
Tak berselang lama,aku tertidur dengan nyenyak. Namun,anak kami tiba-tiba menangis,mas Al pun dengan hati-hati beranjak agar aku tidak terbangun lagi.
Namun sayang,mendengar tangis anakku semakin kencang,aku mengerjabkan mata.
"Mas,kamu kok enggak bangunin aku ? Kasian kan mereka' ucapku seraya berlari menenangkan mereka."
Mas Al pun hanya minta maaf dan enggan memberikan jawaban jujur kepadaku.
Setelah menyusu dan dirasa mereka sudah tenang dan terlelap,aku menidurkan mereka lagi. Tak lupa juga melihat diapresnya sudah penuh atau belum. Dan alhamdulillah belum.
Aku lalu beranjak keluar,sedangkan mas Al menemani kedua putranya. Aku bergegas memanaskan makanan tadi pagi dan menyiapkannya. Selesai menyiapkan,aku pun ke kamar lagi.
"Mas,makanan susah siap. Ayo makan' ajakku dengan lembut. Ya' jawabnya."
Sesampai di meja makan,kami makan bersama dan tak ada obrolan di sana.
Selesai makan dan dibantu bibi merapikan meja,kami pun duduk bersantai di teras.
"Hanny,nanti sore kita pulang yuk' ajak suamiku. Membuka obrolan,karena sedari tadi kami hanya diam. Ya mas, aku nurut saja' ucapku."
"Kamu enggak lagi menyembunyikan sesuatu kan Cha ? Tanya mas Al."
Mendengar itu,aku menghembuskan nafasku dengan pelan. "Insyaa ALLAH enggak mas,dan aku mohon jangan berfikir atau mengungkit ucapan mami yang lalu. Karna bagi aku,yang lalu sudah terlewat tak perlu di ungkap' ucapku seraya tersenyum."
"Makasih Cha' ucapnya seraya menc**mku. Sama-sama mas suami' ucapku."
Sore pun tiba,aku dan mas Al beserta kedua baby kami pun sudah siap. Dan tak lupa juga,aku sudah menghubungi ibu dan kak Dodhy. Mereka mengizinkan dan memberi nasehat,jangan di ulangi lagi' ucap mereka kepada kami.
Kami hanya mengiyakan dan meminta doa yang terbaik dari mereka. Ibu juga bilang,tidak bisa pulang hari ini. Karena cuaca sedang tidak bagus' tutupnya.
Selesai berkabar dengan ibu dan kakakku,kami berempat kembali ke penthous.
Namun,sebelum pulang aku berpamitan kepada bibi dan pak Udin. Tak berselang lama,kami memasuki mobil.
__ADS_1
"Lho mas' dia siapa ? Tanyaku kepada suamiku."
"Dia sopir pribadi kita hanny' ucap mas Al. Tumben pakai jasa sopir ? Tanyaku lagi. Mas Al tersenyum seraya membisiki aku,karna aku ingin kamu' ucapnya"
Spontan aku menatap dia dengan tajam,membuat dia makin gemas dan mengerlingkan m*t*.
"Idih genit' ucapku. Biarin genit sama istri sendiri tidak masalah,yang salah itu genit sama wanita lain' ucap mas Al."
Aku hanya memutar bola m*t* malas. Dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Sudah siap nona,tuan' ucap pak supir. Sudah jawab kami seraya menidurkan anak-anak kami di jok tengah. Sedangkan kami di jok belakang."
Mobil pun mulai berjalan,aku menyandarkan punggungku di kursi. Sambil melihat jalanan di luar. Sedangkan mas Al,bergelayut di pundakku.
"Hanny' panggilnya. Ya mas' ucapku seraya mengelus rambutnya yang sudah mulai sedikit panjang."
"Di rumah nanti,akan banyak penjagaan. Aku harap kamu bisa nyaman ya sayang' ucapnya. Kenapa mas ? Tanyaku lembut. Aku enggak mau terjadi sesuatu dengan kalian' ucapnya."
"Ya sudah,kalau itu untuk kebaikan kami,kami terima mas. Dan insyaa ALLAH mereka bisa menerima aku yang bawel ini' ucapku. "
"Apa pun kekurangan istriku,mereka harus bisa terima' ucapnya penuh penekanan."
