Jodohku Kakak Kelas Ku

Jodohku Kakak Kelas Ku
Bab 90


__ADS_3

Ara masih menenangkan Anna lagi dan lagi tangisnya memilukan, Di susui tidak mau dia harus bangaimana lagi?


Ara menghubungi Adli namun teleponnya tidak diangkat angkat, sedang apa mereka? Apakah sebegitu penting wanita itu?


"Sayang, mami disini kamu jangan seperti ini yah, Mami janji tidak akan stress"


Ara menimang nimang Anna sampai dia tertidur, butuh 30 menit Ara untuk menenangkan Anna dan lihatlah dia sudah tertidur karena kelelahan.


"Sayang, maaf ya"


Ara melihat Anna dengan tersenyum getir dan mengusap kepala Anna dengan lembut.


"Kenapa papimu jadi seperti ini sayang? Apakah mami sudah menjadi ibu jadi tidak bisa merawat tubuh mami?" tanya Ara


Memang berat badan Ara menambah setelah melahirkan itu wajarkan? Karena habis melahirkan?


Apalagi sekarang menyusui harus banyak makan agar asinya banyak. Ara mengusap air matanya ini sudah hampir 1 jam Adli tidak kunjung datang.


Kemana dia?


Sedangkan Adli kini berada di rumah Bella, Dia tengah mengantarkan Bella kerumahnya.


Bella pulang ke Indonesia hanya sendiri orang tuanya sibuk bekerja.


"Bella aku pamit dulu ya"


"Iya, hati hati dijalan"


Adli mengangguk dia segera masuk ke mobilnya dan melajukannya dengan kencang.


Ara melihat jam dinding sudah pukul 3 sore, Anna masih tertidur jadi dia sedikit bersantai sekarang


Adli datang membawa makanan kesukaan Ara pasti Ara senang jika dibawakan makanan itu.


"Sayang" panggil Adli


Ara langsung menoleh kepada Adli hatinya menangis  lagi melihat Adli berpegangan tangan bersama wanita tadi.


"Mmm?"


"Kau lapar? Aku bawakan panggang ayam kesukaanmu"


"Terima kasih nanti aku makan" Ara berusaha tersenyum


"Kenapa hmm? Kau lelah?" tanya Adli


"Lelah fisik dan batin" jawab Ara


"Kenapa?"


"Lupakan saja" jawab Ara, dia tidak mau membahas masalah antara Adli dan wanita lain, Dia tidak mau mereka bertengkar


"Kalau begitu mari kita makan, aku akan menyuapimu" balas Adli


Ara mengangguk, mereka makan di kamar karena tidak mau meninggalkan Anna sendiri.


"Sayang, sekarang aku gemukkan dan pastinya jarang sekali untuk mengurus badan, apakah kau akan berpaling dariku?" tanya Ara


"Kenapa kau berbicara seperti itu? Walaupun kau gemuk atau apalah aku akan tetap mencintaimu, cintaku tidak akan berkurang dan setiap harinya bertambah apalagi kehadiran Anna dihidup kita, aku mencintai keluarga kita" jawab Adli


Ara menangis dan dia memeluk Adli dengan erat, Ara tidak mau kehilangan Adli!

__ADS_1


"Sayang kenapa denganmu?"


"Adli, berjanji padaku jangan pernah meninggalkanku"


"Aku berjanji, biar maut yang memisahkan kita, pelakor jangan"


"Lalu siapa wanita itu?" batin Ara bertanya


"Kita lanjutin makannya okey, jangan menangis kau terlihat jelek" ledek Adli


"Nyebelin" kata Ara cemberut


"Bercanda sayang, I love you"


"Love you too"


Mereka melanjutkan makannya dan sesekali Ara tertawa ketika Adli menjahilinya.


Anna terbangun tapi sekarang tidak menangis, tapi sekarang matanya terbuka saja.


Adli dan Ara sudah selesai makan, Adli melihat Anna yang terbangun lalu dia membawa Anna kepangkuannya


"Sayang, kau bereskanlah semua ini aku mau bersama anak kesayangan papi ini" ujar Adli lalu dia membawa Anna keranjang dan dia mulai berbicara dengan Anna,


Ara tersenyum melihat ini, semoga pikirannya salah jika Adli selingkuh.


