Jodohku Seorang Dokter.

Jodohku Seorang Dokter.
Part 29


__ADS_3

"Den' ucap bibi. Mas Al pun spontan membalikkan badannya,dan menjawab bibi.


"Ya bi, ada apa ? Tanya mas Al. Enggak ada apa-apa den,bibi terkejut saja. Takutnya yang datang den Agung' ucap bibi. Oh. Jawab mas Al."


Dan langsung masuk kamar dan menghampiriku. Astagfirullah hanny' ucap mas Al seraya menutupi tubuhku dengan selimut.


Lalu memelukku dan terlelap tidur. Tepat jam 4 sore,mas Al terbangun,tak lupa menc*umku. Cha,maafin aku. Maafin aku,karna dulu pernah meninggalkanmu sendirian di sini' ucapnya lirih.


Aku pun terbangun,karna mendengar suara orang terisak. Aku mengerjabkan m*t*,dan ku dapati mas Al menangis.


Aku langsung memeluknya,spontan dia terkejut,karena takut aku mengetahui ucapnya tadi.


"Hanny, ka-kamu sudah bangun ? Tanya mas Al. Sudah mas' ucapku."


Aku melerai pelukannya,dan mengusap air m*t*nya pelan.


"Dan aku mendekatinya,mas yang lalu biarlah berlalu,jadikan masalalu sebagai pelajaran hidup' ucapku."


Mas Al mengangguk dan memelukku.


"Melisa Anatasya, makasih sudah mau menerimaku menjadi pasangan hidupmu. Aku tidak mau memberi janji untukmu,tapi aku akan selalu berusaha menjaga kalian,menyayangi kalian dan membimbing kalian ke surga' ucap mas Al panjang lebar."


Kami pun saling pandang dan mas Al langsung beranjak. Dan membopongku,lalu mengantarku ke kamar mandi.


"Mandi hanny sudah sore ! Ucap mas Al. " Hemm, ucapku.


Mas Al pun sudah beranjak keluar,dan menungguku di sofa. Seraya memainkan gawainya. Namun,saat sedang asik di gawainya,gawaiku berbunyi.


Mas Al lalu beranjak dari sofa,dan melangkah mengambil gawaiku yang ada di nakas.


Mas Al mengernyitkan keningnya,nomer siapa lagi ini ? Tanyanya dalam hati. Dia lalu membuka pesan yang dikirim ke nomor hpku.


Astagfirullah, ucap mas Al. Dia lalu menghapus video yang dikirim ke nomor tidak jelas itu. Lalu meletakkan kembali ke nakas.


Tidak mau ambil pusing,mas Al langsung keluar kamar. Dan menghampiri bibi.


"Bi' panggil mas Al. Ya den, jawab bibi. Tolong belikan saya rica-rica lobster ya bi' ucap mas Al. Baik den, jawab bibi."


"Ini uangnya,dan minta mang Ujang aja bi, untuk mengantar' ucap mas Al. Bibi hanya menganggukkan kepala."


Setelah bibi keluar,mas Al masuk ke kamar lagi. Melihatku yang sedang merias wajah,mas Al langsung ke kamar mandi. Tanpa berkata apapun.


Tumben dia cuek' ucapku. Hemm,mungkin lagi bed mood, ucapku lagi menghilangkan fikiran negatif.


Selesai merias,aku beranjak. Menyiapkan baju untuknya terlebih dulu. Lalu keluar kamar. Aku langsung ke ruangan atas,aku duduk di kamar atas.


Mas Al yang sudah selesai mandi,langsung mengambil baju yang sudah aku sediakan.

__ADS_1


Semarah-marahnya aku sama kamu atau sebaliknya,kamu selalu tak lupa tanggung jawab seorang istri. Tak salah aku memilihmu Cha' ucap mas Al.


Selesai berpakaian,mas Al keluar kamar. Dimana dia,aku cari dia kemana-mana tidak ada ? Tanyanya dalam hati. Apa ada di atas ? Tanyanya lagi.


Gegas mas Al melangkah ke atas. Hanny' panggil mas Al. Spontan aku menoleh ke arahnya. Dan memberikan senyuman untuknya.


"Sini mas, ajakku. Ya, ucap mas Al seraya mendekat. Kamu kenapa di sini ? Tanya mas Al. Lagi nostalgia saja mas' ucapku"


"Nostalgia,mengenang zamannya om Fadil selesai kuliah' ucapku. ALLAH Akbar,zaman wisuda? Tanya mas Al. Iya' ucapku seraya tersenyum."


