
"Pagi jagoan papa' ucap mas Al yang sudah bangun,karna mendengar ada yang masuk."
Ya para suster datang untuk memandikan para bayi.
"Sus,ke dua putra saya mau kalian bawa kemana ? Tanya mas Al. Ini mau kami mandikan pak' ucap kedua suster itu."
"Mandi di sini saja sus' pinta mas Al."
"Baiklah ucap mereka bersamaan,selesai memandikan dan memakaikan baju kedua putra kami, mereka pun berlalu."
Sedangkan aku,mandi di kamar mandi. Ya,aku melahirkan secara normal. bulan ceasar. Alhamdulillah aku benar-benar mendapatkan mukjizat ALLAH. Rasa syukurku,tidak pernah ku hentikan.
Selesai mandi,aku bergegas melihat kedua putraku. Melihat aku sudah keluar,mas Al tersenyum dan menghampiri aku.
"Sarapan dulu sayang' ucap mas Al. Aku hanya menganggukkan kepala. Saat tengah sarapan,dokter Aiman datang."
"Oh maaf,baru sarapan ya,maaf ya sudah mengganggu' ucapnya lembut seraya tersenyum. Jujur dalam lubuk hati,dokter Aiman dia menyukai aku,namun karna aku sudah memiliki suami dan hamil. Dokter Aiman,mengikhlaskan.
Karna cinta tidak harus memiliki. Selesai memeriksa,dokter pun keluar dan memeriksa pasien yang lain.
Hening,hanya keheningan di ruangan yang aku tempati. Mas Al masih menemaniku,tapi dia tertidur. Karna semalam kurang istirahat. Aku mempersilahkannya.
Saat asik memandangi mereka,tiba-tiba mami Rima,papi Taufan,ibu dan kak Dodhy melangkahkan kaki,untuk masuk.
Spontan mas Al terkejut,dan lalu bangun,melihat itu aku merasa kasihan kepadanya. Aku lalu meminta dia,tidur di sofa atau di rumah. Namun mas Al menolak dengan halus.
Sedangkan mereka,asik menggendong baby twins kami. Mami Rima membuka percakapan.
"Dhi' kamu kapan nusul ? Tanya mami Rima. Nyusul kemana tante ? Ibu sama adikku ada di sini' ucapnya yang masih kurang faham,arah ucapan mami."
"Maksudnya nyusul nikah' ucap tante Rima. Enggak tahu tante,jodoh kan sudah ada yang ngatur' ucapnya."
"Iya udah ada yang ngatur,tapi kalau jodohmu tersembunyi di kolong kamar gimana bisa ketemu ? Tanya mami dengan nada tinggi 1 oktaf."
"Tante,mau jodoh tersembunyi atau tidak,pasti akan bertemu. Buktinya nabi Adam dan Hawa,bisa bertemu. Terus anak tante sama adikku juga bisa' ucap kakakku seraya tersenyum tipis."
Mendengar perdebatan mereka,kami berempat hanya menggelengkan kepala,seraya tersenyum. Sedangkan ibu,mencoba melerai. Namun jawaban mami,cukup membuat geli.
"Hadeh, enggak Agung,enggak Dhody sama aja. Keras kepala,padahal umur udah tua. Atau jangan-jangan kamu penyuka sesama jenis ? Tanya mami seraya bergidik."
"Hus,mami ini ngomongnya ngelantur' ucap papi. Udah biarin saja,mereka masih menikmati kesendirian' ucap papi."
Perdebatan pun akhirnya berakhir,namun perdebatan sengit kembali terjadi. Tapi bukan dengan kakakku,tapi dengan Agung.
__ADS_1
"Assalamualaikum' sapa Agung."
"Waalaikumsalam' ucap kami semua."
"Ini lagi,si betah jomblo. Kakaknya sudah punya anak,si bontot betah banget ngejomblo' ucap mami seraya berlalu."
"Sudah tak perlu kamu ladeni,nanti kualat kamu' ucap papi menengahi."
Sedangkan mas Al,terlihat tertidur di sofa,dengan berbantal pahaku. Agung pun menatap wajah kakaknya,seraya berucap dalam hati.
"Aku belum mau menikah,karna aku takut tidak bisa menjaga amanahku' ucap Agung."
Papi yang menyadari itu semua,langsung memeluk Agung. "Papi tahu ketakutanmu,tapi papi juga ingin melihat,kamu bisa menikah' ucapnya."
"Tapi pi' ucap Agung terhenti,karena mami mendengarnya."
