Jodohku Seorang Dokter.

Jodohku Seorang Dokter.
Part 23


__ADS_3

("Sama-sama sayang' ucap mami.")


"Panggilan pun sudah berakhir. Mas Al menatapku dengan sendu. Lalu menenangkan aku,dan berkata Agung akan ke penthous' ucapnya seraya tersenyum."


Sesaat hatiku merasa sedikit tenang. Sembari menyandarkan tubuhku di kursi mobil,aku mencoba memejamkan mata dan berdoa.


Semoga firasat ku salah. Tanpa terasa,mobil kami sudah sampai di penthous. Mas Al menatapku intens,lalu beralih membuka pintu mobil pelan.


Mendengar suara pintu mobil terbuka, aku terkejut dan spontan aku menarik tangan suamiku. Seraya menggelengkan kepala,saat ingin menjelaskan tiba-tiba art kami keluar.


Art kami melihat arah mobil kami,dan mengernyitkan keningnya. Lho itu' ucapnya terhenti. Karna tiba-tiba ada seseorang yang menodongkan p**tol, tepat di kepala art kami.


Ka..kalian siapa' ucapnya dengan terbata-bata. Masuk sekarang' ucap orang itu.


Bibi pun hanya menurut. Sedangkan kami yang di dalam mobil,hanya terdiam. Dan sesaat kemudian Agung datang.


Melihat mobil mas Al masih di depan,Agung lalu keluar mobil dan mengetuk kaca mobil mas Al. Masuk' ucap mas Al sambil memelukku.


Kak' panggil Agung. Mas Al enggan menjelaskan,namun memberikan gawainya kepada Agung.


Semua rumah milik papi Taufan,di datangi orang asing. Kak,biar aku masuk ke rumah' ucap Agung.


Mendengar itu,aku mencegahnya. jangan gila kamu' ucapku bergetar. Firasat ku mengatakan, target mereka kamu' ucapku.


Kamu tahu kan 7 tahun yang lalu,kakakmu memalsukan kematiannya ? Tanyaku dengan menangis.


Mereka menatapku dengan nanar,karna om Fadil pernah berkata' jangan sampai Icha menangis. Itu akan membuatnya pingsan.


Kakak ipar tenanglah' ucap Agung. Mas Al pun sama. Gegas Agung keluar dan membopong ku kebelakang. Dan diterima mas Al.


Gegas mereka ke RS. Melihatku masih menangis,mas Al memelukku dan mencoba menenangkan aku.


Hingga saat aku terisak,aku tiba-tiba tak sadarkan diri. Mas Al panik, dan langsung mengambil alat periksa di dalam mobil.


"Sedangkan Agung yang melihat kakaknya gemetar,langsung menghubungi Arfin dan Fadil."


Tak berselang lama,mobil kami sampai di RS' om Fadil dan yang lain sudah sampai di sana.


Cepat bawa ke IGD' ucap om Fadil seraya berlari. Mas Al tak henti-hentinya menangis. Agung yang melihat pun,menjadi tidak tega. Dan beranjak dari tempat duduk. Tenang kak' ucap Agung.

__ADS_1


Tak hanya Agung, kak Arfan dan kak Arfin beserta kak Dodhy ikut menenangkan.


Aku bodoh' ucapnya dengan sesenggukan. Lalu jatuh pingsan. Mereka bertiga segera membopong mas Al,dan di tidurkan di brankar.


Lalu Agung pun gegas memeriksanya. Gimana Gung' tanya mereka bertiga? Kecapean' ucap Agung sambil mengelap air m*t*nya.


Mereka bertiga menenangkan Agung. Sabar brow' ucap mereka bertiga. Selesai memberi semangat Agung,Arfin pun menepuk bahu kakakku.


Bisa kita bicara ? Tanya kakakku Arfin.


Bisa' ucap kakakku. Mereka berdua pamit sebentar kepada kak Arfan dan Agung.


Sesampai di tempat aman, kak Arfin langsung to the poin kepada kakakku. Apa kamu yang menyimpan gelang ibu dan adikmu ? Tanya kak Arfan.


kak Dodhy mengernyitkan kening,sambil tanya gelang ? Iya setelah kepergian ayahmu,bukankah Fadil' ucap kak Arfin terhenti. Aku sudah memberikan kepada om Satya' ucap kak Dodhy jujur.


Apa masih aman ? Tanya kakakku Arfin. Masih,kemarin dibawa Bagas' ucap kak Dodhy.


Nyawa ibu dan adikmu terancam bahaya karna gelang itu. Aku harap,secepatnya kamu sembunyikan di tempat yang aman. Ucap kak Arfin.


