
...****************...
Gatot sangat menyayangkan bahwa pertemuan dengan Lolita tak sesuai dengan harapan Gatot. Tadinya berharap bahwa Gatot ingin membuat Lolita kembali ke rumah. Tapi di luar dugaan malah Lolita ingin pisah ranjang dengan Gatot.
" Aku akan mengambil baju dan barang-barang aku di rumah ini untuk tinggal di rumah ibuku. Silahkan kamu melakukan hal yang membuat kamu senang tanpa aku karena aku juga sudah tidak akan perduli akan kamu Gatot" ujar Lolita menuju kamar tidur nya.
" Tolong jangan bawa semua barang kamu Lolita. Aku masih berharap kamu akan kembali tinggal di rumah ini" ujar Gatot sambil memohon kepada Lolita.
" Itu gak yang mustahil Gatot. Aku sudah terlalu sakit hati dan kecewa dengan sikap kamu juga keluarga kamu. Tolong ikhlaskan aku untuk bahagia dengan versiku sendiri" ujar Lolita sambil mengambil baju dan barang-barang yang ada di kamar tidur nya.
" Apa aku harus berlutut di depan ibu kamu?! Dan memohon kembali sama ibu kamu bahwa aku bersalah telah mengucapkan talak cerai sama kamu Lolita?!" ujar Gatot memberitahu.
" Terserah dan bodo amat buat aku!! Karena aku akan tetap pada prinsip dan pendirian aku untuk tetap berpisah dengan kamu!!" ujar Lolita mengepakkan baju dan semua barang nya.
" Jika kamu ingin menenangkan diri di rumah ibu kamu silahkan!! Aku takkan melarang kamu!! Yang penting kamu pulang sebelum tiga bulan!! Soalnya masa Iddah talak hanya tiga bulan" ujar Gatot menjelaskan.
" Aku gak memikirkan hal itu!! Buat aku kita sudah pisah ranjang selama satu bulan udah jadi jawaban bahwa aku takkan kembali lagi ke rumah ini" ujar Lolita berpamitan dengan Gatot.
" Tolong pikirkan kembali Lolita!! Aku masih sayang kamu!! Aku masih cinta kamu!!" ujar Gatot menangis.
__ADS_1
...****************...
Lolita dan Sophia tak menggubris perkataan Gatot. Mereka langsung pergi meninggalkan rumah nya Gatot dengan grab car. Dalam perjalanan Lolita mencoba menenangkan hati dan pikiran usai berdebat hebat dengan Gatot.
" Mba Lolita hebat!! Aku acungkan jempol!! Berani mengutarakan isi hati tanpa nangis di depan mas Gatot!! Sekarang sudah merasa lega ya mba?!" ujar Sophia memuji Lolita.
" Sebenarnya tadi di rumah Gatot itu mba deg-degan banget. Gugup dan juga keringat dingin tangan Sampai kepala mba. Tapi melihat Gatot dengan ucapan dan sikapnya begitu!! Mba jadi punya kekuatan untuk melawan Gatot dengan perdebatan yang sengit!! Bukan mba yang kalah mental!! Tapi Gatot yang kalah mental dengan banyak argumen dari mba!!" ujar Lolita menjelaskan.
" Haruskah aku ceritakan hal ini sama ibu?! Agar ibu bisa tahu apa yang terjadi antara mba Lolita dan mas Gatot?!" tanya Sophia penasaran.
" Untuk saat ini jangan di beritahu dulu. Soalnya kamu tahu kan emosi ibu sedang menggebu-gebu ketika mendengar nama Gatot dan keluarganya. Nunggu emosi ibu menurun baru kita ceritakan hal ini.Kalo di ceritakan sekarang juga. Aku yakin ibu pasti bisa melabrak Gatot dan keluarganya. Kamu tahu sendiri kan ibu gak akan terima jika aku maupun keluarga kita di hina atau di jelekkan?!" ujar Lolita memberitahu.
