
"Wah enggak nyangka,cepet juga ya lahirnya' ucap Agung. Tapi kan baru 7 bulan ya ? Tanya om Fadil dan kak Dodhy. Iya' jawab Mas Al."
Tak berselang lama,mereka pun sampai. Dan langsung ke ruangan no 1. Tak lupa Agung mengabari temannya lewat pesan.
("Brow,makasih ya' ucap Agung.") Tulis pesan Agung,dan lalu dikirim.
Sedangkan temannya yang menolongku,saat ini sedang melangsungkan oprasi. Dan belum tau kedatangan Agung dan yang lain.
Sesampai di ruang nomer 1,mas Al langsung memberiku pelukan dan ci***n. Lalu mengadzani dan qomat,di telinga kanan dan kiri putra kami.
Kak Dodhy langsung memelukku erat,dan mengucapkan selamat,pun juga dengan om Fadil dan Agung.
Tak berselang lama,keluarga besar kami datang. Dan banyak yang berebut ingin menggendong ke dua putra kami.
Dan tepat sore hari,barulah tinggal kami berlima yang ada di dalam ruangan.
Ya dokter Aiman,tengah memeriksaku dan kedua buah hati kami. Selesai memeriksa,dokter Aiman menjelaskan secara detail kepada kami.
"Alhamdulillah mukjizat ALLAH,istri dan anak-anak anda sehat semua,walau kedua putra anda lahir prematur,namun kondisi luar dan dalamnya kuat' ucapnya."
Kami pun saling pandang dan tersenyum tak lupa mengucapkan syukur kepada ALLAH SWT. Malam pun tiba,mas Al sangat telaten dan sabar dalam menjaga kami.
Sungguh beruntung diriku,dinikahinya. Ucapku dalam hati. Melihat kedua putraku tidur,mas Al mendekati aku.
"Hanny' panggilnya. Ya' jawabku. Makanlah' ucap mas Al. Ya mas' jawabku lembut. Kamu juga makanlah' ucapku. Ya sayang' ucapnya."
Kami pun makan bersama,dan tak lupa juga aku diwajibkan minum susu. Dan buah,demi kecukupan gizi putra kami.
Selesai semua,kami pun ngobrol sejenak.
"Hanny' panggil mas Al. Ya mas' ucapku. Nama anak kita,sudah aku siapkan,tapi kamu setuju enggak ? Tanya mas Al.
__ADS_1
"Memangnya,namanya siapa mas ? Tanyaku. Nur Awan Eka Putra dan Nur Bumi dwi Putra' ucap mas Al. Aku kurang setuju mas' ucapku. Terus ? Tanya mas Al."
"Besok aja mas' jawabku. Baiklah kalau begitu' ucap mas Al. Mas,panggilku. Ya hanny' ucapnya. Besok pulang yuk' ajakku."
"Kenapa ? Tanya mas Al."
"Aku takut...ucapku terhenti. Mas Al lalu menenangkan aku, ada aku di sini' ucapnya. Hening sesaat,entah kenapa semenjak kejadian 7 tahun lalu aku menjadi tidak tenang."
"Tidur yuk' ajak suamiku. Tapi nanti anak-anak' ucapku. Hanny,dengerin aku,tidak akan terjadi apa-apa sama kita dan anak-anak' ucap mas Al."
"Aku pun menundukkan wajah,maaf mas aku masih takut' ucapku. Ya sayang aku bisa mengerti' ucapnya. Ya sudah sekarang tidurlah' ucap mas Al."
"Ya,selamat malam mas' ucapku. Ya sayang' ucapnya. Dan kami pun tertidur."
Sedangkan di lain tempat keluarga besar kami,selalu mengawasi kami dari jauh. Dan para ajudannya juga banyak yang mengawasi.
Dan disini kak Dodhy,sedang berada di salon. Memantau kejujuran karyawan dan menghitung kembali omset dan uang modal. Ya mereka tidak pernah tahu,di lantai bawah terpasang cctv. Buat jaga-jaga,kalau ada yang berulah.
Alhamdulillah para karyawan tidak ada yang berani berulah,dan selalu menjaga kepercayaan sang bos.
"Alhamdulillah selesai' ucap kak Dodhy. Dan lalu mengunci laci almari,mengunci pintu kaca dan terakhir pintu gerbang."
