Jodohku Seorang Dokter.

Jodohku Seorang Dokter.
Part 51


__ADS_3

"Dhy, kamu jangan terlalu memforsir tenaga, ingat kamu enggak bakal kuat." Ucap om Fadil.


"Iya om." Ucapnya.


...Sementara ibu masih khawatir dan menunggu di RS. Kenapa anak-anakku kena getahnya terus ?" Tanya ibu dalam hati....


Di lain tempat aku dan si kembar sudah terbangun. Ini rumah siapa lagi ? Tanyaku dalam hati. Perasaan kemarin kamarnya Ninda bukan begini. Ucapku lirih.


Melihat si kembar sudah gerah dan rewel, aku lalu membawa mereka untuk mandi. Sementara mas Al, masih tertidur. Selesai mandi, aku lalu memakaikan mereka diapres lebih dulu. Dan memilihkan baju untuk mereka. Saat sedang asik memilihkan baju, tanpa ku tahu si kembar naik ke atas membangunkan papanya.


Hmm...papa...papa. Ucap mereka.


Selesai memilihkan baju, aku lalu menghadap ke arah mereka.


Ya ampun sayang, kalian jangan ganggu papa dulu papa capek sayang. Ucapku seraya memindahkan mereka ke bawah.


Namun Nazriel malah memeluk kaki papanya dengan kuat. Berbagai rayuan sudah ku keluarkan,namun tetap nihil Nazriel memilih menunggu papanya terbangun.


Takut membuat nangis dan ganggu tidur suamiku, aku memakaikan baju untuk Nizam dulu. Selesai memakaikan baju, aku lalu memberinya dia asi. Seraya memakaikan baju untuk Nazriel.

__ADS_1


...Melihat sang kakak minum asi, Nazriel pun minta turun. Aku lalu membantunya, dan dia mengikuti sama seperti yang kakaknya lakukan. ...


Nizam pun melepas asinya, dia lalu mainan di dekatku. Sementara Nazriel masih tetap minum, sampai mas Al terbangun dia masih minum asi.


"Pagi hanny." Ucapnya seraya tersenyum dan memelukku.


"Pagi mas." Ucapku.


^^^...Sementara Nizam langsung minta gendong seraya memanggil papa. Dan tertawa,karena asik bercanda sama papanya. Sedangkan Nazriel hanya menatapnya dan asik minum. ...^^^


Selesai bermain, Nizam tampak rewel pengen makan. Mas Al pun langsung membawanya turun, sementara aku dan Nazriel masih di dalam. Tadinya ingin bertanya, namun keburu Nizam nangis.


Dan disini, di ruang makan sudah ada om Pian dan anaknya yang sedang makan. Mas Al pun langsung menyapa.


..."Pagi son." Ucapnya seraya tersenyum. ...


"Gimana semalam bisa tidur nyenyak atau tidak ?" Tanyanya.


"Alhamdulillah om bisa." Ucapnya seraya tersenyum.

__ADS_1


"Kemarilah, makan bersama di sini." Ucapnya.


"Iya om. Oh ya om, maaf Nizam pengen makan om". Ucap suamiku meminta izin.


"Sudah ada Al. Kamu tenang saja. Mami kamu sudah memberi tahu om." Ucapnya.


"Jadi-" Ucapnya terhenti.


"Om yang menelfon,soalnya punya anak balita harus sedia selalu makanan." Ucapnya.


"Ya om." Ucapnya.


...Makanan pun telah siap, dengan telaten mas Al menyuapi putra kami. Hingga sampai habis, Nizam pun minta nambah lagi. Dan di berikan oleh mas Al. Tak berselang lama, aku dan Nazriel dan juga Agung ikut turun. ...


Aku menatapnya penuh bingung. 1 pertanyaan belum terjawab, kini ada sosok lelaki di sini. Agung yang tahu kebingungan pun langsung menjelaskan semuanya dengan jujur.


Setelah tahu, aku lalu mendekatinya dan sungkem kepadanya.


Selesai sungkem, aku lalu meminta maaf karena sudah bangun kesiangan. Om Pian tidak mempermasalahkan beliau malah bahagia.

__ADS_1


Hingga akhirnya kami di suruh makan bersama. Setelah selesai makan, aku merawat luka tembak Nazriel. Setiap aku ingin mengoleskan dengan cream, Nazriel malah minta peluk. Aku lalu menenangkan dan memberinya nasehat.


...^^^Sayang diolesi sebentar ya. Ucapku dengan lembut. Namun Nazriel makin mengerahkan pelukanku^^^...


__ADS_2