Ya kak' ucap kak Dodhy. Kenapa kakak bisa tahu ? Tanya kakakku. M*t*ku ada di mana-mana' ucapnya seraya terkekeh geli.


Si*l' ucap gadis itu, sembari mengepalkan tangannya. Kemana perginya 4 orang itu ? Tidak mungkin kan setelah acara pernikahan,mereka tidak pulang ? Tanyanya dengan lantang.


Tak berselang lama Ninda datang. Sungguh terkejut kakakku dan kak Arfin,melihat Ninda bersama gadis itu.


Woy pengantin baru' panggilnya lantang. Ninda hanya memasang wajah datar dan tenang.


Tanpa banyak bicara,Ninda menendang perut gadis itu. Hingga gadis itu, meringis kesakitan. Ucapan ko**r pun terlontar di mul*t gadis itu.


Dengar baik-baik ya' jangan cari masalah sama gue,palagi keluarga besar gue.


Sekali lo buat gara-gara,lawan lo adalah gue' ucap Ninda.


4 laki-laki itu,semuanya keluarga gue paham' ucapnya lantang.


Dengan menahan rasa sakit,gadis itu berdiri. Al Ghozali,Agung Ghozali,Arfan dan Arfin dan juga Dodhy apakah mereka saudara suami lo' ucapnya.


Ya' ucap Ninda.1 lagi,kalau sampai keponakan ku besok belum sadar, siap-siap saudara lo yang lo sayang menghilang ! Ini peringatan awal dan terakhir buat lo' ucap Ninda seraya berlalu.

__ADS_1


Kenapa lo nangis' tanya gadis itu lagi. Ninda langsung menghampiri gadis itu,gue nangis karna sahabat baik gue terbaring lemah karna lo' ucap Ninda.


Sambil meneteskan air m*t*nya,Ninda menjelaskan lo tau kan gue pernah cerita ke elo' ucapnya tertahan.


Gadis smp yang ditinggalkan meninggal ayahnya ? Yang di bully teman-teman sekelasnya. Ingin menangis,tidak bisa. Karna kalau sampai menangis bisa membahayakan nyawanya.


Lo tau kan siapa dia ? Tanya Ninda. Dia yang sekarang terbaring lemah di UGD' ucap Ninda seraya berlari.


Gadis itu gegas pergi dengan penyesalan yang sudah tidak berguna.


Setelah pergi' kak Dodhy dan kak Arfin keluar. Syok, pasti. Tapi mereka tetap harus pura-pura tidak tahu.


Sesampai di ruang periksa,mereka berdua melihat mas Al sudah sadar tersenyum.


Dan memeluk mas Al,namun mas Al enggan membalas.


Agung pun langsung mengambil kursi roda,dan ke ruang UGD. Sesampai di sana,aku sudah sadar. Om Fadil dan Ninda pun tiada berhenti mengucapkan syukur.


Karna Icha telah sadar dengan cepat. Saat tengah berbicara,pintu UGD terbuka. Kami bertiga pun langsung menatap,aku mengernyitkan keningku. Lalu turun dari ranjang,dan mendekati mas Al.


Dia terlihat murung,hanya menatap ke bawah dan menangis. Aku berlutut dan mengusap lembut tangannya.


Mas Al langsung mendongakkan kepala,dan menatap ku. Hanny ' panggilnya.


Apa aku mimpi' ucap mas Al lagi. Enggak mas' ucapku seraya mengelus pipinya yang penuh air m*t*.


Mas Al pun langsung memelukku. Dan men**um seluruh wajah ku. Hingga mereka semua tertawa.


Aku menatap wajah Agung intens,tapi Agung langsung mengalihkan pandangannya.


Ya sudah kita pulang yuk' ajak om Fadil. Dan diangguki mereka semua. Sesampai di parkiran,kakakku memelukku erat. Kabari kakak terus ya sayang' ucap kak Dodhy.


Ya kak' ucapku. Lalu dia berlalu. Kini hanya tinggal kami bertiga.


Hening,hanya terdengar suara mobil. Namun tiba-tiba aku minta Agung memberhentikan mobilnya.


Kenapa kak ? Tanya Agung. Tunggu di sini dulu' ucapku. Mas Al melihatku dengan bingung.


Hanny maafkan kami ' ucap mas Al. Kamu boleh menghukum dan membenciku,tapi plis jangan tinggalkan aku' ucapnya.

__ADS_1


Agung yang melihat itu,menatap kakaknya sendu.


__ADS_2