JUST GIVE ME A REASON

JUST GIVE ME A REASON
bab 18. Berdebat


__ADS_3

...****************...


Lolita memilih untuk beristirahat. Daripada berdebat hebat dengan gatot. Karena menurut Lolita berdebat dengan Gatot hanya akan membuang banyak energi. Toh percuma juga ngejelasin apa yang telah terjadi. Toh Gatot lebih percaya dengan ucapan Sarah, asisten butiknya Lolita. Pagi hari nya Gatot makan pagi di rumah. Karena masih butuh jawaban dari Lolita.


" Aku masih gak percaya kamu kemarin meeting sama klien sampai larut malam begini?! Biasanya kamu kalo meeting pasti ngasih kabar aku?! Bilang lokasi kamu. Kemarin sama sekali kamu gak bisa di hubungi sama sekali " tutur Gatot mengeluarkan uneg-uneg dalam hatinya.


" Kamu cerita marah atau protes sama sikap aku kemarin gitu?! Kamu pernah gak ngertiin perasaan aku. Setiap kali kita bertengkar. Aku selalu masakin kamu buat kita sarapan. Agar kita bisa makan bareng. Tapi apa kenyataan seringkali habis bertengkar kamu ga menyapa apalagi pamit sama aku langsung aja begitu saja pergi berangkat kerja " ujar Lolita bercerita.


" Ya wajarlah kalo aku bersikap begitu. Apalagi kamu akhir - akhir ini suka bikin masalah. Terlebih lagi bikin masalah di rumah orangtua aku" ujar Gatot mengungkit masalah.


" Ya aku tahu aku udah salah banget. Marah dan meluapkan emosi di rumah orangtua kamu. Tapi kan semua yang aku lakukan buat membela diri aku sendiri. Kemarin kamu juga lihat aku di serang oleh empat orang?! Sedangkan aku sendiri " ujar Lolita memberitahu.


" Ya harusnya kamu mengalah dong!! Mereka itu keluarga aku. Masa kamu bersikap kaya anak-anak sih" ujar Gatot menjelaskan.


" Mana ada sih istri yang akan terima di bully oleh mertua dan iparnya soal kehamilan dan anak. Gak akan ada yang terima di perlakukan begitu. Apalagi Malika terlihat banget sangat sok suci. Berasa sultan. Apa apa ngerasa kaya ada masalah. Hanya bisa mengkritik tapi gak ngaca diri sendiri juga punya kekurangan " ujar Lolita mengungkapkan semua uneg-unegnya.


" Terus kamu ngomong begini maksud apa?! Kamu ngerasa udah jadi manusia yang sempurna gitu?!" ujar Gatot bernada kesal.


" Aku gak merasa jadi manusia yang sempurna. Ya maksudnya kenapa setiap kali berkumpul yang di bahas soal anak,hamil dan usaha buat punya anak?! Emang gak ada pembahasan obrolan yang lain?!" ujar Lolita mulai memuncak emosi nya.


" Kok kamu malah ngomongnya emosi begini sih! Aku suami kamu bukan temen atau adik kamu!! Setidaknya hormati aku!!" ujar Gatot mulai marah.

__ADS_1


" Kan kamu tadi yang duluan memarahi aku. Apa salah jika aku pun ikutan terbawa emosi?!" tanya Lolita.


...****************...


Lolita berusaha sabar dan mengerti akan keluarganya Gatot. Namun tetap aja sifat dan sikap mereka selalu bikin Lolita menjadi gila.


" Sudahlah!! Kamu emang dari awal nikah selalu emosional!! Suka mengkritik juga tentang keluarga aku!! Kamu gak ngaca keluarga kamu juga gak sempurna!! Kenapa sih kamu jadi berubah begini? Perasaan dulu waktu kita pacaran gak begini?! Sekarang kamu bersikap selalu benci sama keluarga aku" ujar Gatot menyinggung keluarga nya Lolita.


" Kamu nanya ke aku?! Kenapa aku bisa berubah menjadi emosional?! Sekarang kamu tanya balik deh kenapa ibu kamu jadi begini sama aku?! Salah aku apa?! Jangan tanya kenapa aku berubah?! Aku berubah juga karena ibu dan keluarga kamu?! Aku berusaha jadi mantu yang baik meskipun tak terlihat baik" ujar Lolita sambil menitikkan air mata nya.


