
"Pesanan yang di tunggu pun datang,kami segera makan. Selesai makan,mencuci bekas makan dan membuang sampah, mas Al mengajakku pulang."
Awalnya aku menolak,karna jam masih menunjukkan jam makan siang. Dan takutnya ada pasien yang mencari mas Al. Namun katanya hari ini dia tugas hanya setengah hari,karna om Fadil akan menikah.
Mendengar itu,aku terkejut dan bertanya pada masa Al. Beneran mas' ucapku. Ya beneran hanny' jawabnya seraya melihatku.
Melihat manik matanya tak ada kebohongan,aku pun tersenyum dan berkata Alhamdulillah wasyukurilah,jadi tinggal tri A ya mas. Yang belum menikah' ucapku.
Mas Al pun mengernyitkan dahi,dan bertanya tri A maksudnya ? Ya tri A,Agung adik kamu dan teman mas yang kembar juga' ucapku seraya mencubit dagunya pelan.
"Hmm iya juga ya, hehehe istrinya siapa sih ini pinter banget' ucapnya seraya memberiku pujian. Hmm enggak tahu ya' ucap ku sambil tertawa."
Oh gitu ya sama...ucap mas Al menggantung,karna b***rnya aku c**m sekilas. Lalu aku meminta maaf. Maaf sambil mengangkat 2 jari ku ke atas.
Sudah ku maafkan sayang' ucapnya seraya memelukku.
Alhamdulillah makasih mas' ucapku pelan. Ya sudah yuk kita pulang, ajak suamiku. Ayuk mas' jawabku.
Tak berselang lama kami tiba di penthous. Mas Al dan aku bergegas siap-siap ke rumah om Fadil.
Karna ijab qobul nya insyaa ALLAH setelah selesai solat ashar. Setelah sudah siap kami pun pergi kesana. Oya mas,nama calon istrinya om Fadil siapa ? Tanyaku kepada suamiku.
Mas Al menatapku dan tersenyum, namanya Leonindra Fadia Rossi' ucap suamiku. Aku mengernyitkan keningku,kok pernah kenal ya' ucap ku pelan.
Kamu kenal ? Tanya mas Al. Kaya nama temanku dulu,yang selalu di bully' ucapku. Di bully gimana sayang' ucapnya. Ya cuma dibuli anak cewek tapi menggunakan nama cowok' ucapku.
Owh' jawab mas Al. Tak berselang lama,mobil kami sampai. Dan setelah sampai,mas Al menggandengku.
__ADS_1
Di saat ingin masuk,ternyata sudah banyak yang datang. Termasuk kakakku dan ibu. Mas itu ibu' ucapku sambil melangkah mendekati ibu. Setelah sampai,kami pun takzim dan bertanya banyak hal.
Mas Al tetap setia menemani ku. Dan saat melihat pengantin sudah datang,dengan diapit 3 lelaki temannya. Sesampai di kursi,om Fadil langsung duduk.
Terlihat wajah om Fadil tegang,aku yang melihat spontan berkata,ish wajah om Fadil tegang banget. Kaya aku pas awal malam pertamaku dulu' ucapku pelan. Namun masih bisa di dengar ibu dan mas Al.
"Ibu ku lalu menepuk lenganku,yang sudah agak berisi. Cha,namanya juga calon pengantin pria ya pastilah tegang. Karna takut salah sebut nama saat ijab qobul' ucap ibuku."
Ya juga sih bu' tapi dijamin ngeri deh kalau awal pertama pas itu' ucapku dengan berbisik.
Mas Al yang sedari tadi cuma jadi pendengar,langsung menarik tanganku dan menggenggam nya.
Melihat itu,ibu pura-pura tidak melihat. Sedangkan aku lalu bergelayut manja di bahunya.
Tri A yang melihat kami,hanya menggeleng kan kepala. Astagfirullah,kenapa kawan lama kita jadi bucin ya' ucap kak Arfan. Udah biarin aja. Kita mah jomblo fisabillillah. Sabar aja' ucap kak Arfin dan Agung.
Selesai ijab,mana pengantin ceweknya' ucapku. Sabar hanny' ucap mas Al. Yang hari ini terasa gemas melihatku yang banyak bicara.
