
"Paginya,aku sudah memandikan two N,dan semenjak bisa merangkak, mereka susah mengenakkan baju. Sayang,pakai baju dulu." Ucapku kepada mereka.
Terdengar suara teriakan mereka,hingga membuat mas Al terkejut dan terbangun. Melihat demikian,aku lalu menggendong mereka berdua dan meminta maaf kepada papa. Karena telah mengganggu tidurnya.
"Minta maaf sama papa." Ucapku seraya mengatur nafas.
Mereka pun langsung memeluk mas Al bersama.
"Masyaallah,di usianya yang baru 8 bulan mereka sudah faham." Ucapku dalam hati. Walaupun enggak langsung minta maaf,namun aku selalu mengajarkan demikian.
Akhirnya mereka sudah memakai baju,dengan di bantu mas Al. "Alhamdulillah selesai juga akhirnya." Ucapku seraya mencium pimbul mereka.
Tanpa ku tahu,mas Al menatapku dengan lekat. Aku yang belum sadar di tatap pun,langsung meraih gendongan si kembar. Dan mengajak mereka ke lantai bawah.
"Ayo siapa yang mau mama gendong." Ucapku. Mendengar hal itu mereka langsung menatap sekilas,lalu kembali mendekati papanya.
"Oh masih pengen sama papa, ya sudah di kamar dulu saja." Ucapku seraya merebahkan tubuhku di dekat mereka.
__ADS_1
Mas Al lalu berjalan dan mengambil cemilan dan memanaskan susu untuk mereka. Selesai itu,mas Al langsung memberikan susu untuk two N.
Mereka masih asik dengan minumannya. Sedangkan mas Al langsung memelukku. "Makasih hanny,sudah mau kelelahan untukku dan anak-anak." Ucapnya.
"Iya mas." Ucapku.
"Nanti kamu ikut aku ya ke RS." Ucapnya.
"Terus si kembar ?" Tanyaku.
"Diajak." Ucapnya.
Mas Al menghembuskan nafasnya dengan kasar, seraya beranjak keluar. Aku hanya menggelengkan kepala, tak percaya dengan tindakannya tadi.
Namun aku paham,dia berbuat begini juga untuk kebaikan kami. Saat menengok si kembar yang terdiam,aku langsung menghampiri mereka.
"Sayang anak-anaknya mama,tumben anteng. Yuk keluar yuk." Ucapku. Namun tidak ada gerakan,aku lalu mendekati mereka.
__ADS_1
"Masyaallah, ngantuk ya kalian." Ucapku. Dan langsung memindahkan mereka ke tempat tidur.
Selesai menidurkan,aku langsung ke lantai bawah. Mencari mas Al. Hingga tepat di kamar, terlihat mas Al sedang duduk di sofa.
Aku lalu mendekatinya dan memeluknya, namun mas Al masih terdiam. Aku menghembuskan nafasku dengan pelan. Lalu berpindah posisi,di pangkuannya.
"Marah ni sama aku ?" Tanyaku. Dia masih terdiam dan enggak menjawab. Aku lalu beranjak dan mengunci pintu kamar. Dan mematikan lampu kamar,kini hanya ada kegelapan. Karena jam juga masih menunjukkan pu*** 4 pagi.
Aku kini mendekati mas Al dan duduk di pangkuannya. Seraya memeluknya. Dan menjelaskan tentang penolakanku.
Namun dia masih terdiam. Hingga aku pun berfikir di luar nalar. Apa sebaiknya aku... Ucapku terhenti karena tiba-tiba mas Al memindahkan aku di sofa.
Melihat begitu,aku langsung memeluknya dan meminta maaf kepadanya. Mendengar ucapanku, mas Al menatapku dan langsung menyobek baju tidurku.
Aku hanya memejamkan mata,dan berdoa semoga masih Al mau memaafkan. Setelah bajuku sobek, mas Al langsung meminumnya dan tangan satunya langsung meremas roti sobekku.
Aku pun hanya pasrah dan tidak menolak. Puas minum,mas Al pindah posisi ke bawah. Dan akhirnya kami saling tukar keringat hingga jam 8 pagi.
__ADS_1
Sedangkan si kembar,mereka masih tidur nyenyak. Tepat jam 9,mas Al lalu berangkat kerja. Sementara aku, melanjutkan istirahatku bersama two N.