
...****************...
" prak!!"
Tamparan keras itu mengenai wajahnya Gatot sangat keras dari tangan halusnya Lolita. Selama ini Lolita berusaha tidak kasar dengan Gatot. Namun ucapan dan pembicaraan dengan Gatot membuat Lolita terpancing oleh amarah yang selama ini di pendam selama bertahun-tahun. Lolita mencoba untuk menjadi istri yang baik menurut versi Gatot. Tapi kenyataannya bukan pujian yang di dapatkan hanya sebuah cemoohan dan sindiran pedas.
" Maksudnya kamu ngomong tadi apa?! Kamu pikir aku wanita murahan gitu sama Franco nginep berdua dan melakukan hubungan intim gitu?! Sepicik itukah pemikiran kamu sama aku?! Meskipun aku dan Franco liburan berdua. Tapi Franco otaknya gak mesum seperti kamu" ujar Lolita menjelaskan.
" Aku gak ngomong begitu kok. Apalagi berpikiran mesum begitu. Hanya saja kali ada orang lain yang mendengar cerita ini pasti akan berpikiran seperti itu. Makanya pulang lah. Jangan keras kepala begitu" ujar Gatot berkomentar.
"Kalo kamu kesini hanya membahas soal aku yang liburan sama Franco. Lebih baik kamu pergi dari sini!! Aku muak melihat wajah dan ucapan kamu!!" ujar Lolita marah.
" Tidak!! Aku kesini ingin mengajak kamu pulang sama kamu!! Aku akan berusaha agar kamu mau pulang sama aku" ujar Gatot memberitahu.
" Simpan serta kubur keinginan dan harapan kamu agar aku bisa pulang ke rumah kamu lagi!! Karena buat aku hubungan rumah tangga kita tak bisa di selamatkan dan tak bisa di pertahankan!! Sudah lah Gatot kamu pulang sana!! Sudah larut malam!!" ujar Lolita mengusir Gatot.
" Apa kamu sudah gak ada rasa sayang dan cinta sama aku lagi Lolita?!" tanya Gatot penasaran.
" Masalah kita sudah kompleks. Bukan tentang perasaan kita lagi. Tapi sudah menjadi masalah yang mendalam dari dulu kini di bongkar lagi oleh keluarga kamu. Aku males sudah jika kembali harus berhadapan dengan keluarga kamu yang terus menerus ikut campur dalam rumah tangga kita. Aku menyerah!! Cukup sampai disini ya!! Tolong ceraikan aku dan ikhlaskan aku bahagia dengan kesendirian aku" ujar Lolita berkomentar.
" Tolong Lolita!! Berikan aku kesempatan kedua!! Aku janji akan melakukan apapun agar kita bisa kembali jadi suami istri yang kamu inginkan " ujar Gatot memohon kepada Lolita.
" Aku sudah seringkali ngasih kamu kesempatan!! Tapi kamu gak pernah memanfaatkan dengan baik" ujar Lolita dengan ketus.
__ADS_1
" Ya aku tahu kalo aku sudah sangat salah dan kejam dengan kamu!! Tapi jangan hukum aku begini terus!! Aku rindu kamu yang dulu!! Tolong kembali jadi Lolita yang paling aku cinta" ujar Gatot berlutut di hadapan Lolita.
...****************...
Lolita masuk ke dalam rumah nya Yuni. Tanpa menengok ke arah Gatot. Lolita sudah sangat kecewa dengan sikap nya Gatot yang tak punya prinsip. Selalu percaya dengan omongan orangtua nya di bandingkan Lolita. Hujan deras mengguyur di daerah rumahnya Yuni. Hujan berlangsung lama dari jam dua belas malam hingga jam empat subuh. Pagi hari jam enam pagi saat sarapan. Tiba-tiba Daniel menggotong tubuh Gatot yang sudah kaku dan kedinginan karena kehujanan masuk ke dalam rumah.
" Bunda!! Tolong om gatot seperti nya kehujanan semalam!! kita harus bawa ke rumah sakit" teriak Daniel memberitahu.
" Apa?! Gatot kehujanan semalam?! Kok bisa sih?! Bodoh banget sih Gatot?!" ujar Yuni terkejut.
