JUST GIVE ME A REASON

JUST GIVE ME A REASON
bab 50. Kuat di luar rapuh di dalam


__ADS_3

...****************...


Meskipun masalah yang di alami Lolita sangat berat dan bertubi-tubi. Setidaknya Lolita berusaha jadi wanita yang kuat dan tegar. Agar Lolita tak membuat orang sekeliling yang Lolita cintai menjadi cemas dan khawatir akan kondisi mental dan kesehatan jiwanya. Terlihat nampak kuat meskipun rapuh di dalamnya.


" Aku pamit pulang ya ibu. Sophia tolong jaga dan rawat ibu. Maaf aku gak bisa menginap disini terlebih dahulu. Karena aku ingin mencari tempat untuk menenangkan diri besok" ujar Lolita memberitahu.


" Aku siap menemani kamu Lolita. Besok aku pulang sore. Jadi bisa menemani kamu" ujar Yuni berkomentar.


" Ya terimakasih banyak ya Yuni. Sudah jadi bestie terbaik buat aku" ujar Lolita sambil tersenyum.


" Kalo mba Lolita butuh bantuan. Aku juga siap membantu " ujar Sophia menawarkan diri.


" Aku hanya ingin kamu Sophia menjaga dan merawat ibu. Kalo soal tempat tinggal aku masih bisa mencari bareng Yuni. Aku palingan untuk sementara gak ambil baju di rumah gatot. Kalo keadaan sudah membaik baru ambil baju ke rumah Gatot. Sambil membicarakan tentang masalah kami dengan baik" ujar Lolita menjelaskan.


" Kalo misalnya Gatot menyadari kesalahannya meminta maaf serta memohon untuk di berikan kesempatan kedua gimana?!" tanya alpha penasaran.


" Gak tahu. Belum bisa kasih jawaban. Karena aku masih memikirkan ketenangan jiwa aku agar bisa waras dalam bekerja untuk usaha baju pengantin aku" ujar Lolita bercerita.


" Ya semoga dengan kamu menenangkan diri. Kamu tidak salah dalam ambil keputusan. Ingat aku ingin kamu merasakan hidup bahagia" ujar alpha berkomentar.


"Terimakasih atas doanya dan support nya ya alpha. Maafkan aku belum bisa balas kebaikan kamu" ujar Lolita sambil tersenyum.


" Ya sama-sama. Aku senang jika melihat kamu bahagia. Tapi aku akan sedih jika kamu menangis" ujar alpha memberitahu.


...****************...


Lolita dan Yuni berpamitan kepada ibunya Lolita,Sophia dan alpha untuk pulang ke rumahnya Yuni sementara sampai Lolita mendapatkan apartemen untuk di beli dan di tempati. Dalam perjalanan menuju rumahnya Yuni. Tiba-tiba saja Yuni mengajak Lolita ke minimarket untuk membeli kopi dan cemilan.


" Maaf istirahat sebentar ya beli kopi dan cemilan. Aku sangat ngantuk sekali hari ini " ujar Yuni sambil membayar kopi dan cemilan.

__ADS_1


" Iya enggak apa-apa. Santai aja kok Yuni. Lagian kan pulangnya satu arah" ujar Lolita memberitahu.


" Kamu gak pengen beli kopi atau cemilan?!" tanya Yuni penasaran.


" Aku membeli permen kopi dan minuman dingin" ujar Lolita sambil menunjukkan kepada Yuni.


" Sini aku bayarin sekalian. Mumpung aku sudah berada di depan kasir" ujar Yuni sambil mengambil minuman dan permen kopi milik Lolita.


" Ih gak usah. Aku bisa bayar sendiri" ujar Lolita merasa tak enak hati.


" Udah gak usah gengsi sama aku. Kaya sama siapa aja" ujar Yuni sambil tertawa.


" Hahaha.. aku kan gak enak sama kamu Yuni. Udah numpang tidur di rumah kamu. Masa beli permen kopi dan minuman dingin juga minta di traktir sih" ujar Lolita merasa tak nyaman.


" Kita kan bestie. Jadi aku akan bantu kamu dalam susah dan senang " ujar Yuni sambil tersenyum.


...****************...


Usai membayar makanan cemilan dan minuman. Lanjut Yuni dan Lolita mengobrol di dalam minimarket.


" Kamu yakin Lolita mau beli apartemen?! Gak buang-buang uang?! Kan kamu bisa buat menenangkan diri menginap di rumah aku atau di rumah ibu kamu?!" ujar Yuni mempertanyakan.