" Hemmmmm.. entahlah Sophia. Mba juga bingung. Belum bisa menentukan keputusan. Tapi kalo dengan masalah Gatot berselingkuh buat tamparan banget buat mba. Apalagi keluarga nya Gatot menyalahkan mba karena perselingkuhan Gatot. Bukan malah menyalahkan Gatot. Itu yang bikin mba muak" ujar Lolita berkomentar.
" Kalo aku boleh ngasih saran sih mba ikutin kata hati mba Lolita. Kalo mba Lolita udah enggak kuat ya udah tinggal kan saja mas Gatot. Daripada mba Lolita terus menerus jadi orang yang di salahkan. Mungkin dengan begitu Gatot dan keluarganya takkan mengganggu hidup mba Lolita lagi" ujar Sophia memberikan saran.
" Ada terbesit keinginan mba ingin pisah. Tapi mba masih malu jika harus menyandang status janda. Apalagi di lingkungan rumah kita status janda di pandang sebelah mata" ujar Lolita berkomentar.
...****************...
__ADS_1
Sophia tak bisa berkata apa-apa. Ketika Lolita masih malu dan takut dengan nantinya menyandang status janda. Apalagi di lingkungan rumah status janda di pandang kurang baik.
" Aku akan tetap support mba Lolita. Apapun nanti keputusan nya. Apalagi aku tahu talak cerai lewat telpon dari mas Gatot dengan emosi pasti membuat mba Lolita sangat syok dan terkejut" ujar Sophia berkomentar.
" Bukan lagi syok dan terkejut. Tapi mba sebenarnya kena mental. Merasa kiamat dalam hidup mba. Apalagi masalah silih berganti. Seakan mba gak di kasih jeda buat nafas dan berpikir apa yang akan mba lakukan selanjutnya" ujar Lolita memberitahu.
" Apalagi pas ibunya mas Gatot mempermalukan mba Lolita mengenai perselingkuhan mas Gatot. Buat aku sikap orangtua yang hanya melindungi anaknya. Tanpa mikirin perasaan mantunya. Seakan cuci tangan dalam masalah tersebut. Kan otaknya gak di pake banget. Ketahuan kaya orang yang berpendidikan " ujar Sophia menjelaskan.
" Ya gimana ibunya Gatot mau bersikap baik dan sopan santun. Kan ibunya Gatot ga sekolah dan gak berpendidikan. Tapi selalu merasa sok paling pinter" ujar Lolita memberitahu.
" Wah pantas aja ya. Omongannya udah kaya orang di pasar. Enggak ada etika dan tata Krama nya sama besan dan mantu. Aku kalo jadi mba Lolita aku siram pake air. Biar dia tahu rasa" ujar Sophia geregetan.
" Hahaha.. bisa aja kamu!! Aku gak mau berbuat seekstrim itu. Karena aku masih menganggap dia orangtuanya Gatot. Yang melahirkan dan membesarkan Gatot. Jadi aku masih menghormati nya. Kalo aku gak menghormatinya mungkin akan melakukan hal yang tadi kamu ucapkan " ujar Lolita menjelaskan.
" Ya udah lah. Yang penting sekarang mba Lolita harus bahagia versi sendiri. Gak usah mikirin masalah Gatot. Kalo emang batin dan pikiran udah gak tahan. Ya udah berpisah lebih baik daripada di teruskan malah mba jadi stres dan tekanan batin" ujar Sophia sambil memeluk erat tubuh nya Lolita.
" Nah makanya kamu besok cari calon suami harus selektif. Jangan kaya mba baru pacaran enam bulan langsung menikah. Jadi mba gak terlalu kenal sama keluarga nya Gatot. Tahu watak asli keluarga nya Gatot setelah menikah " ujar Lolita berpesan kepada Sophia.
...****************...
__ADS_1
Sesampainya di rumah ibunya Lolita. Sophia dan Lolita langsung ke kamar tidur masing-masing untuk beristirahat. Karena hari ini sangat melelahkan. Bukan hanya pekerjaan yang membuat pikiran dan tubuh merasa lelah. Apalagi tadi Lolita berdebat dengan gatot untuk menyelesaikan masalah malah tidak juga menemukan kesepakatan.