Jodohku Seorang Dokter.

Jodohku Seorang Dokter.
Part 26


__ADS_3

"Ramon pun telah datang,aku sudah menunggu di teras depan. Yang 1 buat kalian ucapku kepada Ramon. Makasih nona' ucapnya seraya tersenyum. Sama-sama' balasku."


Aku lewat pintu belakang lagi,sesampai di dapur aku menyuruh Neneng. Mengambilkan nasi untuk wak Paijo dan Ramon dan juga dirinya.


Setelah selesai mengambil,aku lalu mengambilkan untuk kami bertiga. Aku,mas Al dan Agung.


Selesai menyiapkan aku mengambil nampan. Dan menawari tante Siska makan.


Tante Siska hanya menyunggingkan senyuman ramah. Seraya berkata,yang sabar cantik. Insyaa ALLAH tante' ucap ku.


Astagfirullah kakak ipar' ucapnya terkejut. Maaf,ini makan dulu' ucapku seraya memberikan piring nya. Maksih kakak ipar' ucapnya.


Berbeda dengan mas Al,dia masih sayu. Aku pun mendekatinya dan menyuapi nya. Dia hanya menurut. Ditengah ia makan,air m*t*nya keluar.


Aku pun lalu memberikan dia minum. Setelah memberi suamiku minum,aku menyuapi nya lagi. Dan selesai menyuapi,aku menyiapkan obat untuk mereka.


Dan mereka meminumnya,mereka pun tertidur kembali. Aku melanjutkan makan. Selesai makan,tak lupa aku membawa nampan keluar.


Aku mengernyitkan keningku,tiba-tiba ada anak kecil melihatku keluar dari kamar. Papa ma' ucapnya seraya teriak.


Tante Siska menatapku seraya menggelengkan kepala. Aku tidak tau maksudnya apa.


Saat melangkah ke dapur,Neneng menghalangi aku. Udah nonton biar saya saja' ucapnya. Makasih ya Neng' ucapku pelan. Ya non.


Aku kembali lagi ke kamar, Aku cek kondisi mas Al dan Agung bergantian. Alhamdulillah panasnya turun. Aku pun duduk di bawah,seraya memeluk mas Al.


Dan tertidur dengan posisi duduk miring. 1 jam berlalu,mas Al terbangun. Dia mengerjabkan m*t*nya,seraya memiringkan tubuhnya.


Astagfirullah,hanny' panggil mas Al. Ya ALLAH kakak ipar' ucap Agung yang terbangun karna mendengar mas Al terkejut.


Mas Al langsung membopong ku dan menidurkan aku di King sizenya. Sedangkan Agung menyelimuti aku.


Gara-gara sakit,kita jadi merepotkan kakak' ucap Agung. Mas Al hanya terdiam. Mengingat kejadian tadi pagi,saat munt*h. Kak' panggil Agung. Aku ke atas dulu ya' ucapnya.


Ya' ucap mas Al. Mama di kamar ada papa ma' ucap anak kecil itu,yang lalu dapat tatapan tajam dari Agung.

__ADS_1


Spontan bocah kecil itu terdiam. Melihat itu tante Siska menyuruh Agung melepas kacamata nya.


Papa' ucap anak kecil itu tiba-tiba. Namun, saat ingin mendekat. Aku bukan papamu,papamu sudah meninggal' ucap Agung keras.


Spontan anak itu,mengajak pulang. Asih yang belum tahu pun spontan pamit pulang. Tak selang lama,tante Siska juga pulang.


Kini hanya tinggal Agung yang berdiri di teras.


Sedangkan mas Al,masih menemaniku. Tepat jam 12 siang aku terbangun. Melihat mas Al duduk di sofa,sambil menatap laptopnya.


Dan sesekali melirik ke arahku. Saat melihat ku sudah bangun, Mas Al tersenyum.


Aku lalu beranjak dari tempat tidur dan keluar kamar. Ku liat sepi,Neneng juga pasti tidur siang. Aku ke dapur mengambil minum dan makan buah.


Saat tengah makan buah, perutku tiba-tiba mual.


Huek...Huek. ..


Mendengar aku muntah,mas Al meletakkan laptopnya dan bergegas menghampiri aku.


