Jodohku Seorang Dokter.

Jodohku Seorang Dokter.
Part 38


__ADS_3

"Sejak kejadian itu,kami pun pindah penthous lagi,yang berada di dekat tempat kerja mas Al."


"Mas' aku istirahat dulu ya' ucapku seraya merebahkan tubuhku di tempat tidur bersama kedua putraku. Ya hanny' tidurlah' ucap mas Al."


Tepat subuh' mas Al sudah berangkat. Karena ada pasien yang di tabrak mobil. Setelah kepergiannya,kini aku hanya bersama kedua putraku.


Sebelum berangkat,mas Al memintaku jangan keluar rumah dulu. Jika tidak ada mas Al,aku hanya menurut. Merasa jenuh di kamar,aku bergegas ke bawah bersama anak-anakku.


"Pagi nyonya' ucap bibi baru kami. Pagi bi' ucapku."


"Flasback off."


Sebelum pindah penthous,kami sudah mengajak bibi dan mang Ujang,namun mereka menolak dengan halus. Dan meminta maaf,tidak bisa ikut pindah dikarenakan jaraknya pulang ke tempatnya terlalu jauh. Kami pun memaklumi,dan mengucapkan terima kasih sudah mau menemani.


"Flasback on".


5 bulan sudah berlalu,kini kedua putraku sudah pandai berteriak dan tengkurap. Mereka sama-sama aktif. Hingga kami sang orang tua di buat lelah,namun nikmat.


Ya Nazriel akhmad Alfredo dan Nizam akhmad Alfredo,kini tumbuh menjadi menggemaskan. Badannya yang gemoy,tak membuat mereka malas gerak.


Hingga siapa pun yang melihat dibuat tertawa olehnya. Dan juga gemas. Tiap malam ahad,selalu kami ajak jalan. Biar mereka tau dunia luar. Kalau pagi,setiap hari selalu ku ajak keluar bersama.


Anak-anak lingkungan di sini,setiap melihat anak kami,selalu memanggil dengan sebutan gendut. Sedangkan Agung,selalu memanggilnya mbar ndut.

__ADS_1


Sedangkan opa dan omanya tetap memanggilnya dengan nama mereka. Pun demikian dengan ibuku. Beda dengan kak Dodhy. Dia selalu memanggil anak-anakku dengan sebutan Chandut.


Begitupun keluarga besar kami,setiap kami datang,saling berebut mau menggendong. Di tambah Ninda yang kini masa kehamilannya sudah 8 bulan.


"Wah happy ya' ucap Ninda. Tapi, badanmu kok kurus Cha ? Tanyanya. Gimana enggak kurus,asupan gizinya dimakan si kembar dan papanya' ucap Om Fadil absurd."


Hingga yang mendengar pun,tertawa senang. Sedangkan mas Al keliatan cuek.


Selesai makan dan berbincang,kami semua pamit pulang. Dan di sini, di dalam mobil,mas Al nampak diam.


"Mas' panggilku. Hemm' ucapnya. Kamu kenapa ? Tanyaku. Mas Al menghembuskan nafasnya dengan kasar,besok aku lembur lagi hanny' ucapnya."


"Ya sudah istirahatlah mas' ucapku. Mas Al langsung merebahkan tubuhnya di kursi mobil. Dan kepalanya,di pahaku."


"Hingga,dia pun memanggil pak sopir, pak,nanti mampir di toko roti sama restoran ya' ucapnya. Baik den' ucap pak sopir kami."


Selesai berbicara,mas Al melanjutkan lagi. Sedangkan aku,hanya menatapnya dengan geli. Tiba-tiba mas Al tersedak.


"Pelan-pelan mas' ucapku. Ya hanny' ucapnya. Lalu merapikan bajuku kembali."


Kini dia memejamkan m*t*nya. Dan tanpa terasa,kami sudah sampai di penthous kami. "Pak tolong si kembar di bawa masuk ya' ucapku minta tolong."


"Baik non' ucapnya."

__ADS_1


"Mas' ucapku pelan. Hemm' sudah sampai rumah' ucapku. Mas Al lalu turun. Dan aku pun ikut serta menyusul. Sekalian membawa makanan tadi,yang mas Al pesan."


"Sudah semua kok pak,bapak istirahat saja' ucapku ramah. Baik nyonya' kalau begitu saya pamit dulu' ucap bapak tadi. Ya pak makasih ya' ucapku. Sama-sama nya' jawabnya."


Sesampai di rumah,aku lalu menyimpan roti dan lauk di kulkas. Sedangkan rotinya,aku taruh di meja. Aku lalu bergegas menggendong si kembar,pindah di kamar atas.


"Kalian ini,kalau sudah tidur,seperti papa. Nyenyak,enggak bangun-bangun' ucapku seraya menoel pipinya yang gemoy."


Selesai menidurkan si kembar dan mengganti bajunya. Aku lalu,membersihkan diri dan ganti pakaian tidur.


Ku lihat,mas Al sudah terlelap. Aku pun mengganti bajuku di dekat almari. Selesai berganti,aku langsung memompa asiku lagi.


Tak selang lama,asiku sudah menampung 4 dot besar penuh. Selesai memompa,aku lalu tertidur sambil memandangi putra kembarku.


Saat akan terpejam,lagi-lagi tangan mas Al menggenggam tanganku. Ya setiap dia menyimpan takut,pasti tidurnya selalu begini.


Aku yang tadi hendak ingin tidur,jadi tidak bisa tidur. Aku lalu membangunkan mas Al.


"Mas' panggilku. Hanny' teriaknya. Shht aku di sini' ucapku seraya memberikan air minum kepadanya. Kenapa ? Tanyaku setelah dia sudah tenang."


"Aku mimpi,kamu di bawa ayah' ucap mas Al. Spontan aku langsung memeluknya. Doakan dan besok pagi, sebelum kerja kita ziarah kesana' ucapku."


"Baiklah' ucapnya. Ya sudah tidur yuk' sudah malam' ucapku. Iya ayok' jawabnya."

__ADS_1


__ADS_2