Jodohku Seorang Dokter.

Jodohku Seorang Dokter.
Part 32


__ADS_3

"Hanny' panggil mas Al. Hemm' jawabku. Besok pagi jalan-jalan yuk,ajak mas Al. Enggak mas,tolakku secara halus. Kenapa? Tanyanya."


"Aku enggak mau,kejadian yang lalu terulang' ucapku sedih. Huznuzon hanny' ucap mas Al. Insyaa ALLAH,tidak akan terjadi apa-apa' ucap mas Al."


Aku hanya menganggukkan kepala. Dan tak lama,kami tertidur. Tengah malam aku terbangun lagi,aku beranjak berdiri dan pergi ke dapur. Entah kenapa aku pengen makan buah apel.


Sesampai di dapur,aku membuka kulkas,dan mengambil buah apel di sana. Aku langsung mencuci nya dan memotong kecil-kecil.


Selesai itu,aku memakannya sambil liat tv. Tak berselang lama,buah yang potong habis,gegas aku mematikan tv dan mencuci garpu dan piring yang kotor.


Aku langsung ambil wudhu,dan sholat. Aku berdoa hingga menangis,memohon ampunan dan memohon diberikan keajaiban.


Sungguh anugerah dan keajaiban ALLAH,sungguh sangat benar. Saat aku menangisi dunia,aku langsung pingsan,namun saat aku menangisi dosa-dosaku, ALLAH meridhoinya.


Selesai sholat,aku membangunkan mas Al. Ya aku enggak mau,suamiku lalai dalam kewajibannya.


"Mas' panggilku pelan,seraya menci*m pipinya."


"Huam,astagfirullah' ucapnya. Bangun mas,waktunya sholat malam' ucapku. Ya hanny' jawabnya. Dengan langkah pelan,mas Al masuk ke kamar mandi,dan berwudhu."


Mas Al lalu ibadah dan mengaji. Selesai itu,mas Al langsung mandi. Aku lalu menyiapkan bajunya,dan melangkah keluar sebentar.


10 menit,mas Al sudah selesai mandi dan memakai bajunya. Dia langsung menyusulku keluar.


"Sudah selesai mas ? Tanyaku. Ya' ucapnya singkat. Ada masalah kah ? Tanyaku. Mas hanya menggelengkan kepala. Mas' panggilku lagi. Hemm' jawabnya."


"Aku nanti ke rumah ibu ya,izinku pada suami." Sama-sama siapa ? Tanyanya. Sendiri' ucapku."


Mas Al menatapku sendu,dan melarang aku. Aku langsung terdiam dan izin ke dalam. Mas Al pun hanya mengangguk.


"Cuek dan posesif' ucapku seraya melangkahkan kakiku dengan cepat."


Mendengar itu,mas Al langsung menemuiku. Aku berada di lantai atas,seraya melihat rumah-rumah sekitar.


Netraku tanpa sengaja melihat Amara, ya tepat di depan rumah kami. Aku melihat dia menyebutkan nama mas Al. Hatiku sangat sakit,suamiku di sebut oleh wanita lain.


"Hanny' panggil mas Al. Aku langsung menariknya dan membawanya masuk. Beruntung Amara tidak melihat kami. Aku lalu menceritakan semuanya kepada mas Al."


Mas Al langsung memelukku,tenang sayang,aku akan menjagamu' ucap mas Al.


Entah kenapa aku merasa mengantuk, dan aku terlelap di pelukannya. Saat aku tertidur,mas Al tersenyum. Tidurlah hanny,aku akan menemanimu' ucap mas Al.

__ADS_1


Hingga tepat jam 8 pagi,aku baru terbangun. Aku mengerjabkan m*t*, dan melihat sekelilingku. Mas Al masih di posisi yang sama. Setelah sholat tadi,mas Al memilih memelukku. Dan menemani aku,hingga aku bangun.


Dia menatapku seraya tersenyum. "Pagi istriku."


"Pagi' ucapku."


Kami beranjak bangun dan gegas mandi. 15 menit,kami selesai mandi. Selesai mandi,aku menyiapkan baju untuknya dan untukku.


Selesai semua,kami turun dan langsung sarapan. Mas Al langsung membuatkan aku susu hamil. "Di minum hanny' ucapnya".


Aku hanya menjawab dengan anggukan kepala. 20 menit,kami baru selesai makan,selesai makan aku mengantarkan mas Al ke depan.


Tak berselang lama,aku memilih masuk ke dalam rumah.


