
Akhirnya pernikahan Lyvia dan Rangga sudah ditetapkan. Hal tersebut tentu membuat Rangga sangat bahagia, apalagi menikah dengan Lyvia merupakan keinginannya sejak dulu. Namun sayang, di hari pernikahan Lyvia kabur bersama ibunya ke luar negeri tanpa memberikan kabar apa pun kepada Rangga dan keluarganya.
Pesta pernikahan yang sejatinya akan digelar dengan begitu meriah, berubah menjadi suasana duka, terlebih ketika ayah Rangga dinyatakan meninggal karena serangan jantung. Hal tersebut sempat membuat Rangga depresi, dia menyalahkan dirinya karena memaksakan kehendak untuk menikah dengan wanita yang dicintainya, padahal sejak awal papa-mamanya sudah mengingatkan bahwa Lyvia bukanlah wanita baik-baik. Wanita itu tidak tulus mencintai dirinya. Dia hanya memanfaatkan Rangga untuk bisa memperoleh kehidupan yang nyaman. Wanita itu akan meninggalkan dirinya begitu ia mendapatkan laki-laki yang jauh lebih kaya. Dan kini, semua perkataan sang ayah menjadi kenyataan. Livya pergi entah kemana.
Sejak kejadian itu sifat Rangga berubah 180 derajat. Dia yang tadinya bersikap ramah dan hangat kepada siapa pun, kini menjadi sosok yang dingin dan tidak percaya dengan yang namanya cinta. Beruntungnya, Rangga masih bisa percaya dengan hubungan persahabatan, meski sebelumnya Nando pernah berkhianat dengan membocorkan rahasia perusahaan Wijaya kepada perusahaan lain. Nando mengakui kekhilafannya dan sekarang pria itu sudah kembali menjadi Nando yang selalu bisa diandalkan oleh Rangga.
***
Beberapa tahun kemudian....
Juan akhirnya kembali lagi ke Indonesia untuk membantu membongkar kebusukan yang dilakukan oleh Lyvia bersama dengan ayahnya. Iya setelah sekian tahun Lyvia pergi, wanita itu kembali dengan berpura-pura sakit.
Lyvia bertekad untuk bisa kembali bersama dengan Rangga. Padahal pria itu kini sudah menikah dengan wanita pilihan ibunya. Meski awalnya pernikahan Rangga itu terjadi karena adanya kontrak pernikahan, namun berkat kegigihan si wanita akhirnya Rangga bisa mencintai istrinya dengan tulus. Dan siapa yang menyangka, jika wanita yang sudah berhasil mengembalikan senyum dan menjadi istri dari Rangga itu adalah adik dari Mentari, Bintang. Dan kini berkat Juan, Rangga dan Bintang bisa terlepas dari jeratan tipu daya Lyvia dan ibunya. Ibu dan anak itu akhirnya berhasil digiring ke kantor polisi.
***
"Kenapa Kakak tidak jadi pulang bersama dengan Kak Mentari waktu itu? Padahal Kak Tari pernah bilang, akan membawa Kakak pulang dan mengenalkannya pada ibu. Andai saja waktu itu Kakak pulang bersama dengan Kak Tari, pasti Kak Tari masih bersamaku dan ibu?" tanya Bintang ketika ia dan Rangga makan siang bersama dengan Juan.
"Apa maksudmu? Bukankah Mentari sudah hidup bahagia dengan suaminya?" tanya Juan. Dia tidak mengerti kenapa Bintang tiba-tiba mengungkit kejadian yang sudah bertahun-tahun berlalu.
Bintang menggeleng. "Kak Iwan menjual Kak Tari entah kemana. Bertahun-tahun aku dan ibu mencarinya, tapi sampai sekarang kami belum bisa menemukannya," jelas Bintang dengan air mata yang mengalir di kedua pipi.
"Meski ibu tidak pernah mengatakan apa pun, aku tahu dia terus menyalahkan dirinya," tambah Bintang.
"Sayang, jangan berkata seperti itu pada Juan. Sejak kakakmu menikah sampai detik ini, tidak pernah sekalipun ia melupakan kakakmu. Bahkan berkali-kali ia mencoba menjalin hubungan dengan wanita lain, berkali-kali pula hubungan itu kandas di tengah jalan. Hatinya tetap untuk Mentari." Rangga ikut menimpali.
"Tapi, tetap saja. Gara-gara Kak Juan membuat Kak Tari patah hati, Kak Tari jadi menikah dengan Iwan." Meski Bintang menyadari bahwa semua yang menimpa kakaknya bukan seratus persen kesalahan Juan, tetapi dia tetap ingin menyalahkan pria yang pernah menjadi pacar kakaknya itu.