Sedangkan para karyawan,sudah pulang sejak 1 jam yang lalu. Kakakku melangkah cepat,karna tadi banyak tamu yang datang,jadi kakakku sudah kecapean ingin cepat pulang.
Tak berselang lama,mobil yang dinaiki kakakku sampai rumah. Kakakku bertanya pada pak Udin.
"Malam pak, gimana tadi ibuku ? Tanya kakakku. Alhamdulillah tuan,nyonya bahagia. Dan sejak dari pulang RS, nyonya menyirami tanaman sambil tersenyum. Tapi,ada gurat ketakutan gitu tuan,takut kedua cucunya kenapa-kenapa' ucap pak Udin panjang lebar."
"Ya pak,tapi kami keluarga besar sudah memantau dan mengamati dari dekat dan jauh,semoga mereka aman. Ditambah keluarga besar suaminya, sangat ketat dalam penjagaan' ucap kak Dodhy."
"Ya tuan' jawab pak Udin. Ya sudah pak,istirahatlah' ucap kakakku. Baik tuan' ucapnya."
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain,om Fadil harus ekstra sabar menghadapi kehamilan sang istri. Ya Ninda kini sedang hamil, dia ngidamnya melebihi aku. Sebentar - sebentar pengen dinner,sebentar - sebentar rindu om Fadil.
Dan sekarang saat lelah pulang kerja,om Fadil sudah diminta Ninda untuk olahraga malam. Olahraga barbel. Om Fadil menolak dengan halus,namun Ninda malah menangis kencang.
Om Fadil membuang nafas dengan kasar. "My love,maafin aku' ucapnya seraya memeluk Ninda dari belakang.
Namun,bujukan dan ucapan lembutnya tidak cukup membuahkan hasil. Akhirnya karna enggak mau calon anaknya ileran dan stres,om Fadil menyetujui.
Dan di tempat lain lagi,Agung di buat pusing tujuh keliling. Karna sikap pembantunya yang kadang-kadang som*lak. Gimana tidak pusing, baru mau merebahkan tubuhnya di kasur yang empuk,terdengar suara jeritan pembantunya.
Takut mengganggu lingkungan,Agung langsung keluar dan menuju kamar pembantu.
"Astagfirullah, Neneng kamu kenapa ? Malam-malam begini,malah teriak - teriak' ucap Agung."
"Im sowry bos Bagong eh maaf maksudnya, bos Gung. Ini bos ada ular masuk kamar mandi' ucap Neneng."
Tanpa menunggu lama,Agung ke kamar mandi dan benar saja apa yang dikatakan Neneng. Ada ular potong masuk,Agung pun langsung menutup kembali pintu kamar mandi dengan rapat.
Dan berlalu,sekitar 25 menit,Agung turun seraya membawa koper dan peralatan medisnya.
"Neng,panggil Agung. Ya bos,kemarin barang-barangmu yang penting dan bajumu ! Perintah sang majikan. Baik bos' jawabnya. 1 lagi katakan juga kepada mang Ujang' ucap Agung. Asiap bos' ucapnya."
Saat tengah menunggu sang asisten kembali,ajudan Agung datang,dan menangkap ular itu. Lalu mengembalikan ke hutan.
Sedangkan sang ajudan lainnya,bertugas menjaga dan membersihkan seluruh rumah. Takutnya masih ada ular yang bersarang.
Berbeda dengan 2 saudara kembar, yang tinggal di luar negeri sana. Mereka sedang tertawa bahagia,karna menang dalam bisnis online. Puji syukur,tak pernah lepas mereka ucapkan.
Hingga mereka mengadakan acara syukuran dan tak lupa sedekah. Tak lupa juga,memberikan sebagian kepada orang tuanya dan keluarga besarnya. Arfan dan kak Arfin,telah mengikuti akun bisnis,dan Merekapun mencoba.
Alhamdulillah berhasil. Dan nilainya pun tak tanggung-tanggung, mereka menang 1 triliun,jika di rupiahkan. Tapi ini bisnis online resmi,bukan yang haram dan abal-abal.
__ADS_1
Sedangkan 2 saudara kembar, Bagas dan Bayu,juga bahagia karna menang dalam tender. Om Satya yang melihat itu,terlihat bahagia. Dan mereka meminta untuk menjenguk ibuku di Bogor. Om Satya pun meminta mereka sabar,karna om Satya takut terjadi apa-apa kepada mereka.
Alhamdulillahnya mereka mau mengerti,dan berlalu pergi.