"Maafin mami Gung' ucapnya seraya memeluk Agung. Mami enggak salah,ucapnya seraya mengusap air m*t* mami Rima."
Aku pun yang menyaksikan mereka,langsung terharu. Namun sekuat hati,harus aku tahan.
Tak terasa hari pun sudah berganti sore,namun mas Al belum juga bangun. Ya sebenarnya tadi siang,mereka semua hendak mengangkat tubuh mas Al,agar aku bisa menyusui ke dua putraku dan sekalian makan siang.
Namun aku tahan,dan ku ceritakan semuanya kepada mereka.
Ya wanita setelah melahirkan,tidak boleh menekuk kakinya terlalu lama. Bisa varises. Itu kata keluarga besarku.
Dan disini,aku masih mengelus lembut,kepala mas Al. Makasih mas,semalam kamu menjaga kami' ucapku pelan.
Tak lupa juga,men**** Keningnya. Dan mas Al terbangun.
"Sore mas' ucapku. Sore hanny' ucapnya. Apa hanny ? Sore ? Tanyanya tidak percaya. Iya' ucapku seraya merapikan rambut mas Al."
"Kamu daritadi begini ? Tanyanya. Iya mas,beruntung aku tidak kebelet' ucapku."
"Maaf ya hanny' ucapnya seraya memelukku. Tidak apa-apa mas' ucapku. Ya sudah,aku mandi dulu ya mas' ucapku. Ya hanny' ucapnya seraya men***m b***rku sekilas."
"Ish,papa kalian nakal sayang' ucapku. Enggak apa-apa,nakal sama istri sendiri' ucapnya lagi. Ya sudah,tapi jangan dengan yang lain ya' ucapku."
"Insyaa ALLAH tidak' ucapnya."
Selesai mandi terus merias,kami pun makan bersama. Saat tengah makan,terdengar suara derap kaki orang.
Deg...
__ADS_1
Aku pun langsung menggenggam tempat tidur kedua putraku,dan tangan kananku menggenggam tangan mas Al.
Mas Al langsung menenangkan aku. Tidak akan terjadi apa-apa' ucapnya menenangkan aku.
Tiba-tiba pintu ruanganku terbuka,dan kami pun terkejut.
"Siapa anda ? Tanya mas Al. Tenang pak,saya ke sini hanya ingin senang-senang,dengan putra bapak' ucapnya."
Kami berdua nampak tenang,tidak setegang tadi. Aku langsung menelpon Agung,alhamdulillah langsung tersambung.
Dan beruntungnya,pria asing itu tidak melihatnya.
Dan di tempat lain,Agung tengah santai di ruang keluarga. Tiba-tiba gawainya bunyi.
"Dari siapa Gung ? Tanya orang tua kami."
"Kak Icha mi' ucapnya dan langsung mengangkat telfonnya."
("Assalamualaikum hal' ucapnya terhenti karna terdengar suara tembakan dan teriakan minta tolong".)
"Pi,mi kakak dalam bahaya' ucapnya seraya berlari."
Tak ingin kedua cucunya kenapa-kenapa,orang tua kami pun,ikut serta.
Tak lupa juga Agung,menelpon Aiman. Di RS,sedang dalam bahaya. Agung pun mempercepat kecepatan mobilnya.
Sesampai di RS,Agung menunggu om Fadil. Setelah sampai,mereka langsung naik.
Dor.....
Terdengar tembakan,membuat kedua putraku menangis. Mas Al menenangkan mereka semua. Dan memelukku.
"Hei keluar kamu dari sini,atau aku dobrak pintu ini' ancam pria itu."
"Silahkan saja,kalau bisa' ucap dokter Aiman."
"Kenapa kaget ? Tanya dokter Aiman. Tidak' jawabnya. Di suruh siapa kamu ? Tanya dokter Aiman. A-A-Aku sendiri' ucapnya gugup."
"Kamu fikir,aku percaya ? Setelah pengkhianat sepertimu menceburkan aku ke jurang' ucap dokter Aiman."
"Flasback oof ".
Dokter Aiman adalah targetnya Lina. Ya dia ingin membunuh Aiman,karena dendam cintanya di tolak. Berbagai macam cara ditempuhnya,untuk membunuh Aiman.
__ADS_1
Namun sayangnya selalu gagal. Hingga,Lina pernah menj**l tubuhnya ke asisten kepercayaan Aiman. Awalnya gagal,namun karna tidak tahan godaan,asistennya mengkhianati kepercayaan dokter Aiman.