
...****************...
Terjadi perang dingin antara Lolita dengan keluarga nya Gatot. Bukan sekali terjadi perdebatan begini. Tapi seringkali terjadi namun Lolita mencoba mengalah demi kewarasan mental nya.
" Kok kamu jadi brutal begitu sih Lolita?! Seperti orang yang tidak berpendidikan saja" ujar ayahnya Gatot menegur Lolita.
" Ya aku kalo sudah marah bakalan beda dari yang seperti nya. Aku berusaha memaklumi dan mengerti kalian. Tapi apa yang aku dapatkan?! hanya sebuah pembullyan dan hinaan dari kalian saja" ujar Lolita kesal.
" Ya udah lah Lolita kita pulang saja. Aku gak mau masalah jadi tambah runyam" ujar Gatot sambil menarik tangan nya Lolita.
" Enak aja mau pulang. Setelah bikin keributan begini. Harusnya mba Lolita minta maaf sama ayah dan ibu. Termasuk sama aku juga" ujar Malika menyinggung aku.
" Kenapa aku harus minta maaf?! Apa ada kata aku yang salah?! Apa aku berkata fitnah?! Enggak kan?! Aku berkata sesuai fakta!! Yang awalnya memicu keributan siapa?! Aku atau ayah dan ibu?!" ujar Lolita membalikkan ucapan orangtua nya Gatot.
" Dasar gak tahu diri kamu!! Kalo bukan karena Gatot kasihan sama kamu!! Mana mungkin Gatot mau menikah sama kamu!! Kami mengijinkan Gatot menikah karena Gatot berjanji akan membantu kehidupan kami dan adik-adiknya meskipun sudah menikah " ujar ibunya Gatot keceplosan.
...****************...
Mendengar ucapan dari mulutnya ibunya Gatot. Makin membuat Lolita marah dan kesal terhadap keluarga nya Gatot yang tak tahu diri.
" Apa?! Kalian melakukan perjanjian agar aku bisa di restui menikah sama mas Gatot?! Kalian orangtua macam apa?! sampai segitunya mengekang Gatot seperti ini" ujar Lolita berkomentar.
" Ya wajarlah aku berkata begini. Soalnya kan Gatot itu anak ibu. Dan ibu yang melahirkan dan merawat serta membesarkan Gatot. Yang berhak atas Gatot itu kami orangtuanya. Bukan kamu istrinya. Karena kamu juga kalo pisah dengan Gatot hanya Bekasi istri" ujar ibunya Gatot mengomentari Lolita.
__ADS_1
" Terus mau nya ibu apa?! Aku pisah sama mas Gatot?! Biar mas Gatot jadi milik ibu gitu?! Pernah gak mikir?! mas Gatot menikahi aku juga gak mikirin tentang perasaan ibuku yang sudah di tinggalkan ayahku yang sudah meninggal dunia. Ibu ku tinggal sendiri di rumah tanpa ada temen ngobrol. Ketika ibu menyuruh ibuku tak boleh ikut dengan aku dengan alasan gak boleh ibuku ikut campur dalam urusan rumah tangga " ujar Lolita bercerita.
" Udah deh mba Lolita gak usah memutar balikkan keadaan dan fakta nya?! Mba iri kan ibu jauh lebih sayang aku daripada kamu?!" ujar Malika membanggakan diri sendiri.
" Ngapain juga aku iri sama kamu Malika?! Kalo ibu jauh lebih sayang kamu daripada aku ya wajarlah. Kamu anak kandungnya. Sedangkan aku hanya mantu alias orang lain" ujar Lolita sambil menangis.
" Ayo Lolita pergi dari sini?! Jangan bikin keributan makin parah. Kamu pamit!!" ujar Gatot menarik tangan nya Lolita ke arah parkiran mobil di halaman depan rumah orangtuanya Gatot.
...****************...
Gatot pergi meninggalkan rumah orangtuanya. Sedangkan orangtuanya Gatot pun syok dan terkejut dengan sikap frontal dan memberontak dari Lolita yang memendam perasaan nya yang selama ini di rasakan dalam hatinya Lolita.
" Tuh lihat kan mantu ibu. Awalnya baik mau pamer belikan ibu perhiasan!! Ujungnya apa?! hanya bikin keributan saja" ujar Malika menjelekkan Lolita.
