Jodohku Seorang Dokter.

Jodohku Seorang Dokter.
Part 22


__ADS_3

"Aje gile sabar kali Dil' ucap kak kembar bersamaan. Om Fadil pun melepaskan pelukannya,lalu memeluk kedua sahabatnya."


Dan kak kembar membalas pelukan om Fadil. Dengan kuat. Selamat bray' ucap kak Arfin,moga bisa sebucin Al ya. Dan segera punya momongan' ucap kak Arfan menambahi. Aamiin.


Makasih bray' ucap om Fadil. Ish-ish pemandangan yang sangat berdosa di pandang,tapi sayang bila enggak dilihat' ucap kak Arfin. Mereka semua pun langsung melihat arah yang di lihat kak Arfin.


"Cyin,yuk kita gangguin' ucap kak Arfin tiba-tiba. Seraya menggandeng tangan saudaranya. Om Fadil dan Ninda hanya menggelengkan kepala."


Setelah kepergian mereka,om Fadil curi-curi kesempatan dalam kesempitan. Huby' ucap Ninda.


Dan disini,Kakak kembar sampai di tempat kami. Widih panasnya,palagi liat ginian' ucap kak Arfin.


Mas Al tak memperdulikan,dan tetap men**** b****rku dengan sangat pelan.


Brow,hargai kita napa' ucap mereka kompak. Maaf ucap mas Al,seraya mengelap bekas s**ivanya.


Enggak capek Al ? Tanya mereka lagi. Lebih capek perempuan brow. Kita capek kerja bisa tidur,kalau perempuan enggak' ucap mas Al.


Ya juga ya' ucap mereka. Al' panggil kak Arfin. Ya' ucap mas Al seraya memelukku.


Kenapa om*ong ? Tanya mas Al. Kak Arfin mendekat,seraya berbisik Amara mengawasi kalian' ucap kak Arfin.


Astagfirullah' ucap mas Al. Mas terdiam lama,hingga kak Arfin memejamkan mata di dekatnya. Sedangkan kak Arfan hanya memperhatikan mereka.


Suasana nampak hening,hanya suara tamu,penyanyi dan musik saja yang terdengar. Samar-samar ku buka m*t*ku,dan melihat mas Al. Aku lalu ingin beranjak,namun aku urungkan.


Karna sayup'sayup terdengar suara Amara,memberikan lagu untuk mas Al. Mas Al yang belum sadar aku sudah bangun,hanya bisa mengepalkan tangannya.


Sambil berlafas menyebut Asma ALLAH. Jangan marah jaminanmu surga' ucap mas Al lirih.

__ADS_1


Aku pun lalu menggenggam tangannya,mas Al terkejut dan melihat tangan siapa yang berani menyentuhnya ?


Namun rasa terkejutnya seketika hilang,saat tahu tanganku lah yang menggenggam nya.


Hanny' panggil mas Al. Aku langsung menarik teng*uknya dan men**um nya.


Aku lalu melepaskannya,dan pindah tempat. Namun di cegah oleh kak Arfan. Lihat ular itu kesini' ucap kak Arfan.


Biarkan saja kak' ucapku. Mas,pengen es buah' ucap ku penuh manja. Sabar ya hanny ' ucapnya. Lalu mas Al mengelus perutku yang masih rata,sabar ya sayangnya papa' ucap mas Al lagi.


Saat sedang asik mengobrol,tiba-tiba Amara datang. Dan ingin duduk juga,namun baru mau duduk,kak Arfin mengajak kami berfoto bersama dengan pengantin.


Ya sudah yuk' jawabku. Jujur aku kasian dengannya. Namun dia sendiri selalu ingin meminta berbagi suami denganku.


Astagfirullah,amit-amit jabang bayi nauzdubillahminzalik' ucapku dalam hati.


Ke sana tan,mau ikut foto' ucapnya. Tunggu mereka selesai dulu' ucap tante Siska seraya tersenyum.


"Selamat ya brow' ucap mereka bertiga. Ya,makasih ya sudah mau ke sini' ucap om Fadil. Yoi brother,kita ini kan sohib' ucap mereka bertiga lagi.


Sedangkan aku dan Ninda hanya menyimak.


Agung mana ni ? Tanya mas Al. Aku di sini kak' ucapnya lantang. Yang sedang sibuk ambil foto kami.


Selesai mengambil foto,Agung pun berkumpul dengan kami.


Malam kakak ipar ku yang cantik' ucap Agung. Malam juga adik ipar ku' ucap ku. Sambil melihat mas Al.


Pihak WO(yang sedang trending di acara pernikahan.) sudah bersiap ambil gambar.

__ADS_1


Kami semua tersenyum dan saling bahagia. Selesai berfoto,kami pamit pulang kepada semua keluarga besar.


Namun aku merasa aneh,kemana perginya Amara ? Tanyaku dalam hati. Tante Siska pun menjelaskan bahwa dia sedang tidur' ucapnya seraya menenangkan ku.


Makasih ya tan' ucapku. Sama-sama sayang. Dijaga ya calon cucu aku' ucap tante Siska. Insyaa ALLAH tan' ucap kami.


Selesai berpamitan,aku dan mas Al masuk mobil. Sudah siap hanny' ucap mas Al. Sudah mas' jawabku.


Sepanjang perjalanan aku hanya terdiam,mas Al pun menggenggam tanganku. Kenapa sayang ? Tanyanya.


Mas, jangan salah sangka ya' ucap ku. Mas Al pun mengernyitkan dahi,dan menghentikan mobilnya tepat di pom be*sin.


Kenapa hemmm ? Tanya mas Al lagi. Mas perasaan ku tidak enak,aku takut saudara kembarmu dalam bahaya' ucapku.


Mas Al pun langsung menghubungi Agung. Namun belum di angkat. Aku semakin kuatir,melihat ku demikian mas Al menenangkan aku.


Mas Al pun berganti telfon mami, alhamdulillah langsung di Jawab. ("Assalamualaikum mi' ucap mas Al".) ("Waalaikumsalam Al' ucap mami.")


(Mi,Agung apa masih disana ? Tanya mas Al.)


(Masih Al,kenapa Al ? Tanya mami.)


( Ini mi,istriku tiba-tiba merindukan Agung' ucap mas Al.) Mendengar itu,mami dan semua keluarga tertawa. Emang ya bumil itu ngidamnya aneh' ucap mereka bersamaan.


(Bisa enggak mi,Agung ke rumah kami' ucap mas Al.)


(Bisa dong' ucap mereka bersamaan.)


(Makasih mi' ucap mas Al.)

__ADS_1


__ADS_2