Jodohku Seorang Dokter.

Jodohku Seorang Dokter.
Part 46


__ADS_3

..."Gung, jalan yuk." Ucapnya...


"Kemana ?" Tanyanya.


"Sudah ayo." Ajak dokter Aiman.


Mereka pun akhirnya meninggalkan RS,tempat kami dirawat.


Mas Aldo nampak tertunduk lesu, dia juga enggan makan. Hanya ingin menemaniku sampai sadar.


"Sayang sadarlah,aku rindu kamu dan senyumanmu." Ucapnya seraya mencium tanganku.


Sedangkan kini Nazriel boleh pulang, mas Al pun menitipkan kedua putranya kepada keluarganya. Mengingat masih melonjak virus corona,membuat yang lain mau tidak mau harus mengikuti aturan RS.


Beruntung saat Nazriel sakit,boleh berkunjung,namun sekarang sudah tidak boleh lagi.


Kembali ditempat ruanganku kini hanya ada om Fadil dan mas Al.


"Al makanlah dulu." Ucapnya.


Mas Al nampak menggelengkan kepala. Wajahnya yang sudah ditumbuhi banyak bulu tipis,bajunya yang kusut dan rambutnya yang dulu bersih. Kini sedikit memanjang. 2 minggu sudah,aku belum sadarkan diri. Dan selama itu juga masih Aldo tidak mau beranjak di sana.


"Al, makanlah dulu ! Kalau kamu tidak makan,kamu akan sakit. Siapa yang ngurus si kembar ?" Titah om Fadil dan sekaligus bertanya.


Mendengar itu, mas Al diam dan lalu mengambil tempat makan yang ada di nakas. Senyum pun nampak jelas di bibir om Fadil.


Selesai makan,mas Al lalu mandi dan bergegas kembali ke rumah. Karena selama 2 minggu juga mas Al tidak bertemu kedua putranya.


Namun sebelum pulang mas Al, pamit kepadaku.


Sayang aku pulang dulu ya,kamu lekaslah sadar. Kami semua menunggumu. Ucap mas Al.


Sepeninggal mas Al,om Fadil menjagaku. Dia menatapku dengan sendu. Cha maafkan aku,maafkan aku yang belum bisa membuatmu aman dari musuh ayahmu dan yang lain. Cepatlah sadar Cha,Mereka semua menantikanmu. Ucap om Fadil.


Sesampainya di penthous,mas Al menatap si kembar yang sedang bermain di teras rumah ibu. Bersama kak Dodhy.


"Assalamualaikum." Ucapnya.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." Ucap kak Dodhy.


Mas Aldo lalu memeluk kak Dhody dan meminta maaf.


"Maaf kak." Ucapnya paraw.


"Iya Al." Jawab kak Dodhy.


"Ibu kemana kak ?" Tanyanya.


"Ada di dalam. Sedang sholat." Ucapnya.


Mas Al langsung memeluk si kembar. Sayangnya papa,maaf ya papa baru menjenguk kalian. Ucapnya seraya menciumi pipi gembul si kembar.


"Papa...papa...papa" ucap si kembar seraya tertawa.


"Iya sayang papa disini." Ucapnya.


Mendengar si kembar tertawa,ibu pun lalu melihat keluar.


"Oh pantes seneng, sudah ada papa ya nak." Ucap ibu.


Mas Al lalu takzim dengan ibu.


"Gimana keadaan Icha, Al ? Tanya ibu.


"Belum ada perkembangan bu." Ucapnya lirih.


"Sabar Al." Ucap mereka.


Sedangkan mas Al,nampak hanya menganggukkan kepala.


"Mama..mama". Ucap si kembar.


"Iya sayang mama sedang sakit." Ucap mas Al seraya menahan tangis.


Nazriel menatap papanya secara intens. Dan lalu memeluk papanya. Begitu juga dengan Nizam.

__ADS_1


Nampak jelas raut wajah si kembar rindu dengan papanya. Hingga saat berpelukan pun mereka tertidur. Menyadari mereka tertidur,mas Al lalu ke kamar tamu dan menidurkan mereka.


Setelah itu,mas Aldo melihat luka jahitan Nazriel dengan pelan. Alhamdulillah sudah kering. Ucapnya.


Mas Al lalu menemani mereka berdua tidur.


Tepat jam 4 sore,mas Al kembali ke RS. Namun tidak sendiri,tetapi dengan kak Dodhy dan ibu dan juga si kembar.


Si kembar asik berceloteh seraya memanggil-manggil namaku. Mama ucap mereka bersama.


Sesampainya di RS,mereka langsung ke ruang tempatku di rawat.


Melihatku tertidur, si kembar langsung di dekatkan kepadaku. Mama ucap mereka berdua seraya mencium tangan dan pipiku.


Karena tak ada respon dariku,mereka langsung mencari sumber minumnya. Awalnya kami cegah,namun mereka menangis.


Akhirnya kak Dodhy memilih keluar dan kami pun membantu si kembar. Si kembar langsung meminumnya. Tangan mungilnya memegang tanganku.


25 menit,mereka masih di posisi yang sama. Hingga mukjizat dari ALLAH pun datang.


Nampak aku mengerjabkan m***, dan memanggil nama mas Al.


"Mas." Ucapku.


Mendengar hal itu, mereka semua menatapku, dan mas Al lalu menekan tombol.


Om Fadil pun langsung datang. Dia lalu memeriksa aku. Alhamdulillah semuanya baik. Ucapnya.


Gimana Dil ?" Tanyanya.


"Alhamdulillah kak Anggun dan Al. Icha nanti sore boleh pulang." Ucap om Fadil.


"Alhamdulillah." Ucap mereka bersama.


Sedangkan si kembar, masih asik dengan minumnya.


Mas Al nampak mendekati kami,dan langsung men****ku.

__ADS_1


Sedangkan ibu dan kak Dodhy menanyakan kondisi kakiku.


"Untuk kakinya,sudah tidak mungkin kak." Ucapnya l


__ADS_2