
Siang hari
Adli, Ara dan Anna kini sedang tertidur setelah lelah bermain mereka langsung tidur dan lihatlah sekarang sudah siang tapi belum bangun.
Pintu rumah diketuk dan bu Ningsih membukakan pintu, Tiara datang bersama Bagas dan mereka membawa banyak sekali paperbag
"Silahkan tuan non, masuk bibi panggilkan dulu non Ara" ujar bu Ningsih
"Terima kasih bi"
Bu Ningsih naik keatas dan dia mengetukkan pintu kamar Ara, Adli yang mendengarnyapun langsung bangun.
"Ya ada apa bi?" tanya Adli yang sedang mengucek ngucek matanya
"Ada tuan Bagas dan non Tiara, tuan"
"Mmm, baiklah terima kasih"
Bu Ningsih langsung turun dan dia segera menyiapkan minuman dan cemilan untuk Bagas dan Tiara.
Adli turun sendirian karena dia tidak mau membangunkan Ara.
"Hai" sapa Adli
"Hai, dimana Ara dan Anna?" tanya Tiara
"Mereka sedang tidur" jawab Adli
"Mau kemana?" tanya Bagas yang melihat Tiara berdiri
"Aku mau kekamar Ara, bolehkan Adli?"
"Boleh dong"
"Kalian mengobrol saja, aku mau bersenang senang dengan Anna dan aku akan membangunkannya terlebih dahulu" usil Tiara
Tiara membawa paperbag kedalam kamar Ara, dan setelah sampai Tiara membuka pintu dengan pelan.
Dia melihat Anna yang sudah terbangun sedangkan Ara? Dia masih tidur, Anna sangat pengertian.
"Hai manis apa kabar?"
"Aunty punya hadiah untuk Anna nih, lihat ini baju tidur berwarna merah, ini gaun berwarna merah dan satu lagi baju kodok berwarna merah juga, semuanya merah sayang, dan sekarang Aunty mau ganti baju kamu, hihihi" usil Tiara
Tiara membuka baju Anna dengan pelan pelan jangan sampai Ara tahu, dia akan membuat kejutan!
Tiara sudah lihai dalam mengganti baju atau memandikan bayi karena dia belajar dari ibunya.
"Nahkan udah cantik, nah ini pake bondu"
Anna sudah cantik dengan memakai gaun, Tiara segera membawa Anna turun untuk gabung bersama para lelaki dibawah saja, jika Ara sudah bangun pasti dia akan keteteran mencari Anna.
"Hai, Om, papi lihat aku cantik tidak?"
Adli melihat Anna dengan gaun merah itupun langsung mengangguk, Dia benar benar sangat cantik
"Wow, kau sangat cantik sekali" puji Adli
"Siapa dulu dong yang mendandaninya" ujar Tiara
Tiara duduk dan memangku Anna, Bagas mencubit pipi Anna dengan gemas, Dia jadi tidak sabar untuk menantikan buah hatinya.
"Anna!!" teriak Ara
Yang berada dibawah sangat kaget ketika mendengar teriakan Ara, dengan cepat Adli kekamarnya untuk melihat apa yang terjadi
"Sayang, ada apa?"
"Adli, Anna dia dimana?" tanya Ara dengan derai air mata, sungguh dia sangat kaget ketika Anna tidak ada disampingnya,
Dia takut jika Anna terjatuh kelantai, tapi tidak ada.
"Sayang, Anna ada di bawah bersama Bagas dan Tiara" jawab Adli
Adli mengusap air matanya, Ada Tiara dan Bagas? Pasti ini kelakuan Tiara yang menjahilinya!
__ADS_1
"Pasti Tiara yang menjahiliku!" Ara segera turun dan diikuti Adli dari belakang
"Hei sayang, sedang diapakan kamu oleh Aunty jahil ini?" tanya Ara yang sudah berada di bawah
"Hai, mami lihat aku cantik tidak?"
"Wow, kau nampak sangat cantik sekali Anna, terima kasih Aunty hadiahnya" jawab Ara yang sudah duduk di sofa
"Apakah kau sudah tahu kalau Wanda ke bali?" tanya Tiara
"Sudah"
Mereka mengobrol satu sama lainnya, Anna hanya diam menyimak dengan memainkan rambut Tiara.
.
.
.
.
Bella kini sedang merencankan dengan matang, ini tidak boleh gagal!
"Lihat saja besok! Kau pasti akan memohon padaku dan akan menyerahkan Adli untukku" Bella tersenyum licik
Dia menyiapkan beberapa boneka untuk memanasi Ara! Bersiaplah untuk kejutan besok Ara!
.
.
.
.
Dibali
Rio dan Wanda, kini sedang berada di bali tepatnya di rumah Denti, bertamu untuk memberi tahu kabar baik jika Wanda sedang hamil.
