
"Kak,panggil Agung. Mas Al langsung menatapnya dengan dingin. Aku dapat kabar dari RS,Nazriel sudah sadar. Kini mereka di dekatkan dengan kak Icha,semoga kakak ipar segera sadar ya kak." Ucap Agung panjang lebar.
Sedangkan mas Al hanya menjawab dengan anggukan kepala. Lalu kembali menyerang lagi,ke rumah Amara dan Alea.
Mas Al mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi,tak berselang dia mengendap-endap lagi ke rumah Amara.
Rumahnya yang dijaga extra ketat dan banyak terpasang cctv,tak membuat mas Al kehabisan akal. Tak berselang lama,mas Al sampai di kamar Amara.
Sesampai di kamar,mas Al melihat Amara sedang duduk. Seraya melihat foto mas Al. Melihat foto pernikahannya diganti,mas Al hanya menggenggam tangannya seraya menahan amarah.
Mengetahui Amara beranjak tidur,mas Al langsung menyuntikkan obat tidur ke dalam tubuhnya. Dan satu suntikan lagi,membuat dia lumpuh permanen.
Namun sebelum menyuntikkan itu,mas Al meminta ampunan pada ALLAH. Karena harus berbuat di luar tugas sang dokter. Dan satu lagi, mas Al memberi suntikan kepada Amara yaitu suntikan pelupa.
Amara menjadi tidak ingat rencana jahatnya. "Semoga dengan ini kamu bisa sadar Ra." Ucapnya.
Selesai di tempat Amara,dia lalu ke tempat Alea. Gadis yang sudah tega menyuruh melukai putranya. Tak berselang lama mas Al berjalan di bar. Di ikuti Agung dan para ajudannya.
Mereka melihat sekeliling baru. Dan tak lama kemudian,orang kepercayaan Agung datang. "Mari bos ikut saya." Ucapnya.
Mereka pun mengikuti langkahnya. "Silahkan bos". Ucap orang kepercayaan keluarga Ghazali. Mas Al menganggukkan kepala.
Sesampai di dekat wanita yang ia cari, mas Al dan Agung nampak tersenyum smrik. Terlihat jelas wanita itu mabuk berat,seraya meracau. "Kamu akan hidup sendiri Al." Hahaha". Ucapnya di barengi gelak tawa.
Tanpa banyak menanggapi ucapannya, mas Al pun langsung mendekati Alea, Alea nampak cuek karena merasa dia itu temannya.
Bau alkohol yang menyeruak,membuat mas Al langsung menambahkan masker lagi. Dan dia lalu mengambil suntikan lagi namun berbeda dengan yang di suntikan untuk Amara.
__ADS_1
Suntikannya hanya ada dua, suntikan yang akan diberikan ke Alea adalah suntikan ****** Yadi dan suntikan di wajahnya. Sesuai dengan apa yang ia perbuat kepada putranya.
Ya peluru yang mengenai perutnya Nazriel,memang tidak beracun. Namun jika tidak segera tertolong,wajah Nazriel akan rusak. Beruntung Icha bergerak cepat. Dan Icha langsung menyiram bekas tembakan sang putra dengan air kopi.
Untuk menghentikan pendarahan lebih parah. Ya kopi berkhasiat menghentikan darah segar keluar. Ditambah lagi,peluru itu,bukanlah peluru yang biasa di gunakan orang perang atau peluru polisi. Melainkan peluru yang lancip dan tertanam bubuk racun di dalamnya.
"Nikmati itu cantik." Ucap mas Al dalam hati.
Sedangkan di sini,Nazriel nampak terdiam menatapku. Terlihat di tubuhku banyak alat yang terpasang di sana.
Dengan di gendong Kak Arfin, Nazriel menatap kak Arfin dan menunjuk ke arahku. Melihat itu kak Arfin langsung mendekatiku. Nazriel langsung di turunkan kak Arfin. Setelah tepat di hadapanku,Nazriel mengelus dadaku seraya mengucapkan kata mama mama mama. Ucap Nazriel. Lalu dia menangis.
Gegas kak Arfin menggendong dan menenangkan. Om Fadil pun ikut mendekat,bekas jahitan di perutnya mungkin terasa sakit.