" Sebenarnya bukan salah mba Lolita. Tapi juga salah kamu Malika,ayah dan ibu yang menyinggung soal hamil dan anak. Sudah tahu mba Lolita kalo di omongin begitu pasti auto ngamuk" ujar David berkomentar.
" Benar yang di katakan oleh David. Mungkin sekarang Lolita melampiaskan rasa kesal dengan ibu dan Malika yang gak menghargai perasaan Lolita. Ayah jadi merasa bersalah." ujar ayahnya Gatot merasa bersalah.
" Ngapain ayah merasa bersalah. Toh emang mba Lolita itu songong sama orangtua. Bukti nya Berani ngomong keras dan kasar sama ibu" ujar Malika berkomentar.
" Benar yang di katakan oleh Malika. Kalo Lolita seorang yang tempramental " ujar ibunya Gatot menjelekkan Lolita.
...****************...
__ADS_1
Saat di mobil. Gatot pun menyetir dalam perjalanan menuju pulang ke rumah. Lolita dan Gatot diam seribu bahasa. Tak ada obrolan. Hanya air mata Lolita tak berhenti mengalir mengingat kejadian tadi di rumah orangtuanya Gatot.
" Sudah berapa kali aku bilang sama kamu sayang. Tolong di rumah ibu kendali kan emosi kamu. Jangan bikin ribut. Masa kalo setiap ngumpul ujungnya pada ribut sih" ujar Gatot menegur Lolita.
" Aku sudah berusaha kendalikan emosi aku. tapi kan kamu lihat sendiri orangtua kamu dan Malika menyudutkan aku terus. Berasanya aku ini jadi tersangka di mata mereka. Padahal aku jadi korban dalam keributan ini" ujar Lolita membela diri.
" Ya aku tahu bahwa orangtuaku dan Malika salah dalam bersikap. Ya tapi kenapa kamu mesti melawan dengan mengungkit uang yang pernah aku kasih ke mereka?! Nanti mereka tersinggung loh" ujar Gatot menasehati Lolita.
" Bodo amatan dengan mereka tersinggung. Sekarang aku gak perduli. Toh aku berkata kenyataan. Alias sesuai fakta. Apalagi adik kamu Malika. Sudah tahu hamil duluan tapi masih aja gak mau mengakui?! Takut di marahin sama ayah kamu kan?!" ujar Lolita berkomentar.
" Kenapa pada ngurusin hidup orang sih? Kalo Malika hamil duluan ya itu mah resiko dia. Biar aja dia yang ngalamin dan dia yang menjalani. Kamu gak perlu berkomentar apalagi ngurusin hidup orang " ujar Gatot memberitahu.
" Aku gak ngurusin hidup Malika. Hanya saja aku merasa tersinggung. Kenapa kita doang yang di suruh buru-buru punya anak?! Sedangkan Malika juga yang sudah tiga tahun menikah gak suruh cepat-cepat punya anak juga?!" ujar lolita mempertanyakan.
" Tau dah. Itu urusan ayah dan ibu. Kita gak perlu ikut campur. Sekali lagi kamu bawel dan ngebahas hal ini. Kamu akan aku hukum" ujar Gatot mengancam Lolita.
" Kenapa harus aku yang di hukum?! Harusnya orangtua kamu dan Malika juga harus di hukum juga dong. Kenapa hanya aku saja?! Ini gak adil buat aku" ujar Lolita memprotes.
" Kebiasaan ya kamu kalo di nasehatin dan di omongin selalu aja Berani ngelawan nya. Gak menghargai aku juga sebagai suami kamu" ujar Gatot kesal.
" Aku bukannya melawan. Hanya mengemukakan pendapat?! Apa salah?!" ujar Lolita menjelaskan.
...****************...
__ADS_1
Sesampainya di rumah. Gatot dan Lolita menjadi perang dingin. Saling tak menyapa ataupun mengobrol. Efek ribut di rumah orangtuanya Gatot. Lolita merasa kesal dengan perlakuan orangtuanya Gatot dan Malika. Sedangkan Gatot malu dengan sikap Lolita yang frontal dan memberontak kepada orangtuanya.