
...****************...
Yuni merasa kasihan dengan Lolita. karena selama ini Lolita selalu berusaha jadi istri dan menantu yang baik. Tapi gak pernah di anggap baik oleh Gatot dan keluarganya.
" Kalo memang dengan menggunakan cara ini kamu merasa jauh lebih. Lakukan lah Lolita!! Aku takkan beritahu siapapun soal kejadian ini!! Hanya kita saja yang tahu!!" ujar Yuni sambil tersenyum.
" Aku ingin merasakan bebas dan merdeka malam ini!! Pengen banget nge-fly ( terbang) ke angkasa. Sudah lama aku tak merasakan perasaan seperti ini. Usai aku mengalami patah hati terberat saat berpisah dengan alpha" ujar Lolita sambil minum seloki gelas dari botol Vodka yang sudah di pesan Yuni.
" Ya silahkan lakukan semua yang kamu mau!! Asalkan kamu merasa tenang dan damai!! Aku takkan menggubris ataupun mengganggu kamu!!" ujar Yuni sambil minum soda dan bir yang telah di pesan.
" Aku merasa hancur sekali hari ini. Rasanya seperti tersambar petir di pagi hari. Membuat hatiku hancur. Seharian aku menangis namun yang lebih kecewa lagi soal pengakuan dari Gatot yang tanpa ada rasa bersalah di hadapan aku " ujar Lolita yang belum mabuk.
" Aku ngerti kamu sedang meras down dan terpukul karena mengetahui sifat buruk Gatot. Tapi bukan berarti kamu harus menyerah dengan hidup yang telah kamu raih dan telah membuat kamu menjadi Lolita yang berbeda" ujar Yuni menasehati.
" Entahlah!! Aku rasanya muak melihat wajahnya Gatot!! Seperti ingin memaki, namun aku tak sanggup melihat wajah Gatot yang sudah membuat hatiku hancur berkeping keping. Aku juga gak tahu rumah tangga ini akan bertahan atau berpisah sampai di sini" ujar Lolita yang sudah mabuk efek minum Vodka dan wiski.
" Aku akan selalu mendukung semua keputusan terbaik kamu. Karena kamu yang menjalani nya. Jadi kamu lebih paham dan lebih tahu akan hal ini." ujar Yuni tersenyum.
" Ya terima kasih Yuni selalu ada di saat aku terpuruk dan senang. Aku gak tahu deh kalo gak ada kamu mungkin aku bisa stres . Atau mungkin bisa gila dan bisa hampir bunuh diri dengan masalah yang silih berganti " ujar Lolita menangis histeris.
" Ya sama-sama Lolita!! Aku akan selalu ada di saat kamu butuhkan " ujar Yuni berkomentar.
" Hemmmmm.." ujar Lolita yang sudah tergeletak di atas meja karena mabuk.
__ADS_1
...****************...
Yuni menemani Lolita yang mabuk sampai jam tiga pagi. Yuni sengaja minum soda dan Bir agar tak mabuk. Karena kalo Yuni dan Lolita mabuk nanti gak ada yang mengantar mereka pulang. Jam sudah menunjukkan jam tiga pagi. Lalu Yuni membayar tagihan makanan dan minuman nya. Kemudian meminta tolong pelayang menggendong Lolita sampai parkiran mobil nya Yuni. Setelah itu Yuni membawa ke rumahnya Yuni dan mengganti pakaian nya Lolita saat Lolita sudah sangat mabuk. Esok pagi harinya usai Yuni mengantarkan anak-anak nya sekolah.
" Selamat pagi nyonya cantik" ujar Yuni sambil membuka hordeng jendela yang di tidurin oleh Lolita.
" Selamat pagi juga!! Kok kamu bawa aku pulang ke rumah Gatot sih Yuni!! Kan aku sudah bilang bahwa aku sedang tak ingin bertemu dengan Gatot!! Aku ingin menyendiri!!" teriak Lolita sambil menangis.
