Jodohku Kakak Kelas Ku

Jodohku Kakak Kelas Ku
Bab 88


__ADS_3

1 bulan kemudian


Ara dan Anna sudah diizinkan pulang sejak 1 minggu yang lalu, Rumah yang tadinya berisikan 3 orang, sekarang banyak Rio dan Wanda sesekali menginap dirumah Ara, begitupun dengan Tiara dan Bagas.


Annasya selalu menangis ketika malam, Ara dan Adli sangat kewalahan menghadapinya, tapi mereka juga senang dapat melihat pertumbuhan Anna.


Kini Anna berat badannya bertambah yang tadinya hanya 2 kilogram sekarang bertambah menjadi 3 kilo setengah, itu berkat instruksi dari dokter Aisyah, yang menyuruhnya meminum susu formula dan Asi.


"Hai, sayang lihat ada aunty oma dan opa" ujar Ara yang lagi memangku Anna


"Baa..lihat papi sangat tampan bukan?"


"Papi jelek" jawab Ara menirukan suara anak kecil


"Heh? Jelek? Tapi kau cintakan?"goda Adli


"Iya" Ara terkekeh


Semua orang tersenyum melihat keluarga harmonis itu


"Oh iya aku ada kabar baik nih buat kalian" ujar Wanda yang tengah duduk bersama Rio


"Waah, Apa tuh?"


"Aku sedang hamil" jawab Wanda tersenyum


"Haa, benarkah?"tanya Ara


"Iya, dan usia kandungannya sudah 3 minggu" jawab Wanda


"Waah, selamat ya, Hai sayang nanti kamu ada teman baru"


Semuanya tertawa renyah mendengar suara Ara yang selalu menirukan suara anak kecil


***


Pagi hari telah tiba, Ara masih tertidur dengan  tangannya yang menempel pada bokong Anna.


Adli yang keluar dari kamar mandi itu tersenyum sumringah kedua wanita yang tengah tertidur itu adalah yang paling dia cintai.


Adli menghampiri Ara dan dia mengusap kepala Ara dengan lembut, Ara sangat kelelahan karena sedari malam Anna terus menangis


"Mmm, maaf tidak membangunkanmu" kata Ara membuka matanya


"Tidak apa apa, aku mengerti, kamu lanjutlah tidur, aku akan pergi kekantor dulu"


"Hati hati"


Adli mencium kening dan bibir Ara lalu beralih kepada Anna yang tidur miring.


"Papi pergi dulu ya sayang, jangan nakal kasihan mami, bye"


"Bye"


Adli pergi kekantornya, dan Ara dia langsung ke kamar mandi, Nyeri di perutnya sudah tidak ada lagi, walau begitu Ara harus hati hati agar jahitannya tidak terbuka lagi


Anna tiba tiba menangis, sepertinya dia sangat haus.

__ADS_1


"Cup cup sayang kenapa hmm? Kamu haus?"Ara yang mendengar suara tangisan Anna itu langsung menghampiri Anna


Ara menggendong lalu dia mulai menyusui Anna, Ada rasa geli di payudaranya apalagi ketika Anna menyedotnya dengan kencang


"Kamu haus ya?"


Ara melihat jam dinding ternyata sudah pukul 7 pagi, Dia melangkahkan kakinya menuju perkarangan rumahnya.


Dia duduk sambil menggendong Anna yah, itulah yang dia lakukan setiap harinya, menjemur Anna sebelum mandi dan sesudah mandi.


"Wah, sudah bangun ni cucu oma" ujar Ema mendekati Ara


"Eh, ada bunda, Iya nih bun dia sudah bangun, lihatlah"


Anna tersenyum walau matanya tertutup karena sinar matahari menyorotnya


"Hei dia tersenyum, Astaga sangat imut" greget Ema


"Sayangnya mami, cepat besar ya sayang"


10 menit kemudian, Ara menyudahi moyannya, dia segera memandikan Anna.


Diruang tamu


Ibu ibu muda sedang berkumpul ditemani segelas cangkir teh, Bapak bapak sedang kerja dan ibu ibu mudanya sedang bersantai


Ara telah selesai memandikan Anna tapi dirinya belum mandi, dan dia menitipkan Anna pada Tiara dan Wanda


"Tiara tolong jaga Anna, aku mau mandi terlebih dahulu" ujar Ara


"Mana sini, Aunty mau gendong kkeponakan aku yang cantik ini"


"Hei Anna lihat kau terlihat gemuk sekarang, Dan nanti kamu ada temannya sayang" ujar Tiara


"Iya, aku harap bayiku laki laki" ujar Wanda


"Wah, kamu ingin laki laki, aku ingin perempuan biar Anna ada temannya, iyakan Anna?" tanya Tiara pada Anna


Anna hanya membalasnya dengan senyuman, dia belum mengerti apa apa, masih bayi!


Dikantor Adli


Adli sedang fokus mengerjakan pekerjaannya yang menumpuk Yah, Dia tidak bisa lama lama karena dia sangat ingin melihat putrinya itu.


Adli yang sangat serius itu dibuyarkan pikirannya karena ada suara ketukan pintu


'Tok tok tok'


"Masuk"


Seorang wanita datang menghampiri Adli, dia berjalan berlunggak lenggok layaknya seorang model


"Hai Adli" sapa Bella


Adli melihatnya dengan seksama, Bella? Sahabat kecilnya yang pindah ke Australia?


"Hai Bella, kau Bellakan?" tanya Adli  jujur dia masih menebaknya karena ini beda sekali

__ADS_1


"Iya, Aku Bella sahabat kecil kamu"


"Woow, kapan kau kembali?" tanya Adli


"Kemarin, dan sekarang aku langsung kesini setelah tahu alamat kantor kamu"


"Oh, Ada apa kamu kesini?"


"Oh ayolah aku sangat merindukan sahabatku yang ganteng ini" kata Bella mendekat kepada Adli lalu mengusap pipi Adli dengan lembut


"Stop, jangan seperti ini" ujar Adli dia merasa risih


"Kenapa hmm? Apakah kau malu?"


"Iyalah, kita ini sudah besar"


Bella hanya tersenyum kecut, memang iya sih mereka sudah besar.


"Adli maukah kamu menemaniku belanja? Aku kurang hapal tentang daerah sini" ajak Bella


"Tidak, aku tidak bisa banyak sekali pekerjaanku"


"Ayolah, kali ini saja"  rengek Bella


"Iya"


Adli menghela nafasnya kasar, dia sebentar tidak mau, namun dia terpaksa menurutinya.


Bella tersenyum sumringah, Akhinya Adli mau juga!


.


.


.


Dipusat perbelanjaan


Bella sibuk berbelanja sedangkan Adli, Dia hanya menatapnya dengan datar, Lebih baik dia pulang kumpul bersama anak dan istrinya dari pada belanja dengan Bella.


"Bella aku pulang ya" kata Adli yang menghampiri Bella


"Heh kenapa?"


"Aku ada urusan mendadak, dan ini sangat penting" Adli sengaja berbohong kalau tidak, mungkin dia tidak akan pulang sebelum Bella selesai berbelanja


"Oh kalau begitu aku mau ikut, aku kangen sama tante dan om"


"Maaf, aku tidak lagi serumah dengan orang tuaku, kalau kau ingin bertemu dengannya silahkan alamat rumahnya masih sama yang dulu" balas Adli lalu pergi


"Oke, bye" kata Bella melambaikan tangan


.


.


.

__ADS_1


Vote😊


__ADS_2