"Anna sayang, kau mau apa hmm? Mau mobil, motor atau apa?"


Anna hanya tersenyum, Adli semakin gemas melihatnya.


Dia membaringkan Anna lalu menciumnya dengan gemas, Anna tertawa kegelian ketika Adli terus menciumnya dan menggelitiki pinggang Anna


"Sayangnya papi, i love you so much"


Ara ikut bergabung dengan buah hati dan suami tercintanya, mereka tertawa bersama Anna selalu tertawa jika orang tuanya ada disampingnya.


 


Malam hari


Tiara sedang beristirahat sambil memainkan ponselnya, dia sedang melihat lihat perlengkapan bayi yang sangat lucu lucu.


"Wah warna pink sangat cantik apalagi kalau dipakai oleh bayi, ah aku mau membeli untuk Anna" ujar Tiara penuh semangat.


Bagas datang menghampiri Tiara yang sedang senyum senyum sendiri, Dia jadi curiga!


"Ehem, lagi apa sih ko senyum senyum sendiri?" tanya Bagas


"Lihat aku lagi mencari baju untuk Anna" jawab Tiara


"Oh ternyata kamu lagi mencari baju untuk Anna toh"


"Memangnya apa yang kamu pikirkan?"


"Aku pikir kau sedang chattingan bersama pria lain"


"Mana mungkin? Kau ada ada saja"


Bagas mencium Tiara, sekarang dia lagi mengusap perut Tiara yang sedikit menonjol.


"Hei baby, sedang apa kau disana?"

__ADS_1


Tiara menbiarkan Bagas berbicara dengan perutnya, dia memainkan rambut Bagas dengan lembut.


Pagi hari


Sekarang sudah pukul 5:30 pagi, Ara sudah menyiapkan  baju untuk Adli dan Anna, Baju olahraga hari ini mereka akan jogging.


"Hei hei hei, bangun suamiku bangun ayo kita jogging" ujar Ara membangunkan Adli dengan lembut


Adli yang mendengarnya tersenyum lalu dia membuka matanya, pemandangn indah ketika Ara melihatnya dengan tersenyum.


"Mmm, morning my wife" kata Adli mencium pipi Ara


"Morning too my husband, cepat kau mandi lihat Anna sudah bangun sedari tadi, dia menunggumu"


"Oh my heart, apa kabar hari ini? Tumben tidak membangunkan papi dengan tangisanmu yang merdu itu"


Anna tertawa mendengarnya walaupun tidak tahu apa maksudnya, namun dia bisa mengerti ketika sedih dan bahagia.


"Cepatlah mandi, aku akan keluar"


"Siap komandan"


Ara terkekeh, di segera ke keluar kamar untuk menidurkan Anna ke troli bayi.


Adli turun dan dia melihat Ara yang sedang duduk disofa.


"Maaf menunggu"


"Tidak apa apa, ayo kita berangkat ini sudah jam 6 pagi"


"Ayo... sini biar aku yang mendorong Anna"


Adli mengambil alih trolli, sebelum berangkat mereka pemanasan terlebih dahulu dan setelah melakukan pemanasan mereka mulai berjalan santai.


"Sayang, ada sahabatku yang mau datang nanti" ujar Adli


"Siapa?"


"Bella, dan dia datang sekitar pukul 8 pagi"


"Oh baiklah"


Anna hanya diam saja dia menikmati jalan jalan dipagi hari, Ara sangat senang bahwa Bella adalah sahabat Adli, dia seharusnya tidak berburuk sangka terlebih dahulu, Adli sangat mencintainya.


Ara memegang tangan kiri Adli, Pernikahan mudanya tidak sia sia ternyata.


Setelah selesai berolahraga santai Ara dan Adli istirahat terlebih dahulu, Anna tertidur di trolli dengan ibu jarinya masuk ke mulutnya.


"Sayang, kau mandilah terlebih dahulu" perintah Adli


"Iya, nanti kalau Anna terbangun kau gendonglah"


"Iya"


Ara melangkahkan kakinya ke kamar mandi tubuhnya sangat berkeringat perjalanan sebenarnya tidak jauh, namun setelah melahirkan Ara sangat mudah kelelahan.


***


mau bikin greget lagi ga?


wkwkwkwk, Vote gaysssss 📣📣📣

__ADS_1


__ADS_2