Jodohku Seorang Dokter.

Jodohku Seorang Dokter.
Part 39


__ADS_3

"Kami pun tertidur dengan nyenyak. Tepat jam 3 pagi,aku terbangun melaksanakan tugasku. Selesai semua,Kembar N kini aku tiduran di bawah,seraya ku tinggal sholat."


Melihatku sholat,mereka tertawa dan tak jarang mendekati ke arahku. Selesai sholat dan mengaji,aku membawa mereka ke luar kamar. Dan tak lupa juga mengajak mereka jalan-jalan."


Azan subuh berkumandang,aku pun sholat berjamaah ke masjid bersama bibi dan si kembar. Selesai sholat,aku pulang. Alhamdulillah si kembar tidak rewel' ucapku dalam hati.


Sesampai di rumah,aku lalu memasak untuk mas Al dengan di temani si kembar. Selesai masak dan menghidangkan makanan di meja,aku lalu membawa si kembar istirahat.


Sesampai di kamar,si kembar aku beri asiku secara bergantian. Faktor berselang lama,mereka sudah tertidur. Aku lalu menidurkan mereka di tempat tidur mereka.


Setelah selesai aku lalu membangunkan mas Al,karna jam sudah menunjukkan pu**l 7 pagi.


"Mas' panggilku lembut seraya menggoyangkan badannya. Huamm ya hanny' ucapnya seraya melihat kembar N yang sudah terlelap."


"Bangun,sudah siang' ucapku lagi. Tanpa menunggu lama,mas Al langsung mandi dan aku kini turun ke bawah."


Sesampai di meja makan,kami pun sarapan bersama. Selesai sarapan,mas Al pamit berangkat kerja. Dan tak lupa juga men**** keningku.


"Aku berangkat dulu ya, Assalamualaikum' ucapnya. Ya Waallaikumsalam' jawabku."


Saat tengah asik melihat tv,gawaiku berdering. Ada pesan masuk.


("Cha aku sudah mau lahiran,tega banget sih enggak datang kesini' tulis pesan itu.")


Aku mengernyitkan keningku dan bergegas bertanya terlebih dulu kepada omongan Fadil.


Ku tekan kontak om Fadil, ("Halo assalamualaikum om' ucapku.")


("Waallaikumsalam Cha' ada apa ? Tanya om Fadil lembut.")


("Ninda sudah lahiran om ? Tanyaku.")


("Belum Cha' ini baru awal 8 bulan' ucap om Fadil.")


("Oh ya sudah om,kirain sudah melahirkan' ucapku ambigu.")


("Ya Cha' ucapnya.")


Dan aku langsung menutup panggilan. Tak berselang lama,nomer itu kirim pesan lagi. Dan aku langsung menon aktifkan ponselku.

__ADS_1


Lalu aku memilih memasak lagi, mumpung anak-anak masih tidur. Selesai memasak,aku lalu mengambil tempat makan.


Mending aku ke tempat mas Al dulu, dan sekalian membawa makanan untuknya.


Selesai menata di kotak makan,aku lalu naik ke atas,mengganti pakaian kedua putraku dan aku.


Setelah semuanya selesai,aku lalu turun dan membawa si kembar. Tak lupa juga bilang pada bibi,mau keluar sebentar,bibi pun menganggukkan kepala.


"Sayang,kalian di rumah oma dan opa dulu ya' ucapku pada mereka. Mereka pun hanya tersenyum."


"Sesampai di rumah mami dan papi,aku lalu masuk dan berkata.


"Assalamualaikum' ucapku".


"Waallaikumsalam' ucap bibi."


"Bibi mami ada ? Tanyaku. Ada non' sedang baca buku di teras belakang' ucapnya seraya mencubit pipi si kembar."


"Assalamualaikum' ucapku."


Spontan mami dan papi menengok ke arahku.


"Mi,pi' Icha nitip kembar dulu ya' ucapku langsung to the poin. Ya ampun Cha,kaya sama siapa saja kamu ini' ucap mereka."


"Kalau kamu mau pergi,kamu anter sini,kita senang ya pi' ucap mami seraya tertawa. Ya Cha,emang kamu mau kemana ? Tanya papi. Ketempat mas Al pi,enggak tahu kenapa aku kangen padanya' ucapku berdusta."