Sedetik kemudian,pengantin pun datang. Aku langsung membenarkan posisi dudukku,mas itu temanku' ucap ku dengan bahagia.
"Melihat ku demikian ibu hanya menggelengkan kepala. Sedangkan mas Al tersenyum lebar. Ya hanny' ucap mas Al."
Akhirnya acara demi acara pun sudah lewat, mas Al yang sedari tadi keluar sebentar belum datang, pun bikin aku berfikir macam-macam.
Mana lapar banget lagi' ucapku. Tanpa babibu,aku mengambil piring. Dan mengambil makanan. Namun,langkah ku terhuyung,karna ada seseorang yang mendorong tubuhku.
"Beruntung ada yang menahan badanku,kalau tidak sudah pasti akan terjatuh. Makasih ucapku. Sama-sama' jawabnya. Tapi tidak ada yang gratis baby' ucap pria yang menolongku."
__ADS_1
Aku pun lalu menatapnya,Darel' panggil ku. Hahahaha,masih ingat aja' ucapnya. Ya lah' jawabku. Canda baby' ucap Darel. (Ya dia bernama Muhammad Darel, dia teman sekolah dulu. Saat masih duduk di bangku tk. Dia selalu ada buat aku. Saat aku di jauhi,dia yang mau menemani. Dia juga yang selalu menolongku saat da yang jahat sama aku).seraya
"Kamu sama siapa tanyaku ? Oh sama tunangan aku' ucapnya dan sambil menunjuk arah tempat duduk tunangannya. Wih cantik banget' ucapku. Ya dong siapa dulu calonnya' ucap Darel seraya tertawa renyah."
Hmm ya iya percaya kok' ucap ku. Sedang asik mengambil makanan,tiba-tiba mas Al datang. Hanny,kamu di sini' ucapnya seraya mengelap keringat di keningnya.
"Belum sempat aku bertanya kepada suamiku,temanku Darel berucap. Baby,aku kembali dulu ya dan jaga baik-baik kandung mu seraya berlalu. Mendengar itu mas Al hendak meninju Darel. Namun aku hentikan. Dan ku ceritakan semuanya dengan jujur."
Mas lalu meminta maaf kepada ku,karna telah seudzon kepada temanku. Ya mas' ucapku seraya mengelus lengannya.
Mas' panggil ku. Ya hanny' ucapnya. kamu tadi kemana tanyaku? Lalu mas Al,menggandengku dan duduk. Lalu berbisik di telinga ku,tadi aku dapat pesan acara ini mau di sabotase seseorang' ucap mas Al.
Mendengar itu aku lalu menaruh piring ku dan memeluknya. Seraya berkata,jangan pergi lagi' ucapku dengan memohon.
Enggak hanny' ucapnya seraya membalas pelukanku dan lalu men***m keningku. Dah makan lagi hanny,kasian debaynya pasti sudah lapar' ucap suamiku.
Iya laper banget,habisnya papa ngilang tadi' ucapku dengan menirukan suara khas anak kecil. Ya maaf ya sayang' ucap mas Al.
Selesai makan,mas Al lalu mengambilkan aku minuman. Terima kasih mas' ucapku seraya tersenyum. Sama-sama hanny' ucapnya.
Selesai minum aku tertidur lagi di dada suamiku. Mas Al pun langsung membopong ku dan mencari kursi lain.
Setelah menemukan kursinya,mas Al langsung duduk dengan memangku aku. Pipimu makin chubby hanny,tapi tak pernah mengurangi rasa cintaku padamu' ucapnya seraya men***m b***rku dengan lembut.
Dan di kursi pengantin,om Fadil tak henti-hentinya tersenyum melihat pujaan hatinya telah resmi menjadi istrinya. Kamu cantik banget cinta' ucap om Fadil.
Makasih hubby' ucap Ninda. Aku tak sabar memakanmu' ucap om Fadil. Mendengar itu, Ninda terkejut dan pipinya merah. Semerah buah tomat. Melihat itu, om Fadil langsung menarik pinggang istrinya.
__ADS_1