" kenapa nangis?! Selalu aja kamu menangis agar aku bisa simpati sama kamu?! Aku sudah berusaha membela kamu di depan orangtuaku. Tapi yang aku dapatkan kamu hanya bikin masalah. Gak pernah akur sama keluarga aku" ujar Gatot berkomentar.


" Kamu pikir keluarga aku gak berpendidikan gitu?! Jadi kamu pikir cuma kamu doang yang hebat dari keluarga berpendidikan?! Sombong sekali kamu?!" ujar Gatot bernada tinggi.


" Bukannya begitu. Yang seringkali banggain anaknya pinter dan berpendidikan bukannya ibu kamu dan Malika ya? Selalu merasa paling hebat " ujar Lolita membalas ucapan Gatot.


" Kenapa sih kamu selalu aja ngelawan ucapan aku?! Gak pernah mau ngalah?! Aku ini suami kamu. Yang harus kamu hormati. Bukannya malah kamu injek-injek harga dirinya " ujar Gatot merasa mental down dengan sikap dan ucapan Lolita.


" Aku gak pernah ngelawan dengan ucapan kamu mas. Aku hanya mengemukakan pendapat. Apalagi aku selalu turuti keinginan kamu. Meskipun aku kesal dan marah dengan keluarga kamu. Aku selalu bersikap baik dengan mereka. Meskipun mereka tak menganggap aku baik" ujar Lolita sambil menghapus air matanya.


" Dari dulu kan kamu selalu begitu. Selalu merasa sok pinter dari aku?? Apa karena kamu sekarang punya usaha dan jadi bos?! Jadi merasa ingin di hormati juga?!" ujar Gatot bernada kesal.

__ADS_1


" Tidak mas!! Aku gak merasa seperti itu. Aku tak seburuk yang kamu pikirkan!!" ujar Lolita sambil geleng-geleng kepala.


...****************...


Perdebatan di pagi hari membuat Lolita menjadi tak nafsu makan. Namun Lolita berusaha kuat untuk menjalani kehidupan rumah tangga dengan Gatot yang memiliki sifat keras kepala seperti keluarga nya.


" Debat pagi hari malah bikin aku gak nafsu makan begini!! Puas kan kamu bikin aku begini?!" ujar Gatot menyalahkan Lolita.


" Terus aja mas. Terus salahkan aku. Kamu dan keluarga kamu kan selalu begitu. Hanya bisa menyalahkan aku terus. Kayanya aku gak pernah benar di mata kamu dan keluarga kamu" ujar Lolita menangis.


" Ngapain nangis lagi?! Sudah lah aku muak lihat kamu!! Lama lama lihat kamu bikin aku jadi gak semangat makan dan gak semangat kerja!! Aku gak makan makanan nya!! Kamu aja habisin sendiri!! " ujar Gatot pergi meninggalkan ruangan makan.


" Ya aku terima dengan ucapan kamu mas. Karena itu yang aku harus terima ketika aku memilih kamu buat jadi suami aku. Meskipun kamu tahu bahwa ayah aku belum merestui kita hingga beliau meninggal dunia " ujar Lolita menjelaskan.


" Terserah kamu mau ngomong apa!! Aku gak perduli!! Aku pamit mau kerja!! Lama lama di rumah sama kamu yang ada aku tambah stres!!" ujar Gatot sambil membanting pintu.


" Ya silahkan lakukan apa yang menurut kamu benar mas!! aku gak akan berusaha untuk bisa agar kamu percaya dengan ucapan aku" ujar Lolita menangis histeris.


...****************...


Lolita pikir perdebatan semalam sudah bisa membuat Gatot sadar akan kesalahannya.Tapi yang ada malah Gatot semakin marah dan semakin tak terkendali emosi nya. Apalagi jika membahas soal keluarga nya. Meskipun kenyataannya benar. Tapi Gatot tak pernah mau mengakui nya.

__ADS_1


__ADS_2