Lalu memijit tengkuk ku pelan. Kami pun kembali duduk di meja makan. Sudah minum susu ? Tanya suamiku. Sudah mas,sebelum makan buah' ucapku seraya mengendus bau badan suamiku.


Mas Al mengernyitkan keningnya,hanny apa kamu jatuh cinta sama Agung' ucap mas Al.


Spontan aku menggigit lehernya. Dan beranjak pergi,namun di tahan oleh mas Al. Maaf hanny' ucapnya lagi.


Mas' entah kenapa dan entah kamu percaya atau tidak,kehamilan ku enggak ingin kalian berdua berpisah' ucapku.


Mas Al memelukku erat dan minta maaf. Aku capek mas,aku mau ke belakang dulu dan biarkan aku sendiri' ucapku seraya berlalu.


Sendiri disini,aku menatap kolam yang di penuhi ikan hias. Membuat mood ku berubah menjadi lebih baik,namun tanpa ku tahu mas Al melihatku dari jendela.


Maafin aku Cha' ucapnya. Setelah merasa baikan aku lalu kembali lagi. Dan segera mandi,biar seger.


15 menit,aku telah selesai mandi. Mas Al menatapku intens,karna lupa mengambil baju dan handuk.

__ADS_1


Dilihat demikian,aku pun meminta mengunci pintu,setelah di kunci aku pun berlari kecil ke almari. Mengambil baju.


Mas Al, hanya menggelengkan kepala dan kembali menatap laptopnya lagi. Saat tengah memakai baju,aku terkejut karna tiba-tiba ada ular di tempat baju.


Ahhh jeritku keras,spontan mas Al terkejut dan mendekati aku. Spontan mas Al langsung menutup pintu,dan menenangkan aku.


"Ramon' panggil Agung. Ya bos' ucapnya. Telfon temanmu yang pawang ular itu suruh kesini ! Perintah Agung. Baik bos' ucapnya seraya menelpon pawang ular."


Tak berselang lama,pawang ular datang dan menangkap ular itu. Setelah tertangkap,Agung pun bertanya pada pawang ular tersebut. Bang' panggilnya. Ya mas' jawab pawang ular tersebut.


Kira-kira ular ini sudah berapa lama bang sembunyi di almari baju saya ? Tanya Agung.


Baru 5 jam yang lalu' ucapnya seraya mengamati keseluruhan rumah.


Tapi lewat mana bang ? Tanya Agung lagi. Lewat jendela mungkin bang' ucap abang itu.


Setelah selesai,aku dan mas Al pamit pulang. Agung pun mengangguk kan kepala.


Tak berselang lama kami pun sampai di rumah. Aku lalu keluar dari mobil tanpa sepatah kata pun.


Mas Al merasa heran dengan pengakuan ku. Malam harinya,selesai makan,aku langsung masuk kamar dan mengunci pintu kamar. Dan menghidupkan kedap suara.


Bi' panggil mas Al, jangan diambil hati ya sikap istri saya' ucapnya dengan sopan. Ya den' ucap bibi.


Mas Al pun beranjak pergi dari meja makan dan menyusul ku. Sampai di kamar,di kunci' ucapnya lirih.


Panik' mas Al sangat panik. hingga dia mencoba melihat lewat cctv. Benar dugaannya, aku menangis tergugu.


Mas Al lalu ambil kunci cadangan dan berhasil membuka. Hanny' ucapnya seraya ngos-ngosan.


Aku pun perlahan pingsan. Mas Al memelukku erat. Dan bergegas membawaku ke RS.


Sesampai di RS,om Fadil memarahi mas Al. Ceroboh kamu,bukannya sudah sering ku ingatkan jangan buat dia menangis' ucapnya frustasi.


Mas Al tertunduk lesu. Melihat itu Ninda menengahi,mas sabar' ucap Ninda. Gimana aku bisa sabar,teman yang ku percaya malah' ucapnya terhenti karna Agung menengahi.

__ADS_1


Diam Dil,kamu enggak tahu apa yang kami alami sepulang dari pestamu dan di rumahku' ucap Agung.


Agung pun akhirnya menjelaskan dari awal sampai akhir. Mendengar itu Fadil dan Ninda terdiam.


__ADS_2