menyusul Ara, tapi pintunya dikunci
"Sayang buka pintunya" pinta Adli
"Jangan marah oke aku minta maaf" bujuk Adli
Ara yang didalam kamar hanya menggerutu tidak jelas, dia membuka pintu dengan malas, lalu keranjang lagi
"Sayang maaf, baiklah kita tidur di lantai oke" Adli lagi lagi membujuk Ara namun nihil
"Sayang" Ucap Adli lembut
"Apaan sih! Kalau kamu tidak mau ya sudah jangan memaksakan" Kata Ara sedikit berteriak
'Sabar sabar sabar' batin Adli
"Ya sudah mau kamu apa?" Tanya Adli lembut
"Mau peluk" manja Ara
"Sini" Adli memeluk Ara dengan Erat
***
Dirumah Wanda
Wanda sedang bercanda gurau dengan Rio, mereka menghabiskan waktu libur mereka bersama
"Hahha itu kamu ada ada saja, mana ada vamvir di zaman yang sudah tua ini" tawa Wanda dia mendengarkan cerita Rio tentang vamvir
"Kamu itu kebanyakan nonton film Vamvir" sambungnya
"Eeh bener sih, aku suka banget sama film Twilight saga itu" kata Rio
"Waah pantes saja, pasti kamu menghayal kamu jadi vamvir gituh?" Tanya Wanda
__ADS_1
"Iya, lalu aku akan menggigit kamu hahah" tawa Rio dia menggelitiki perut Wanda
"Hahahah stop geli" tawa Wanda
Rio menyudahi gelitikannya dan dia kembali duduk seperti semula
"Aku senang kamu selalu ada didekatku" kata Wanda
"Aku juga senang, aku mencintaimu" ucap Rio lalu memeluk Wanda
***
Di Moll
Bagas dan Tiara sedang berada dipusat perbelanjaan, mereka ingin menghabiskan waktunya dengan jalan jalan, Ya seperti membeli barang barang, es Cream, ataupun sekedar melihat lihat
"Kak bagus ga?" Tanya Tiara yang menunjukan sepatu sneakers model terbaru
"Bagus, kamu beli apa yang kamu suka biar kakak yang bayarin" jelas Bagas
"Aah yang benar kak?" Tanya Tiara tidak percaya
"Benar ayolah habiskan saja uangku untuk calon istriku ini" goda Bagas
Blus pipi Tiara memerah 'calon istri?' Ini memalukan
"Apaan sih kak, malu tau"
"Hahaha, emang iya bukan?" Bagas terkekeh
"Iya deh"
Tiara melanjutkan mencari barang barang yang dia butuhkan, Tiara bisa saja membeli barang barangnya sendiri dengan uang yang selalu orang tuanya transfer setiap satu bulan sekali untuk membeli kebutuhannya Tiara
Tapi tiara selalu tidak ada waktu untuk menghabiskannya, dan lagi dia sibuk dengan jahitannya itu jadi dia hanya hari minggu untuk menghabiskan uangnya
****
__ADS_1
**Terima kasih yang telah like vote dan komentar aku mendukung kalian juga😊
oh iya author mau promosi nih karya author yang lain yaitu "I Love You" kalian bisa baca sinopsisnya dan jangan lupa tuk baca juga bab"nya terima kasih🤩🤩**