Jodohku Seorang Dokter.

Jodohku Seorang Dokter.
Part 25


__ADS_3

"Mas' panggil ku dengan lembut." Namun, alangkah terkejutnya aku saat memegang keningnya terasa hangat.


Deg....


Mas' panggil ku lagi,namun lagi-lagi dia terdiam. Aku lalu beranjak dan membenarkan posisi dia tidur. Lalu mengambil termometer badan yang ada di nakas.


Kuletakkan termometer itu tepat di ketiaknya. Setelah selesai ku liat ternyata demam. Aku pun bergegas keluar kamar mengambil air hangat.


Selesai mengambil air dan handuk kecil,aku lalu mengompresnya. Saat ku letakkan kompres di keningnya,tangannya menggenggam tanganku erat.


Seraya mengigau,Cha jangan tinggalin aku' ucapnya seraya menangis. Aku bisa jelasin ke kamu. Aku pun langsung berusaha membangunkannya.


"Mas' panggil ku. Aku masih di sini' ucapku seraya mengambil kompresnya. Alhamdulillah mas Al terbangun dan menatap ku. Aku memberikan dia air minum hangat,tetapi dia menolaknya. Dan langsung memelukku."


Saat tengah berpelukan seperti teletubbies. Tiba-tiba Agung juga mengigau,kami pun akhirnya melerai pelukan dan menghampirinya.


Namun baru selangkah jalan, mas Al muntah dan hampir terjatuh. Beruntung aku tak berapa jauh dengannya. Kalau tidak,bisa jatuh dia.


Aku pun memapah tubuhnya kembali ke King sizenya. Dan memberikan dia selimut. Mas,sebentar ya ku liat Agung dulu' ucapku seraya takzim.


Mas Al pun mengizinkan. Aku mendekati Agung,dan memeriksa Agung. Ternyata dia sama dengan mas Al' ucapku lirih. Aku pun membangunkan Agung,setelah sadar, aku memapahnya tidur di tempat tidur.


Awalnya dia menolak,namun aku paksa dan alhamdulillah dia mau. Selesai memapahnya, aku lalu keluar kamar mandi. Dan meminta kain bekas yang sudah tidak di pakai kepada Neneng.


Setelah dapat,aku langsung membersihkan bekas munt*han suamiku.


Mas Al pun sudah melarang aku,takut aku akan muntah,namun aku tetap membersihkan nya. Melihat aku yang demikian, Agung menggenggam tangan mas Al. Selamat kak' ucap Agung dan mereka terlelap bersamaan.


"Melihat mereka tertidur,aku lalu keluar kamar sebentar. Mencari Neneng(asisten rumah tangganya Agung), Neng titip suamiku sebentar ya' ucapku. Ya nyah' jawabnya."


Namun langkahku terhenti, saat akan menuju pintu luar. Sayup-sayup terdengar suara balita yang menyebut nama mas Al.

__ADS_1


Deg...


Jantungku berdegup kencang dan emosiku naik. Segera aku urungkan untuk pergi,Dan berbalik arah ke kamar. Lalu menguncinya,aku terdiam dan melihatnya lewat ventilasi kamar.


Tiba-tiba mas Al memanggilku. Spontan aku membalikkan badan ku. Dan tersenyum,lalu aku menghampirinya dan memeriksanya.


Alhamdulillah ucapku penuh bersyukur,karna kening mas Al sudah tidak hangat. Saat akan beranjak dari King sizenya,mas Al menarik tanganku.


Seraya menggelengkan kepala. Dia lalu menci*m dan mengelus lembut perutku. Selesai itu mas Al menatap wajah sang adik. Yang masih terlelap.


Selesai menatap Agung,mas Al menatapku sendu dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku terdiam sesaat. Karna tiba-tiba bi**rnya menyentuh b***rku dengan lembut.


Suara kamar yang tadinya hening,telah berganti menjadi suara decakan kami.


Selesai kiss pagi, kami berdua mengulas senyuman. Makasih hanny' ucap mas Al. Aku hanya menganggukkan kepala.


Mas' panggil ku. Ya' jawabnya. Aku laper' ucapku. Aku cari makan dulu ya mas' ucapku. Namun dicegah sama mas Al.


Kamu mau makan apa hanny' ucap suamiku lembut,biar nanti Ramon yang membelikan. Rawon? Tanyaku.


