Jodohku Seorang Dokter.

Jodohku Seorang Dokter.
Part 53


__ADS_3

"Kakak ipar kenapa kak ?" Tanyanya seraya menidurkan si kembar.


"Ada insiden kecil." Ucap suamiku.


"Weh bro, kapan kamu datang ?" Tanyanya.


"Belum lama Gung." Ucap kak Arfan.


"Bisa kita bicara ?" Tanya kak Arfan.


"Bisa." Ucap Agung.


"Ya sudah ayo." Ucapnya seraya pamit kepada kami.


Sementara mas Al menjaga kami. Dia menatapku dan meminta maaf.


"Hanny, maafin aku." Ucapnya.


"Iya mas." Ucapku.


Kami pun memutuskan untuk ikut istirahat, rasa lelah dan penat kian kami rasa, namun apalah daya, kami hanya lakon layaknya tokoh pemawayangan Jawa.


Hanya sabar,ikhtiar,ikhlas dan tabah dalam menghadapi segala ujian. Kami hanya saling menguatkan.


"Hanny, tahu enggak ?" Tanyanya.


"Apa ?" Tanyaku balik.


"2 hari ini, kak Dodhy drop." Ucapnya.


"Yang benar kamu mas ?" Tanyaku.


"Iya, dia terlalu memforsir tenaganya." Ucapnya jujur.


"Alhamdulillah sekarang sudah boleh pulang." Ucapnya.


"Dia telfon kamu kah ?" Tanyanya.


"Enggak, dia enggak telfon aku, namun Fadil telfon aku." Ucapnya.


"Oh." Ucapku.


"Kak Dodhy selalu begitu, tidak begitu memperhatikan kesehatan dirinya." Ucapku kesal.

__ADS_1


"Sabar han." Ucapnya seraya tersenyum.


"Kok senyum ?" Tanyaku.


"Gimana enggak senyum, kakak ipar sakit karena jatuh cinta." Ucapnya.


"Yang benar kamu mas ?" Tanyaku.


"Iya. Setahun belakangan ini, selain urus kerjaan, dia juga sedang jatuh cinta." Ucapnya.


"Dengan siapa ?" Tanyaku.


"Dengan Dinda,anak kepala desa." Ucapnya seraya tersenyum.


"Yang benar kamu mas ?" Tanyaku.


"Beneran." Ucapnya.


"Padahal dulu,kakakku enggak suka. Kok bisa ya jadi begini." Ucapku.


"Namanya di dunia hanny,yang terlihat mustahil bila ALLAH sudah berkehendak ya bakal terjadi." Ucapnya.


"Iya juga sih." Ucapku.


"Gung, Tante Rima dan tante Siska, meminta kamu cepat pulang." Ucapnya.


"Ck, palingan juga suruh nikah." Ucapnya.


"Emangnya kenapa ?" Tanyanya.


"Aku masih ingin sendiri." Ucapnya seraya cemberut.


"Aduh susah juga ya." Ucapnya.


"Susah kenapa ?" Tanyanya.


"Ya susah meyakinkan hati yang sudah tersakiti." Ucap Arfan seraya tertawa.


"Sialan kamu." Ucap Agung kesal.


"Gung memang kriteria kamu kaya apa ?" Tanyanya.


"Bahas yang lain kenapa sih ?" Tanyanya penuh kesal.

__ADS_1


"Yey ditanya itu dijawab bukan malah tanya balik. Ucap Arfan.


"Kamu kesini mau apa ?" Tanyanya.


"Mau nyampein pesan tante Rima dan tante Siska." Ucapnya jujur.


"Selain itu ?" Tanyanya.


"Hati-hati mereka sudah tahu keberadaan kalian. Tadi aku kesini, ada yang ngikutin aku. Beruntung mereka berhasil di tangkap." Ucapnya lirih.


"Huff, aku heran dengan mereka, kenapa mereka mengganggu kakak ipar ?" Tanyanya.


"Karena keinginan mereka membunuh keturunan dari mertua kakakmu." Ucapnya.


"Gila banget." Ucapnya lirih.


"Ya itulah dunia." Ucapnya.


Di lain wilayah, nampak Dodhy sudah mulai kerja. Ditemani dengan Ridwan.


"Wan, hari ini kamu urus mata-mata yang berhasil kita ringkus, Dan yang lain kerjakan tugas kalian masing-masing." Ucapnya.


"Baik bos." Ucap mereka.


Sementara Fadil, kini disibukkan dengan kedatangan saudara jauhnya. Ya dia Fadila, anak dari budhenya yang di Jogja.


"Aidu-aidu keponakan aku cantiknya." Ucapnya seraya mencium pipi gembul Nilam.


"Aduh, jangan dicium terus, entar efek lebaynya nular ke anak aku." Ucap Fadil.


"Dasar rese." Ucapnya.


Mendengar itu,Ninda menutup kedua telinganya dan langsung mengambil putrinya, untuk berjemur.


Sementara Aiman, sedang sibuk urus pasien dan terkadang bertukar pesan dengan Agung.


Sedangkan papi Taufan, mengadakan rapat di tempat tertutup. Dengan dihadiri orang kepercayaannya.


Sementara Arfin, masih sibuk kerja di RS, dia nampak baru selesai memeriksa para pasien. Setelah selesai, dia lalu ke kantin sebentar melepas penat.


Sedang asik makan, tiba-tiba matanya menatap seorang gadis cantik yang juga sedang makan.


Masyaallah cantik banget.Ucapnya.

__ADS_1


Dia lalu memotretnya. Alhamdulillah dapat juga. Semoga jodohku kamu cantik. Aamiin. Ucapnya.


__ADS_2