" Buka mata kamu dulu Lolita!! Jangan marahin aku!! Aku gak akan mungkin segila itu!! Aku tahu bahwa kamu butuh ketenangan jiwa dan pikiran. Semalam pas di cafe dan restoran kamu sudah jutaan kali bilang bahwa tak mau pulang ke rumah nya Gatot!! Makanya aku bawa kamu ke rumah aku. Mumpung suami aku dinas ke luar kota selama sebulan" ujar Yuni sambil membuka selimut nya Lolita.
" Hah?! Seriusan?!" ujar Lolita sambil membuka matanya dan melihat sekitar ruangan. Memang benar ini bukan kamar tidur nya Gatot.
" Makanya jangan marah dulu. Check dulu!! Pagi pagi udah marah aja!! Itu efek kamu minum dua botol Vodka dan wiski. " ujar Yuni meledek Lolita.
" Hahaha.. jadi malu aku!! Tapi kan kamu juga ikutan minum juga kan?!" ujar Lolita meledek Yuni.
" Hehehe.. iya juga ya. Tak terpikirkan oleh aku. Karena aku niatnya untuk melepaskan penat dalam otak dan pikiran. Eh malah sekarang jadi pusing begini" ujar Lolita sambil memegangi kepalanya.
" Kamu bangun!! Terus mandi!! Kita sarapan bareng ya!! Aku sudah buatkan sayur SOP agar pengar karena mabuk semalam bisa hilang" ujar Yuni memberitahu.
" Oke baiklah!! Aku akan coba untuk mandi dan membersihkan badannya serta pikiran yang buruk dalam diriku " ujar Lolita sambil melangkah menuju kamar mandi.
...****************...
__ADS_1
Yuni pun keluar dari kamar tidur nya yang di tempati oleh Lolita sambil menyiapkan makanan untuk sarapan. Lalu tiga puluh menit kemudian Lolita keluar dari kamar dengan pakaian sangat rapi menuju ruangan makan.
" Ternyata seger juga kepala dan badan aku usai mandi dan keramas tadi. Terimakasih ya sarannya Yuni" ujar Lolita sambil tersenyum.
" Oh iya dong. Aku selalu memberikan saran yang baik untuk kamu. Ini sudah aku siapkan makanan buat kita sarapan pagi hari ini" ujar Yuni sambil duduk di samping Lolita.
" Kamu gak berangkat kerja Yuni?!" tanya Lolita penasaran.
" Hari ini aku libur kerja. sengaja aku ambil libur di hari biasa. Soalnya agar aku bisa punya waktu sama anak-anak aku" ujar Yuni memberitahu.
" Wah kebenaran dong!! Kalo kamu lagi libur kerja!! Aku mau minta tolong boleh" celetuk Lolita sambil menikmati sarapan pagi.
" Mau minta tolong apa?! Aku siap membantu " ujar Yuni memberitahu.
" Aku minta tolong kamu buat mengantarkan aku ke acara wisuda nya Sophia hari ini. Soalnya aku sudah janji akan datang ke acara wisuda nya Sophia " ujar Lolita menjelaskan.
" Oke siap!! Tapi habis makan kita baru kesana ya" ujar Yuni menjelaskan.
" Siap!! Aku sengaja tak memberitahu Gatot soal Sophia hari ini wisuda. Terus aku juga bilang ke Sophia jangan kasih tahu siapapun bahwa kamu wisuda hari ini. Agar Gatot gak usah mencari aku" ujar Lolita bercerita.
" Kamu sudah merencanakan hal ini dari Gatot?! Kenapa kamu jadi menjauhkan Gatot dari keluarga kamu?!" tanya Yuni penasaran.
" Aku sengaja melakukan hal ini agar keluarga aku ga tahu gimana kondisi rumah tangga aku. Aku gak mau mereka bersedih jika mengetahui kebenaran nya" ujar Lolita bercerita.
__ADS_1
...****************...
Kini Yuni makin paham bahwa Lolita berusaha terlihat kuat dan tegar di hadapan keluarga nya . Meskipun batin dan jiwa nya rapuh.