" Biarin ajalah!! Itu juga paling pura-pura sakit biar aku luluh dan simpati dengan Gatot" celetuk Lolita sambil menikmati sarapan pagi bersama.
" Ya ampun!! Iya dingin banget tubuh nya!!" ujar Yuni habis memegang kening nya Gatot.
" Kok jadi aku sih?! Ini kan bukan ulah aku?!" ujar Lolita merasa tak bersalah.
" Udah kamu duduk!! Biarkan Gatot tidur di pangkuan kamu!! Biar hangat badannya" ujar Yuni memberikan perintah.
" Tapi aku kan mau kerja!! Kalo menemani Gatot ke rumah sakit bisa terlambat datangnya " ujar Lolita mengeluh.
" Ini masalah nya kalo kita gak tolong! Nyawa Gatot bisa melayang! Gak mau kan terjadi penyesalan selama nya" ujar Yuni menjelaskan.
" Hemmmmm " ujar Lolita dengan muka masam.
__ADS_1
...****************...
Yuni langsung menuju rumah sakit terdekat dari rumahnya. Daniel di suruh di rumah menemani adiknya. Sesampainya di rumah sakit. Gatot langsung di bawa ke ruangan IGD( Instalasi Gawat Darurat). Terlihat Yuni sangat cemas. Sedangkan Lolita terlihat sangat santai.
" Eh semalam kamu dan Gatot ngobrol apa sih?! Sampai Gatot nekat semalaman hujanan di luar rumah aku?! Mampus dah aku kalo Gatot kenapa-kenapa!!" tanya Yuni dengan wajah paniknya.
" Hanya mengobrol biasa. Gatot meminta aku pulang dengannya. Aku menolak untuk pulang dengan alasan aku mau kalo kami bercerai. Gatot menolak bercerai. Akan menunggu aku untuk pulang bersama nya. Aku gak tahu bahwa Gatot menunggu di luar itu kehujanan. Aku pikir Gatot menunggu di mobilnya" ujar Lolita bercerita.
" Aduh,Gatot!! Bodoh banget sih!! Gak di pikir dampaknya!! Kalo begini kan jadi menyusahkan aku dan kamu Lolita!!" ujar Yuni sambil tepok jidat.
" Kalo kamu mau kerja. Ya udah tinggal aja. Nanti aku juga akan berangkat kerja. Jadi kita tinggal aja Gatot di rumah sakit. Biar nanti perawat atau dokter menghubungi kita" ujar Lolita menjelaskan.
" Eh enggak bisa begitu Lolita!! Mau gimana pun kamu masih istri sah gatot secara hukum!! Jadi kamu yang berhak menemani Gatot ya!!" ujar Yuni memberitahu.
" Lah kok jadi aku yang suruh bertanggung jawab atas masalah ini?! Kan aku gak menyuruh Gatot buat mandi hujan semalaman " jawab Lolita ketus.
" Ya tetap aja. Kalian masih suami istri secara pengadilan negeri agama. Selama belum ada surat akte cerai. Kalian masih pasangan suami-isteri. Aku mohon. Tolong jangan bersikap kejam sama Gatot ya Lolita!! Aku tahu Gatot dan keluarganya sangat bersalah dengan kamu!! Tapi aku tahu kamu Lolita sangat baik hati dan gak akan tega sama Gatot" ujar Yuni berkomentar.
" Aku sudah gak mau terlibat dalam masalah apapun dengan Gatot maupun keluarga nya. Tolong pahami aku Yuni" ujar Lolita menjelaskan.
" Aku mohon Lolita!! Ini bukan masalah kebencian dan rasa kecewa kamu sama Gatot!! Ini tentang nyawa Gatot yang bisa aja hilang kalo kamu gak kasih perhatian kepadanya!! Jangan sampai menyesal ya kalo sampai Gatot meninggal dunia " ujar Yuni berusaha menakuti Lolita.
...****************...
__ADS_1
Yuni geleng-geleng kepala dengan sikap dingin dan keras kepala nya Lolita terhadap Gatot. Bukan tanpa alasan Lolita menjadi mati rasa terhadap Gatot. Namun Yuni juga gak akan tega meninggalkan Lolita dan Gatot berdua di rumah sakit berdua.