Jodohku Seorang Dokter.

Jodohku Seorang Dokter.
Part 30


__ADS_3

"Mas,aku capek' ucapku seraya melipat mukenaku. Sabar hanny, ALLAH tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuan umatnya' ucapnya."


Mas Al lalu mendekatiku dan memeluk ku. Tak lupa dia juga menc**m perutku.


"Tidur ya debay,kasihan maminya capek' ucap mas Al. Iya papi' ucapku dengan menirukan suara anak kecil. Kami pun tertawa kecil dan tidur."


Tepat jam 1 malam,aku terbangun. Mas Al masih tertidur dengan nyenyak, aku pun beranjak dengan pelan. Ingin buang air kecil. Sesampai di kamar mandi,aku langsung buang air kecil dan kembali tidur lagi.


Saat ingin kembali tidur,telfon berbunyi. Aku enggan mengangkatnya, aku langsung merebahkan tubuhku di tempat tidur seraya memeluk mas Al.


Namun,telfon itu selalu berbunyi,membuat aku lekas mengangkatnya dan menaruh gagang telfon di nakas.


Sedangkan di seberang sana,lagi marah. Karna telfon nya tersambung,namun enggak aku angkat.


"Sial*n' umpatnya dengan membanting pintu di kamar. Hemm,kamu kenapa ? Tanya sosok ibu itu. Ma,Icha enggak mau mengangkat telepon dariku' ucap Alena."


Sedangkan di tempat lain,Agung langsung ke tempat Alena. Tadinya dia menolak,namun ibu kandung Alena memohon Agung untuk datang.


"Assalamualaikum tante' ucap Agung."


"Waalaikumsalam,masuk nak Agung' ucap ibunya Alena. Maaf ya nak, mengganggu waktunya' ucap ibu Alena tersebut."

__ADS_1


Agung hanya diam dan enggan menjawab ucapan ibu Alena. Bukan tidak menghormati atau tidak di didik tata krama,tapi tidak melihat kondisi ini bukan waktunya kunjung tamu.


Mendapat ucapannya tidak direspon, ibu Alena langsung pamit. Dan memanggil Alena.


"Sudah datang ma ? Tanya Alena. Sudah' ucapnya"


Akhirnya kamu datang juga' ucap Alena dalam hati.


Tiba di ruang tamu,Alena yang tadinya gembira mendadak berubah masam. Namun dia langsung bertanya seraya celingukan seperti mencari seseorang.


Agung beranjak berdiri,dan membuang nafasnya pelan.


"Aku cuma sendiri,dan kenapa kamu mencariku ? Tanya Agung."


"Oh ok aku pulang dulu,sampein ke mamamu jangan nelpon atau nyuruh aku datang tengah malam ! Titah Agung. Assalamualaikum, ucap Agung."


Alena langsung mengejar Agung,dengan langkah cepat. "Tunggu,anterin aku ke rumahnya' ucap Alena."


"Kamu ini o*n atau gimana sih ? Tanya Agung. Alena pun mendengus kesal. Tolong anterin aku' teriak Alena lantang. Hingga mama Alena datang dengan tergopoh-gopoh."


Melihat mamanya Alena datang,Agung langsung pamit. Dan segera melajukan mobilnya.

__ADS_1


Astagfirullah' ucap Agung seraya menghubungi temannya.


Paginya kami terbangun bersama,dan ibadah bersama. Selesai sholat,mandi dan sarapan,kami berempat langsung cek out.


Akhirnya kami sampai di penthous mami Rima. Sesampai di sana,mas Al menceritakan semuanya kepada mereka dengan jujur.


Mami dan Papi,meminta kami pindah penthous. Awalnya aku menolak,tapi mendengar permintaan mami,aku tidak bisa menolak.


Siang itu,kami semua ke penthous baru,dekat dengan penthousnya Agung.


Sesampai di penthous,mas Al membopongku dan memindahkan aku ke kamar.


Selesai memindahkan aku,mas Al keluar dan langsung merebahkan tubuhnya di kursi.


Dan besok,dia dipindahkan lagi ke RS yang lain. Tanpa mas Al tahu,RS itu milik teman papi Taufan. Dan sekarang sedang di urus oleh anaknya.


"Mas' panggilku tiba-tiba,membuyarkan lamunannya. Spontan mas Al menatapku seraya tersenyum. Sudah bangun ? Tanya mas Al lembut."


"Sudah,aku cariin kamu' ucapku. Aku disini hanny,seraya memelukku. Mas semalam sekitar jam 1,telfon di hotel bunyi terus' ucapku dengan memejamkan m*t*."


Mas Al hanya diam,dan lalu membopongku masuk kamar lagi.

__ADS_1


Sesampai di kamar,mas Al memintaku jangan banyak fikiran hanny' ucapnya dan kini kami terlelap bersama.


__ADS_2