Mengenang itu,sungguh indah di masa sekarang, ternyata benar adanya kata pepatah lama. Jangan membenci terlalu dalam,kelak yang kamu benci akan kamu cintai.


ALLAH memang maha membolak balikkan hati umatnya' ucapku dalam hati.


"Flasback oof"


Ya saat itu aku masih smp,ibuku mengajakku ke kampus om Fadil. Ibuku hanya mewakili dari orang tua om Fadil yang tidak hadir.


Karena orang tua om Fadil sedang ke luar kota.


Ibuku selalu mau dan alhamdulillah lagi enggak ada kerjaan. Singkat cerita,aku diajak ibuku berangkat ke kampus om Fadil.


Awalnya aku menolak,karna pasti sesampai di sana aku jadi bahan bully. Namun aku salah,ibuku mengajakku ke salon dulu.


"Ibu,ibu enggak lagi sakit kan ? Tanyaku kepada ibuku. Ibuku menggelengkan kepala dan beranjak merias diri."


"Ibu,itu om Fadil' ucapku seraya menggandeng tangan ibuku." Ibuku hanya diam.


Sedangkan om Fadil masih asik bercanda.


"Alhamdulillah lulus juga' ucap mereka berenam."


"Om Fadil' panggilku. Spontan mereka berenam memandangi aku.


"Ish yang dipanggil 1 orang,yang menoleh enam orang' ucapku seraya menuntun tangan om Fadil." Sedangkan om Fadil dan ibuku menggelengkan kepala.


Dan teman-temannya om Fadil hanya tertawa seraya berucap, gile tu cewek masih abege galak banget.


Namun berbeda dengan lelaki yang sedari tadi menatapku tanpa berkedip. Suatu saat kamu akan jadi milikku' ucap lelaki itu.


"Flasback on"


Melihatku tersenyum sendiri,mas Al membisikkan aku,jangan senyum-senyum terus awas ilernya jatuh' ucapnya seraya tertawa.


"Ish mas Al teriakku." Mas Al hanya tertawa.


Aku lalu beranjak dan naik ke King sizenya. Mas Al mengikutiku,seraya menc*umku dengan lembut. Hingga pertukaran keringat terjadi.

__ADS_1


Selesai itu,kami mandi dan turun ke bawah.


Terlihat bibi dan mang Ujang ngos-ngosan. Kami berdua pun saling pandang.


"Bibi dan mamang darimana kok ngos-ngosan begitu ? Tanyaku kepada mereka.


Spontan mereka berdua menoleh ke arah kami.


"Disuruh den Al beli rica-rica lobster nona' jawabnya. Terus kenapa kalian ngos-ngosan ? Tanya kami."


"Gimana enggak ngos-ngosan dengan Al dan nona Icha, penjual lobsternya punya anjing guede' ucap mereka."


Mas Al mengernyitkan keningnya dan bertanya lagi.


"Memang beli dimana bi ? Tanya mas Al. Di pertigaan den' ucap bibi."


"Oh ya pantes,kalau di pertigaan memang ada anjingnya. Disana rawan pencuri dan begal' ucap mas Al. Tapi kalian tidak apa-apakan ? Tanya kami khawatir."


"Enggak den' ucap bibi."


Bibi dan mang Ujang segera pergi dan kami makan di meja makan.


Selesai makan,aku memberikan lauk untuk mereka. Bibi dan mang Ujang makan dulu,baru istirahat' ucapku.


"Ya non' ucap mereka bersamaan."


Aku pun ke atas,sedangkan mas Al ke ruang kerjanya.


Aku menutup jendela dekat pintu keluar,namun langkahku terhenti saat di dekat jendela ada orang asing.


Dia siapa? Tanyaku dalam hati. Samar-samar terdengar suara tawa.


Deg...


I-itu bukannya aku sama mas Al tadi ? Tanyaku. Ya ALLAH siapa dia' ucapku terhenti. Karna tanpa ku sadari mas Al sudah berada di belakangku.


"M-mas' ucapku terbata-bata. Shht' ucap mas Al. Lalu membopongku."


Dan menurunkan aku di ruang kerjanya."


Tak berselang lama,ajudan mas Al memberikan kabar,misi berhasil.


Mas Al tersenyum dan lalu mengajak kami semua ke hotel.


Karna di rumah sedang tidak aman. Mas Al enggak mau ambil resiko besar.


Sesampai di hotel,aku masih terdiam.

__ADS_1


Melihatku demikian,mas Al langsung mengajakku ibadah bersama.


__ADS_2