" Aku sudah sangat yakin dan mantapkan hati untuk membeli apartemen. Soalnya aku gak mau merepotkan kamu maupun keluarga aku" ujar Lolita memberitahu.


" Merepotkan dari mana sih?! Kamu sama sekali gak merepotkan aku. Malah aku dengan senang hati membantu kamu. Apalagi kamu dalam kondisi masalah begini. Pasti kamu butuh temen buat curhat dan menguatkan" ujar Yuni menjelaskan.


" Tetap saja. Aku merasa tak enak hati. Apalagi kamu punya keluarga yang di urus. Aku gak mau menjadi beban bagi kamu dan keluarga kamu. Gak usah khawatir ya. Aku bisa kuat dan tegar dengan masalah ini" ujar Lolita menjelaskan.


" Jujur saja aku tak menyangka bahwa ibunya Gatot akan berkata seperti itu sama kamu. Pantesan aja kamu suka stress dan sakit kepala. Kalo modelan mertua begitu juga mana ada menantu yang tahan. Kamu selama enam tahun bertahan. Termasuk hebat" ujar Yuni memuji Lolita.

__ADS_1


" Mungkin orang mikir aku bertahan selama enam tahun karena bucin( budak Cinta). padahal aku bertahan karena berharap Gatot akan berubah seperti suami yang aku inginkan. Tapi kenyataannya malah mengecewakan" ujar Lolita berkomentar.


" Ya begitulah kalo kita terlalu berharap dan terlalu berekspektasi tinggi. Kalo gak sesuai harapan bisa jadi hanya ada kecewa saja." ujar Yuni menasehati.


" Ya betul. Aku terlalu berharap banyak sama Gatot. Tapi nyatanya Gatot selalu membuat aku sakit hati dan kecewa " ujar Lolita berargumen.


...****************...


Menikmati keindahan malam sambil melihat mobil dan motor berlalu lalang. Membuat Lolita dan Yuni merasa hidup terasa sangat pahit ketika banyaknya masalah datang dalam hidupnya Lolita.


" Sebenarnya waktu kamu memilih menikah dengan Gatot. Aku merasa kurang suka. Karena terlihat bahwa Gatot tak mencintai kamu. Aku bisa merasakan hal tersebut" ujar Yuni berkomentar.


" Ya mungkin salah aku yang terlalu mencintai Gatot. Tapi berharap balasan cinta. Malah kecewa yang aku dapat. Makanya ini aja aku pergi dari rumahnya sama sekali Gatot tak menghubungi aku. Sudah terlihat jelas bahwa aku gak di sayang oleh Gatot dan tak jadi prioritas dalam hidupnya Gatot" ujar Lolita menjelaskan.


" Ya udah sabar. Sekarang kan kamu sedang menenangkan diri. Setidaknya kamu harus banyak berpikir bahwa setiap masalah yang datang dalam hidup kamu. Tanggapan Gatot juga gak sesuai dengan harapan kamu. Untuk apa kamu pertahankan hidup rumah tangga sama pria yang sama sekali gak perduli sama kamu" ujar Yuni menasehati Lolita.


" Hemmmmm.. entahlah. Aku sedang menimbang dan mempertimbangkan semua keputusan yang aku ambil. Seringkali aku berpikir untuk berpisah. Tapi aku takut jika aku berpisah dengan Gatot. Maka Gatot akan bersikap arogan dan seperti orang gila" ujar Lolita berkomentar.


" Kenapa kamu harus memikirkan kondisi kesehatan jiwa Gatot?! Harusnya kamu memikirkan tentang kondisi kesehatan mental kamu juga lah?! Kamu harus menghargai dan mencintai diri kamu sendiri " ujar Yuni berargumen.


" Karena aku gak mau jadi orang yang egois. Hanya memikirkan diriku saja. Aku juga harus memikirkan tentang Gatot juga jika kami berpisah" ujar Lolita memberitahu.


" Kenapa sih kamu masih saja bersikap baik Lolita?! Padahal Gatot dan keluarga nya bersikap semena-mena sama kamu" ujar Yuni berpendapat.


" Kalo Gatot dan keluarganya bersikap jahat. bUkan berarti harus membalas kejahatan juga. Berarti aku sama aja kaya mereka dong. Aku gak mau seperti itu. Kalo di jahati harus balas kebaikan. Agar orang yang jahat bisa sadar" ujar Lolita menjelaskan.


...****************...


Usai menikmati kopi dan cemilan. Kemudian Yuni dan Lolita pun pergi meninggalkan minimarket menuju rumah nya Yuni untuk beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2