"Silahkan diminum sayang" ujar Denti
"Sayang, tumben kamu kesini tidak bilang sama mama, ada apa?"
"Ada kabar baik untuk mama"
"Apa itu sayang?"
"Aku lagi hamil ma, dan usia kandungannya sudah 3 minggu" jawab Wanda dengan tersenyum
"Benarkah, Ya ampun sebentar lagi aku mendapatkan cucu" ujar Denti bahagia
"Iya, ma, aku sangat bahagia, Sekarang Tiara juga sedang mengandung dan Ara sudah melahirkan" jelas Wanda
"Benarkah, oh Tuhan aku ketinggalan informasi kenapa tidak bilang dari dulu?"
"Maaf ma, disana sangat sibuk jadi tidak sempat untuk memberi tahu mama"
"Tidak apa apa, jangan dipikirkan, kalian disini berapa hari?" tanya Denti
"1 minggu ma" jawab Rio
"Waah, kalau begitu menginaplah disini"
"Tidak ma, kita akan menginap di hotel" balas Wanda
"Kenapa sayang? apakah disini tidak nyaman?"
"Bukan begitu ma, tapi aku sangat ingin menginap di hotel" jawab Wanda
"Baiklah kalau begitu"
Wanda dan Rio tersenyum begitupun dengan Denti, Dia tidak sabar untuk menantikikan perut Wanda membesar
.
__ADS_1
.
.
.
Di Jakarta
Hari mulai sore, seperti biasa Ara memandikan Anna, disamping ada Adli yang tengah memperhatikan Ara memamdikan Anna.
"Sayang, apakah harus seperti itu memandikan bayi?" tanya Adli
"Iya, kalau tidak nantinya akan sakit atau bahasa sundanya kecetit" jawab Ara
"Kenapa kamu sangat lihai sementara kamu baru memandikan bayi?"
"Dulu bibiku melahirkan dan ketika usia bayinya udah menginjak 3 bulan, Aku mau menyoba cara memandikan bayi dan lihatlah sekarang aku sudah lihai" jawab Ara
"Istriku ini paliang the best mother" puji Adli
"Sayang, aku mau kau mandikan aku seperti Anna" goda Adli
"Mandi saja sendiri, lagi pula kau sudah tua" sinis Ara
"Heh? Sudah tua? Usiaku sekarang baru menginjak 20 tahun kau bilang aku tua?"
"Bercanda sayang, kalau kau ingin mandi seperti Anna kau jadilah bayi dulu baru aku mandikan" Ara terkekeh lalu dia mengangkat Anna
"Sayang, mana handuknya?" tanya Ara
"Ini" jawab Adli menyerahkan handuk kepada Ara
"Hufh, kau jadi ayah harus siap siaga, jika Anna sudah mandinya kau handuki dia bukannya digenggam mulu tuh handuk" jelas Ara dengan kesal
"Begitu yah, aku harus banyak belajar kalau begitu"
"Harus dong, kalau perlu ajak Kak Rio dan Kak Bagas biar mereka sudah tahu bagaimana caranya mengurus bayi atau menjaga bayi, kalau ibunya sedang tidak ada dirumah"
"Mmm, baiklah nanti aku akan berguru padamu saja biarkanlah mereka berdua berguru pada yang lain"
"Berguru? Kau pikir aku ini adalah gurumu?"
"Iyah, guru kehidupanku guru segala-galanya" jawab Adli
Ara menggelengkan kepalanya aneh ada ada saja pikiran Adli, setelah Anna memakai baju, sekarang giliran Ara yang mandi dan Anna sekarang dijaga oleh Adli.
"Sayang kamu ingin punya adik tidak?" tanya Adli kepada Anna
Ara yang sedang melangkahkan kakinya menuju kamar mandi itupun terhenti ketika mendengar pertanyaan Adli
"APA!"
"Eeh, maaf sayang bercanda hehe"
Anna tertawa, Ara segera menghampiri Adli dan menjewer telinga Adli.
"Aku melahirkan Anna saja baru sebulan dan kau ingin minta lagi? Kau saja yang melahirkan kalau begitu" gerutu Ara
"Maaf sayang, nanti saja kalau Anna sudah sekolah baru bikin adik lagi" ujar Adli yang memegang tangan Ara
"Heuh, kau menyebalkan" kesal Ara lalu melepaskan tangannya dari telingan Adli
"Lihat mamimu sangat jahat, telinga papi sangat sakit" keluh Adli
Anna hanya tertawa, Adli menciumi wajah Anna yang sangat mirip dengan Ara itu.
"Sayang, nanti kau akan punya adik laki laki kalau tidak perempuan biar kamu ada teman, atau kembar laki laki dan perempuan" jelas Adli
Adli sangat senang ketika dia menghabiskan waktunya bersama keluarga, dan semoga saja keluarganya tetap harmonis.
"
.
__ADS_1
.
.