__ADS_1
Rangga hanya bisa menghela napas berat. Dia tahu kalau istrinya hanya membutuhkan tempat untuk bisa melampiaskan kesedihan atas semua hal yang menimpa kakaknya.
"Aku akan mencari Mentari. Kamu lihat saja, aku pasti bisa menemukannya dan membawanya pulang," ujar Juan. Dia yakin kalau dia akan bisa bertemu dengan wanita yang sudah mencuri hatinya tersebut.
"Sungguh?" tanya Bintang sambil melempar pandangannya ke arah Juan.
"Sayang.... "
"Aku bersungguh-sungguh. Aku pasti akan menemukan Mentari," jawab Juan penuh keyakinan. Dia berjanji pada dirinya sendiri untuk bisa menemukan Mentari.
"Aku dan Nando pasti akan membantumu." Rangga mengatakan hal itu sambil melempar pandangannya ke arah Nando.
Nando mengangguk, mengiyakan.
"Thanks ya, kalian tetap menjadi sahabat yang selalu bisa aku andalkan," balas Juan.
"Aku juga berterima kasih sama kamu karena kamu membantuku terbebas dari Lyvia yang ingin menipuku." Keduanya kemudian tertawa bersama-sama.
"Ingatlah. Dia bahkan pernah bilang, misal di dunia ini hanya tersisa satu cewek dan cewek itu adalah dia, dia nggak bakalan mau," jawab Nando.
"Benar, Mas, kamu ngomong kayak gitu?" tanya Bintang dengan menatap tajam sang suami.
"Kalian berdua ngomong apaan sih?" Rangga mendelik. "Nggak, Sayang. Mereka bohong!" elaknya.
"Awas ya, malam ini nggak ada jatah buat kamu!" ucap Bintang. Wanita yang sudah berhasil menaklukkan hati Rangga itu pergi meninggalkan restoran.
"Y-ya, Sayang, itukan masa lalu." Rangga merengek dan langsung mengikuti sang istri.
__ADS_1
Juan dan Nando tertawa melihat Rangga yang terlihat berbeda ketika berada di hadapan istrinya.
"Rangga benar-benar berubah, dia terlihat bucin dengan istrinya. Benarkan?" Juan melirik Nando.
"Tapi, aku senang. Sejak dia menikah dengan Bintang, ralat. Sejak dia menyadari bahwa ia jatuh cinta kepada Bintang, dia selalu terlihat bahagia," balas Nando.
"Kamu nggak ada niatan buat nyusul si Rangga?"
"Untuk saat ini bukan itu prioritasku. Aku masih ingin membayar kesalahanku pada Rangga dan keluarganya dulu," jawab Nando.
Iya, sejak insiden pengkhianatan yang ia lakukan. Nando masih tetap dihantui perasaan bersalah, meski Rangga dan keluarganya sudah memaafkan.
Nando sudah berjanji di dalam hati akan selalu mengabdikan hidupnya untuk membantu Rangga dan Keluarga Wijaya.
"Apa pun itu, aku berharap kamu pun bisa hidup bahagia, Ndo." Juan menepuk bahu Nando.
"Ohya, aku dan Rangga sudah mendapatkan sedikit informasi tentang keberadaan Mentari. Katanya dia dijual di salah tempat hiburan malam oleh suaminya.Aku dan Rangga sudah mencarinya ke beberapa tempat. Tapi, sampai detik ini kami belum menemukannya. Dan rencananya besok kami akan kembali mencari Mentari lagi."
Wajah Juan berubah sendu. Dia benar-benar menyesal karena dulu tidak benar-benar berusaha. Andai dia berusaha lebih keras lagi untuk mendapatkan maaf dari Mentari, pasti wanita itu tidak akan menikah dengan laki-laki bajingan macam Iwan.
"Aku yakin, kita pasti akan menemukan Mentari secepatnya." Kini giliran Nando yang menepuk bahu Juan.
Juan mengangguk.
"Aku juga cabut ya, aku harus kembali ke perusahaan Wijaya," pamit Nando.
"Ndo, kabari aku jika kamu mendapatkan info apa pun tentang Tari."
__ADS_1
Nando mengacungkan ibu jarinya sebelum akhirnya ia pun menghilang di balik pintu.
Juan menhembuskan napas panjang. "Aku pasti akan menemukanmu, Tari. Pasti," ucapnya dalam hati.