
...****************...
Lolita pun bercerita kepada Yuni mulai mencurigai hubungan antara Gatot dan Sarah. Asisten nya Lolita yang suka kasih informasi tentang aktivitas sehari-hari Lolita. Apa benar hanya sekedar atasan dan bawahan. Atau lebih dari itu?! Ini masih kecurigaan Lolita semata. Lalu akhirnya Lolita dan Yuni pulang ke rumah masing-masing. Dan sesampainya di rumah. Gatot sudah pulang dan sedang makan malam di ruangan tamu.
" Kenapa baru pulang jam segini?! Ngapain aja kamu?! Kamu kerja atau ngayab lagi sama bestie kamu?!" tanya Gatot bernada kesal.
" Aku habis ke dokter kandungan. Bukan ngayab ya. Sengaja aku gak kasih tahu Sarah biar kamu nanya langsung ke aku" jawab Lolita bernada ketus.
" Kok kamu di tanya malah bernada tinggi sih?! Aku nanya baik-baik. Malah jawabnya ketus begitu?!" ujar Gatot kesal terhadap Lolita.
" Lah mana ada sih suami kalo istri pulang kerja di tanya habis darimana?! Ngayab ya?! Seolah-olah aku kerjaan nya ngayab dan nongkrong doang gitu?! Coba deh tanya suami orang lain. Bakalan begitu atau cuma kamu doang?!" ujar Lolita menjelaskan.
" Kamu ini ya. Di baikin malah jawabnya sewot. Seakan aku tuh gak boleh tahu aktivitas keseharian kamu ya?!" tanya Gatot penasaran.
" Ya bukannya gak boleh. Cuma aku heran aja. Kenapa gak nanya langsung aku kemana dan dengan siapa?! Ini malah kamu nanya sama Sarah. Yang jelas dia hanya asisten aku. Bukan bodyguard aku" ujar Lolita bercerita.
" Ya karena aku pikir Sarah kan seharian di butik sama kamu. Udah otomatis pasti tahu tentang kamu. Kalo hubungi kamu takutnya kamu sedang rapat dengan klien kamu" ujar Gatot mengalihkan alasannya terhadap Lolita.
" Aku tuh mulai curiga juga sama kamu. Kadang tengah malam kamu ketawa sambil mengobrol di telpon. Apa mungkin kamu dan Sarah suka menelpon tengah malam?! Jawab jujur!!" ujar Lolita bertindak tegas.
" Jangan ngawur kamu ya!! Jelas jelas kamu yang seringkali pulang terlambat. Gak pernah masakin aku. Sibuk dengan bisnis usaha kamu. Jadi wajarlah kamu belum berpikir buat punya anak. Karena kamu masih mikirin soal karir dan masa depan kamu. Tanpa berpikir buat punya anak untuk kita" ujar Gatot menyindir Lolita.
__ADS_1
" Apa kamu bilang?! Aku lebih memikirkan karir di bandingkan anak?! Kalo aku gak mikirin anak?! Ngapain kita coba untuk program bayi tabung sampai dua kali meskipun gagal. Itu Pake uang hasil tabungan aku sendiri. Tapi apa yang aku dapatkan?! Masih di bilang memikirkan karir aku?!" ujar Lolita menangis.
...****************...
Lolita menangis histeris. Berharap Gatot bertanya kenapa Lolita pergi ke dokter kandungan. Malah di bilang suka kelayapan terus. Padahal Lolita berusaha untuk jadi istri yang baik. Meskipun tak di pandang baik.
" Asal kamu tahu mas. Aku udah masakin kamu. Aku taruh di dalam Tupperware di dalam kulkas. Kan bisa kamu hangatkan. Aku tulis di note yang aku tempelkan di kulkas. Tapi sepertinya masakan aku gak enak. Sampai kamu gak membacanya. Malah lebih memilih pesan makanan lewat aplikasi online" ujar Lolita bercerita.
" Aku sudah kelaparan. Jadi aku pesan yang cepat datang. Kalo soal kamu sudah masak dan di taruh di dalam kulkas. Aku belum ke dapur untuk mengecek kulkas. Karena minuman juga aku pesan lewat aplikasi online" ujar Gatot memberitahu.