"Mendengar itu,mereka tertawa hingga sampai menangis. Dan diikuti si kembar. Ya sudah sana,temui papanya kembar' ucap mami kemudian."


"Aku pun langsung pamit,dan tanpa terasa sudah sampai di RS tempat mas Al bekerja."


Ku langkahkan kakiku dengan tempo cepat,namun saat hendak masuk ruangan mas Al. Samar-samar terdengar bisikan dua orang di balik pintu.


"Gimana,sudah kamu kirimkan alamat RS nya' ucap wanita itu. Sudah bereslah pokoknya. Tapi belum di jawab' ucapnya."


Daripada jadi seudzon aku memutuskan melangkah pergi,sesampai di ruangan mas Al. Aku terkejut,ada orang yang sedang di periksa.


"Maaf' ucapku kepada mereka yang ada di dalam. Mas Al tersenyum menatapku. Wah pak dokter,sudah ditengok istri dan di bawain makanan' ucap ibu tadi."


Aku hanya tersenyum dan menunggu di kursi. Selesai memeriksa,mas Al mendekatiku. Aku lalu melepas jaketku dan menata makanan yang ku bawa tadi.

__ADS_1


"Makan dulu mas' ucapku seraya tersenyum. Iya' ucapnya seraya men**** b****ku."


Setelah selesai makan,aku membersihkan mejanya dan mencuci kotak makan. Selesai itu,aku lalu menceritakan semuanya ke mas Al. Tanpa ada yang aku tutupi.


Mas Al lalu melihat nomer itu,dia tersenyum dengan tulus. Tenang hanny' ucapnya seraya menatap dua b****ku.


"Ish mesum' ucapku seraya mengambil jaket. Dan hendak pamit pulang,namun dicegah oleh mas Al."


"Mesum sama kamu,tidak ada larangan' ucapnya seraya membuka dresku. Dan mengeluarkan dua *****ku, Mas Al langsung meminumnya."


"Aku menatapnya dengan lembut. Saat sedang asik,tiba-tiba ada pesan masuk. Mas Al menghentikan sejenak, dan membaca pesan itu."


Aku pun lalu membenarkan dresku,namun di tahan oleh mas Al. "Aku masih mau' ucapnya. Tapi nanti' ucapku terhenti karna gerakan mas Al yang cepat.


Mas' ucapku lagi. Shutt' ucapnya. Setelah selesai,mas Al membenarkan dresku. Dan berkata.


"Pulang bareng saja,tadi mami mengirimkan pesan di gawaiku' ucap mas Al. Tiba-tiba langkahku terhenti, aku melihat ada yang mengintip kami dari lubang pintu."


Eh


em,aku lalu berjalan mengambil air minum,setelah itu kuambil semprot cabe. Dan kusemprotkan tepat di lubang pintu. Karna firasat mengatakan ada seseorang di sana.


"Awh...m*t*ku' ucapnya dari luar. Aku dan mas Al sama-sama tersenyum. Dan kami keluar,melihat di luar sudah banyak orang."


Mas Al langsung mendekatinya,dan memeriksa setiap kantong yang digunakan oleh pelaku.


Setelah mendapatkan sebuah rekaman,aku lalu mengambilnya dan merekam suara ipin dan upin. Langkah selanjutnya,ku kirim pesan kosong di nomer hp yang baru saja mengirimkan pesan.


"Gawai pun berbunyi,di seberang sana terdengar suara umpatan berkali-kali. Gue bayar lo,bukan buat rekam upin do**l' ucap perempuan itu."


Sedangkan sang pelaku,hanya bisa menjerit tanpa suara. Karena mulutnya ditutup lakban.


Mas Al pun tidak bisa bertindak gegabah,karena resikonya amat sangat besar. Namun itu dulu,sekarang sudah berbeda.


Selesai bekerja kami pulang,sedangkan mas Al langsung ke markas,membawa orang asing tadi.


"Bawa dia ke dalam' ucapnya. Baik bos' ucap Rio(ajudan mas Al.)"


"Tunggu,ikat dan siksa dia ! Titahku mas Al. Baik bos' ucapnya. 1 lagi, c*****l **t*nya' ucap mas Al lagi."

__ADS_1


"Seraya berteriak keras,siapa pun yang mengganggu ketenangan keluargaku, siap-siap saja m*** perlahan-lahan' ucapnya."


__ADS_2