Hari ini aku memutuskan ke kolam ikan,entah mengapa tiap sendirian aku lebih suka ke sana.


Sambil memberi ikan hias makan,aku mengedarkan pandanganku ke seluruh tempat. Tepat di dinding ada bunga cantik banget,ingin mengambilnya, namun aku takut terpeleset.


Aku lalu mencari bibi dan mang Ujang. Sesampai di depan pintu,aku melihat mang Ujang pingsan. Dan disampingnya ada Amara.


Deg...


"Non,ini saya' ucap bibi seraya meninggalkan ruang tamu. Dan berjalan ke lorong rahasia."


"Kita mau kemana bi ? Tanyaku sedikit ngos-ngosan. Ya usia kehamilanku sudah masuk 7 bulan, jalan kelamaan akan terasa lelahnya. Itulah mengapa mas Al tidak bisa lama-lama meninggalkanku sendiri."


"Nona,masih kuat kan ? Tanya bibi. Insyaa ALLAH bi' ucapku seraya mengelap keringat dan mengatur nafas."


Di RS mas Al,Om Fadil dan kakakku merasa memiliki firasat tak baik. Dan benar saja,ajudan bayangannya mengabarkan semua tempat sudah di kepung musuh. Mereka semua kalah. Mendengar itu mas Al langsung melihat cctv rumah.


Tak menunggu lama,mereka bertiga melajukan mobilnya cepat. Sesampai di rumah,mereka bertiga tidak turun dari mobil dulu.


Mereka bertiga pun melihat Amara keluar dengan wajah cemberut. "Dimana dia ? Tanya Amara dengan penuh amarah. Tenang Mar,aku yakin dia belum jauh dari sini' ucap pria asing itu."


Mas Al bernafas lega,dan berdoa semoga istri,calon anaknya dan bibi tidak kenapa-kenapa. Aamin' ucapnya dalam hati.


Tiba-tiba dari arah seberang,nampak Agung berjalan dan menatap tajam Amara. Sesampai di depan Amara, Agung berhenti.


"Mar,ngapain lo ke rumah nyokap gue ? Tanya Agung."


"Gue mau bunuh Icha,karna dia, gue gagal membawa kembaran lo ke pelaminan' ucapnya."

__ADS_1


Sejenak Agung terdiam,dan mencoba mengirim pesan ke orang kepercayaannya.


Selesai bertukar pesan,Agung melihat sekeliling,dia tersenyum smrik. Ternyata cerdik juga dia,bahkan di seluruh tempat ada yang menjaga' ucapnya dalam hati.


"Serahin Icha sama gue' ucapnya. Mimpi' jawabnya. Atau lo gue bunuh' ucap Amara seraya menodongkan pist*l di dada Agung."


"Lo berani juga ya' ucap Agung nada santai. Tanpa takut sedikitpun. Ya lah, ngapain takut sama racun' ucapnya menohok."


Dor...


Tiba-tiba bunyi tembakan terdengar,namun tidak sedikitpun melukai Agung. Tapi mengenai Amara sendiri.


"Flasback oof"


Saat sedang menempelkan pis*ol ke arah Agung,tangan langsung mengalihkan arah pis*ol tersebut ke arah Amara.


Dan tepat mengenai dada Amara. Melihat itu,orang bayaran Amara,langsung menembak bertubi-tubi ke arah Agung.


Alhamdulillah tidak ada 1 peluru pun yang melukainya.


"Flasback on".


Setelah sudah tak ada Amara dan orang bayaran, Agung langsung masuk,mencariku. Namun nihil.


Tak berselang lama,mereka bertiga keluar,dan mencari aku.


Sedangkan aku sudah sampai di RS,di bawa oleh bibi. Karena pendarahan. Ya saat bibi bertanya,aku masih kuat atau tidak ? Saat itulah aku tak sadarkan diri,bibi pun panik.


Namun,kepanikan itu sirna melihat dokter tampan,tahu posisi mereka.


Tanpa banyak kata,dokter itu membopong tubuhku,awalnya bibi bertanya,dokter itu langsung menyerahkan gawainya.


"Saya orang baik bi,bibi tenang saja' ucapnya."


Selesai memeriksaku,dokter itu mengirimkan pesan ke Agung.


("Selamat Gung,keponakan kembarmu sudah lahir' tulis dokter itu.")


Mendengar hpnya berbunyi,Agung langsung membuka,dari temannya. Agung tersenyum senang,dan menunjukkan pesan itu kepada mereka.


Gegas mereka berempat datang ke RS.

__ADS_1


__ADS_2