" Kadang kalo kamu gak makan masakan aku. Selalu aku makan setiap pagi atau buat aku bekal makan siang. Aku selalu ngirit dalam makanan. Kalo aku pulang malam tadi di ajak makan malam oleh Yuni. Dan itupun selalu dia yang traktir " ujar Lolita memberitahu.
" Kenapa kamu gak kasih tahu aku kalo kamu makan malam sama Yuni?! Kenapa selalu bikin aku khawatir?!" ujar Gatot merasa tak bersalah.
" Ya aku pikir kamu terlalu lelah dan tertidur pulas. Jadi aku gak tega bangunin kamu. Lagipula aku ada meeting rapat pagi ini. Jadi aku buru-buru gak sarapan. Akhirnya aku sarapan di kantor " ujar Gatot bercerita.
" Aku berusaha nahan rasa marah dan kesal aku sama kamu. Cuma aku gak terima kalo kamu bilang aku gak berpikir untuk punya anak. Asal kamu tahu aku niatnya mau bikin kejutan sama kamu karena aku sudah tiga bulan belum Haid. Tapi kenyataannya berkata lain. Aku negatif. Gak hamil. Itu yang bikin aku tambah stres. Sampai Yuni kasih saran agar aku liburan untuk menghilangkan stres" ujar Lolita memberitahu.
" Ya maafkan aku. Semalam aku udah keterlaluan. Bukannya aku semalam marah sama kamu soal program bayi tabung. Hanya saja kita sudah melakukan nya dua kali tapi tak berhasil. Aku takut kamu jadi tambah stres. Tapi malah tanggapan kamu jadi emosi" ujar Gatot mencoba menenangkan hati Lolita.
...****************...
__ADS_1
Emosi Lolita sudah sangat meluap malam ini. Di akibatkan perdebatan yang gak ada solusinya. Membuat suasana makin panas di antara Gatot dan Lolita. Terlebih lagi Gatot uang selalu cuek ketika bertengkar dengan Lolita.
" Coba aja kamu ngomong hal begini lebih mendalam. Mungkin aku takkan emosi berlebihan seperti ini. Kita mau punya anak. Setidaknya kita terus ikhtiar dan berusaha untuk bisa punya anak. Bukannya malah menyalahkan satu pihak untuk mendapatkan pembenaran." ujar Lolita membalikkan ucapan dari Gatot.
" Ya aku tahu bahwa aku sudah salah dan kelewatan sama kamu sayang. Maafkan aku ya. Dan aku janji takkan mengulangi nya lagi" ujar Gatot berjanji terhadap Lolita.
" Ya aku maafkan kamu karena aku masih ingin kita jadi suami istri yang baik. Aku gak mau menyalahkan dalam hal mempunyai anak. Karena sebenarnya kalo ingin punya anak. Kedua belah pihak juga harus saling mendukung. Bukan saling merasa paling benar " ujar Lolita memberitahu.
" Kamu kenapa ke dokter kandungan?! Apa ada masalah yang parah?!" tanya Gatot penasaran.
" Aku ke dokter kandungan karena aku sudah tiga bulan gak haid. Badan aku rasanya cepat lelah dan pada sakit. Aku pikir aku hamil. Makanya aku gak testpack. Pas tadi di cek dan di USG ternyata tak ada janin dalam rahim aku. Dan aku mengalami stress parah jadi mempengaruhi siklus menstruasinya " ujar Lolita bercerita.
" Owh begitu ya. Terus parah gak itu kasus kaya kamu?!" tanya Gatot makin penasaran.
" Ya aku di kasih obat untuk bisa haid. kalo dalam tiga hari gak haid. Maka aku harus kontrol lagi ke rumah sakit" ujar Lolita menjelaskan.
" Maafkan aku sayang. Aku terlalu naif dan keterlaluan sama kamu. Kalo besok mau ke dokter kandungan bilang aku ya. Biar aku bisa menemani kamu" ujar Gatot sambil memeluk erat tubuh Lolita.
" Ya enggak apa-apa mas. Lagian tadi juga hanya cek ke dokter kandungan aja kok. bukan masalah yang parah kok" ujar Lolita sambil tersenyum.
...****************...
__ADS_1
Akhirnya Gatot dan Lolita kembali berbaikan. Meskipun awalnya sempat berdebat hebat. Tapi akhirnya mereka sadar bahwa mereka saling membutuhkan.