"Iya mas' ucapku seraya memegang pipinya. Aku ngantuk sayang' ucapnya. Tidurlah mas' ucapku dengan lembut. Nifasmu masih lama ya ? Tanyanya tiba-tiba. Sabar mas' ucapku."
"Orang sabar di sayang ALLAH' ucapku. Pusing hanny' ucapnya. N*g*ku sudah berontak' ucapnya berbisik."
"Aku tertawa renyah,melihat tingkah mas Al yang sudah berubah absurd. Melihatku tertawa puas,mas Al langsung menutup tirai kaca mobil. Mau apa tanyaku berbisik ? Enggak dapat yang spesial,yang asin pun jadi' ucapnya seraya men**** b***rku sekilas."
Lalu menarik bajuku dan mengambil minum, bagai si kembar yang kehausan. Beruntung tadi sebelum berangkat,mereka sudah minum dan sebagian aku taruh di dot si kembar.
Kami pun saling pandang,namun mas Al masih nyaman dengan posisinya. Hingga aku tanpa tersadar terlelap di mobil.
Begitupun dengan mas Al. Hingga aku tersadar sudah di dalam penthous. Bersama mereka bertiga.
__ADS_1
Jam berapa kami sampai tanyaku dalam hati ? Aku pun membuka selimutku,karna perutku terasa lapar. Namun aku terkejut melihat mas Al polos dan sedang minum,bagai kedua putranya.
"Mas' ucapku lirih takut dia terbangun. Kenapa kamu jadi bar-bar gini mas ? Tanyaku lagi. Jujur aku enggak tega mas' ucapku seraya memindahkan posisi dia dengan pelan."
Selesai itu,aku memakai kimono dan keluar ke kamar. Mencari makan. Setelah menemukan makanan,aku lalu memanaskannya dan segera makan.
Tak perduli,badanku nanti akan seperti apa. Yang terpenting sekarang,untuk anak-anakku,dan alhamdullillahnya hajat masAl tereujud. Untuk tidak memberikan sufor pada si kembar.
Bersyukurnya lagi,asiku selalu banyak, jadi tidak perlu khawatir kekurangan persedian asi.
"Malam nona' ucap seseorang dengan tiba-tiba. Spontan aku menolehnya. Malam' ucapku seraya beranjak pergi,karna sudah selesai."
"Nona mau kemana ? Kesini saja non, saya ada di sini temani nona' ucapnya melantur ngalor ngidul. Aku yang sudah mencium gelagat aneh darinya.
Langsung teriak. Mas Al' ucapku. Ya sebenarnya aku bisa bela diri,namun aku masih takut jahitanku robek setelah persalinan.
Di kamar,bayiku menangis,dan mas Al mendengar aku menjerit,langsung berlari. Namun sebelum itu,dia menutup tubuhnya dan memberikan susu kepada anak-anak kami.
Melihatku,berjalan mundur,lelaki itu melangkah maju ke depan. Melihatku terpojok,dia semakin senang. Namun saat ingin meraihku,tangan mas Al sudah menariknya.
"Br*****k kamu' ucapnya dan dengan segera memanggil Agung. Karna kemarin, yang mengirim para ajudannya,adalah Agung."
Selesai menghajar dan menelfon Agung,mas Al menenangkanku. Maaf hanny' ucapnya. Ini bukan salahmu mas' ucapku.
"Mas,aku ke atas dulu,mau liat anak-anak' ucapku. Tunggu sebentar hanny' ucapnya. Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa lagi' ucapnya. Akhirnya aku hanya menurut."
15 menit kemudian,Agung datang bersama para ajudan. "Kak,dia siapa ? Tanya Agung tiba-tiba. Dan tak cuma Agung saja yang merasa tak kenal. Para ajudan pun demikian."
"Kami pun berbalik bertanya,bukanmya dia yang kamu suruh jaga di sini ? Ucap kami bersama. Agung tidak menjawab,namun langsung memanggil Rey."
"Rey ini posisinya,hacker handal. Namun untuk hal positif bukan yang negatif. Cari tahu tentang orang itu,tunjuk Agung. Baik Bos' ucapnya."
Tak butuh waktu lama,Rey sudah menemukan data diri orang itu.
__ADS_1
"Ini bos' ucapnya seraya menunjukkan laptopnya. Ini kak' ucap Agung."
"Reno ? Teriak kami. Ya bos' ucap Rey. Kemarin,saat akan di masukkan dalam penjara oleh papi,dia berhasil lolos' ucap Agung.