Akhirnya mau tidak mau om Fadil memberi suntikan penenang. Untuk Nazriel. Sedangkan Tante Siska,langsung masuk ke ruangan UGD. Memompa asiku.
Dan papi Taufan di tengah menunggu sang mami dan ibu,beliau meneteskan air m*t*. Ya saking sibuknya di bisnis barunya,papi sampai tak tahu banyak sang ajudan yang berkhianat.
Dan kak Dodhy terlihat memangku Nizam,yang tampak kehausan. Kakakku langsung memberi dia buah apel. Alhamdulillah Nizam pun mau, tak berselang lama dia tertidur.
Begitupun dengan Nazriel,dia di beri apel. Setelah habis 1 setengah buah, Nazriel nampak tertidur dengan terlelap.
Melihat mereka terlelap,kedua ibuku sudah tersadar dari pingsan nya. Ibuku langsung beranjak dan diikuti om Fadil.
Melihatku terbaring,ibuku menatap om Fadil,dan menagih janji om Fadil. "Mana janjimu,anakku bakal aman bila menikah dengan temanmu ?" Tanya ibuku.
"Kak,aku minta maaf, tapi kami sudah ucapnya terhenti karena mami memotong pembicaraan mereka. Jeng kami minta maaf sudah gagal menjaga mereka,namun asal jeng Anggun tahu, tak ada niatan kami sengaja melalaikan penjagaan untuk menantu dan cucu kita." Ucap mami Rima bijak.
__ADS_1
Mendengar hal itu,ibuku lalu memeluknya dan menangis bersama. Tak berselang lama,mas Al dan Agung langsung menyerang tempat persembunyian sang ajudan yang berkhianat dengan langsung memasang bom di sana.
Selesai membersihkan mereka semua, ajudan bayangan mengirimkan titik lokasi,dalang pembunuh ayahku. Mas Al pun bergegas langsung kesana.
Namun sesampai di sana, tak dia dapati orang itu,mereka langsung mengebom rumah orang itu. Dan membersihkannya,agar tidak di ketahui pihak berwajib.
Di seluruh tempat,sudah mas Al bersihkan. Kini tinggal pulang ke rumah dan kembali lagi ke RS.
Sesampai di rumah,mas Al dan Agung bergegas mandi dan mengganti bajunya. Dan langsung mengunci rumah. Lalu kembali ke RS.
Tak menunggu lama,mereka sudah datang, Mas Al lalu melangkah melihat si kembar,sudah tertidur pulas. Namun, terlihat Nizam enggan melepas genggaman kak Dodhy.
Mas Al pun mendekat,Dan bertanya lirih. "Kenapa tidak ditidurkan?" Tanya mas Al. Kak Dodhy hanya menggelengkan kepala,seraya menunjuk tangan putranya.
Mas Al nampak tersenyum, namun senyumnya nampak pudar,setelah Agung memberi tahunya. Ya Nizam trauma. Tidak mau hal itu terjadi berlarut-larut,mas Al pun minta izin kepada kak Dodhy untuk menggendong Nizam.
Kak Dodhy pun langsung menyerahkannya kepada mas Al. Setelah sudah beralih tempat, Nizam semakin kencang memeluk tubuh mas Al.
Dengan sigap mas Al,membisikkan sang putra,untuk tenang dan menyanyikan sholawat untuknya. Tak berselang lama, Nizam pun nampak tenang,namun cengkramannya masih tetap sama.
Mas Al lalu memberikan Nizam selimut,dan menidurkannya alhamdulillah Nizam mau. Setelah mas Al berbisik di telinganya, sayang papa jenguk mama dulu ya. Nizam nunggu kakak sadar." Ucap mas Al.
Tak berselang lama,genggaman Nizam terlepas. Mas Al tersenyum senang. "Makasih sayang." Ucapnya. Lalu menitipkan kepada Agung. Karena kak Dodhy sudah pulang.
Sesampai di UGD, mas Al menggenggam tanganku dan berkata.
"Cepatlah sadar sayang". Ucap mas Al tulus.
__ADS_1