Selesai meminta tolong Ramon,mas Al menjelaskan isi pesan itu semalam. Namun aku menolak untuk ingin tahu.


Aku mohon jangan bahas itu dulu' ucapku lalu melepas tangannya dan beranjak.


Namun di cegah oleh mas Al,Ok aku tidak akan melanjutkan tapi plis jangan pergi lagi' ucap mas Al memohon.


Aku terdiam. Hening hanya suara dengkuran halus dari Agung yang terdengar.


Sedetik kemudian,terdengar suara keras dari luar.


Hadeh si halu' ucap Neneng dengan keras. Diam kamu b*bu' ucap wanita itu tak kalah keras.

__ADS_1


Terlihat wak Paijo tergopoh-gopoh berlari mengejar wanita tadi. Neneng pun mengalihkan pembicaraan ke wak Paijo,tanpa wanita itu tau,Neneng sudah telfon Tante Siska.


Dan di seberang sana,tante Siska yang sedang ke kantor mengernyitkan keningnya. Neneng ? Tanyanya dalam hati.


Dia lalu mengangkat telepon nya. Terdengar di rumah Agung rame,Woi ba*u dimana si Al ? Tanyanya tanpa sopan.


Mendengar hal itu,gegas tante Siska berlari. Sesampai di mobilnya. Pak cepat pak,kerumah Agung sekarang ! Titah tante Siska.


15 menit berlalu,kami bertiga masih di kamar. Dan mereka bertiga juga masih ribut. Aku dan mas Al hanya mendengarkan. Sedangkan Agung, ke kamar mandi.


Tiba-tiba terdengar suara pintu dibanting. Aku terkejut pun demikian dengan mereka. Mas Al memelukku seraya menenangkan ku.


Oh jadi begini kelakuan kamu' ucap tante Siska. Mendengar suara tante Siska,aku memandang mas Al dan Agung bergantian.


Mereka hanya menggelengkan kepala. Lalu kami pun hanya menyimak. Tante' ucap wanita itu. Dasar tak tau terima kasih' ucap tante Siska. Wak Paijo dan Neneng,kalian kembalilah bekerja. Biar Asih,aku yang urus ' ucap tante Siska lembut.


Baik gan' ucap mereka bersamaan. Dan Kami pun keluar dari kamar,tanpa adanya mas Al. Ya itu karna mas Al enggan bertemu lagi dengan balita yang dulu dia periksa.


Tante Siska menatapku sendu,dan beralih menatap tajam Asih.(Ya dulu Asih seorang janda beranak 1,yang di tinggal suaminya meninggal dalam tugas. Suami Asih bernama Muhammad Ali,semua orang biasa memanggil Ali. Ali adalah ajudan suamiku tante Siska,selain baik Ali juga seorang sniper,bertanggung jawab dan selalu membanggakan semua orang. Namun naas tepat di hari ulang tahun putranya yang ke 3, Ali ditabrak orang tak dikenal. Saat itulah tante Siska membantu Asih baik materi dan kasih sayang.)


Namun 7 tahun lalu, Asih bertemu dengan mas Al tanpa sengaja. Karna putranya demam,dia lalu ke puskesmas terdekat.


Dan bertemu dengan mas Al,yang saat itu di tugaskan oleh orang tuanya kesana. Dan dari sinilah perhatian kecil mas Al pada putra Asih,disalah gunakan Asih.


Aku dan Agung saling pandang,lalu menghembuskan nafas kami dengan kasar.


Gung' panggil ku. Ramon lama banget ya' ucap ku. Lha emang kakak ipar nyuruh Ramon kemana ? Tanya Agung. Beli lobster daritadi belum datang' ucapku.


Agung lalu mengambil gawainya,ni udah arah pulang kak' ucap Agung sambil tersenyum.


Saatnya makan' ucapku seraya mengelus perutku. Agung pun tertawa renyah. Kakak ipar ni hiburan buat aku' ucapnya lirih.

__ADS_1


Bos' panggil Neneng tiba-tiba. Agung spontan menoleh. Kenapa Neng ? Tanya Agung. Bos enggak ikut duduk kesana ? Tanya Neneng. Enggak' ucapnya seraya berlalu.


Idih si bos,kaya cerita novel kanebo kering. Ngomong-ngomong ada enggak ya yang bisa cinta sama model kaya bos aku' ucap Neneng seraya berbigik. Udah garing,dingin dan galak lagi' ucapnya lagi.


__ADS_2