
"Aku terdiam sejenak, ku hirup udara pelan-pelan lalu ku buang pelan-pelan juga. Ku pandangi wajah mas lekat-lekat."
Dia meneteskan air m*t*nya tanpa berhenti. Seraya meminta maaf kepadaku dengan suara bergetar.
"Maafin aku han' ucapnya. Mas' panggil ku dengan pelan. Siapa yang akan meninggalkan mu ? Tanyaku dengan lembut. Jadi kamu' ucap mas Al terhenti. Karna aku langsung men**um b**irnya dengan lama."
Aku pun lalu melepasnya dan menghapus air m*t*nya. Dia memandangi aku seraya berkata terimakasih hanny. Sama-sama mas' ucapku.
15 menit kami sudah sampai di penthous milik Agung. Aku hanya terdiam. Kak' panggil Agung. Mas Al pun menjawab ya.
Malam ini tidur di sini dulu ya' ucap Agung kepada kami.
Ya sudah ya' ucap mas Al. Aku hanya menurut.
Wak' panggil Agung. Aku bertanya kepada mas Al. Mas kok Agung manggilnya wak ? Tanya ku heran. Mas Al tersenyum. Udah terbiasa hanny' ucap mas Al.
Hmm gitu ya' ucapku pada akhirnya.
Mas Al memandang wajahku lekat-lekat. Kenapa mas ? Tanyaku.
Aku takut kehilangan kamu lagi hanny' ucap mas Al. Hus mas udah ah gak baik,bicara gitu. Ucapku.
Tak berselang lama,pintu gerbang terbuka. Makasih wak' ucap Agung. Sama-sama gan' ucap Wak Paijo.
Kak aku masuk dulu' ucap Agung. Ya' ucap mas Al.
Ya sudah yuk turun, ajak mas Al. Gendong ucap ku. Baiklah. Jawab mas Al.
"Makasih hubby' ucapku seraya tersenyum." Sama-sama hanny' ucap mas Al.
Setibanya di kamar khusus tamu,kami berhenti. Mas Al lalu membuka pintu kamar dan masuk.
Selesai menutup pintu,aku langsung berjalan ke arah kamar mandi. Namun langkahku terhenti,karna aku kesulitan membuka kancing dres ku.
__ADS_1
Melihat itu mas Al lalu mendekati aku,dan membuka kancing dres ku.
Selesai membuka,aku lalu masuk kamar mandi. Mas Al juga beranjak dari sana. Menunggu ku di sofa dengan di temani laptopnya.
15 menit berlalu,aku pun keluar dari kamar mandi. Dengan hanya memakai kimono.
Sudah selesai hanny ? Tanya suamiku yang sedang asik melihat laptopnya.
Sudah mas, ucap ku. Mas Al pun lalu bergegas menuju ke kamar mandi. Sambil menunggu mas Al selesai mandi. Aku membuka kimono ku karena basah.
Tak berselang lama, mas Al sudah selesai mandi. Aku mengambil kimono ku yang basah.
Dan langsung mendekatinya,namun langkahku terhenti saat terdengar suara pintu di ketuk.
Tok...tok...tok.
Aku berbalik badan dan melangkah ke arah pintu. Lalu ku buka sedikit. Ya ucapku. Maaf kak mengganggu istirahatnya. Kak Al sudah tidur belum kak ? Tanya Agung.
"Ya enggak apa-apa. Belum kok Gung,kenapa ya ? Tanyaku."
Setelah menyampaikan itu ke mas Al, aku disuruh menunggu di kamar. Aku hanya menganggukkan kepala,tanpa banyak protes.
Entahlah di kehamilan ku yang sekarang kadang suka bingung sendiri.
Kadang marah,kesal,bad mood,senang,manja dan masih banyak lagi. Nano - nano deh pokoknya.
Tapi,beruntungnya aku memiliki suami dan keluarga yang penyabar. Dan tulus ikhlas menerima kekurangan aku. Itu is the best bangat.
"Di kamar Agung sedang ada perdebatan antara kakak dan adik. Ya mereka berdebat tentang masalah yang tadi. Agung yang bersikeras ingin kembali di luar negeri,tetapi tidak disetujui oleh mas Al."
Kak mengertilah gimana istrimu nanti, ucap Agung terhenti karna melihat Neneng mematung di depan pintu kamar yang terbuka.
Neneng, panggil Agung. Ngapain kamu di sini malam-malam ? Tanya Agung. Maaf bos saya kesini karna di bawah ada perempuan ucap Neneng seraya menunduk.
__ADS_1
Mereka pun bergegas keluar kamar, melihat siapa gerangan perempuan itu. Tiba-tiba terdengar suara dari atas. Hanny' panggil mas Al. Kakak ipar panggil Agung.
Neneng mengernyitkan keningnya,tetapi saat ingin bertanya ia urungkan. Melihat bosnya sudah lari.
Hanny,kok belum tidur ? Tanya mas Al. Aku tidak menjawab,tetapi memberikan gawainya kepada mas Al.
"Flasback oof ".
"Hanny aku temui Agung dulu ya pamit mas Al. Ya mas, ucapku seraya merebahkan tubuhku di King size. Saat tengah memejamkan m*t* gawai mas Al berbunyi. Tanpa pikir panjang aku mengambilnya. No tak di kenal ? Tanyaku dalam hati. Saat aku buka pesannya."
Deg...
Al anakmu sakit pengen ketemu kamu. Tulis pesan itu dan di sertakan gambar anak kecil.
Ingin rasanya masa bodoh tapi tidak bisa. Aku memutuskan keluar kamar. Mondar mandir di ruang tamu,tetapi langkahku terhenti saat melihat perempuan yang masih muda mendekatiku.
Dia tanpa banyak kata langsung pergi ke atas. Aku terdiam dan duduk di kursi.
"Flasback off ".
Astagfirullah ucap mas Al menunduk. Melihat itu Agung lalu melihat gawai kakaknya. Dan ucapan istiqfar di ucapnya.
Aku pun lalu beranjak pergi dan mengunci kamar,tetapi sayang niatan mengunci kamar di gagalkan oleh mas Al. Aku terduduk lemas tak berdaya.
Berkali-kali mas Al jelaskan aku tak menanggapinya. Aku berjalan ke arah kamar mandi,berwudhu lalu sholat. Meminta petunjuk ALLAH.
Melihatku demikian mas Al melakukan yang sama. Pun dengan Agung. Selesai sholat aku membaringkan tubuhku. Tanpa terasa aku terpejam dengan ditemani mas Al dan Agung.
Suara hati ku tak berhenti mengucap lafas ALLAH.
Hingga akhirnya aku tertidur. Pun juga dengan mereka. Mas Al tidur di sampingku,sedangkan Agung tidur di sofa.
Pagi harinya aku terbangun. Melihat tangan kekar merangkul ku,aku lalu menatapnya. Aku melihat pipinya yang basah. Ya mas Al menangis di dalam tidur.
__ADS_1
Aku langsung mengusap air m*t*nya dan membangunkannya dengan pelan.