JUST GIVE ME A REASON

JUST GIVE ME A REASON
bab 71. Lelah Lahir Batin


__ADS_3

...****************...


Sesampainya di rumah ibunya Lolita. Sophia dan Lolita langsung ke kamar tidur masing-masing untuk beristirahat. Karena hari ini sangat melelahkan. Bukan hanya pekerjaan yang membuat pikiran dan tubuh merasa lelah. Apalagi tadi Lolita berdebat dengan gatot untuk menyelesaikan masalah malah tidak juga menemukan kesepakatan. Sarapan pagi di rumah ibunya Lolita...


" Semalam kalian pulang larut banget ya. Maafkan ibu gak menunggu kalian pulang kerja" ujar ibunya Lolita berkomentar.


" Enggak apa-apa kok ibu. Gak usah paksain matanya untuk menunggu aku dan mba Lolita pulang kerja. Kalo merasa mata ibu sudah sangat mengantuk. Ya udah tidur saja. Jangan menunggu kami pulang kerja" ujar Sophia memberitahu.


" Lagian kan aku sudah bilang bahwa aku dan Sophia ingin pulang kerja santai. Nongkrong ke minimarket makan onigiri,kopi dan pop mie. Mengenang dulu masa zaman kuliah. Makan hemat biar bisa menabung buat biaya tugas kuliah" ujar Lolita menjelaskan.


" Hehehe.. iya betul mba Lolita. Jadi ingat zaman kuliah dulu. Hemat makan buat nabung buat tugas kuliah. Apalagi dulu ayah kan hanya kerja sendirian di keluarga kita" ujar Sophia memberitahu.


" Aku dan Sophia ngomong begini karena takut ibu kalau capek akan membuat kesehatan ibu jadi ngedrop. Aku dan Sophia sangat takut akan hal itu terjadi sama ibu. Jadi mohon ibu mengerti. Kamu berkata begini karena sangat sayang dan perhatian." ujar Lolita menjelaskan.


" Iya ibu tahu kalo kamu dan Sophia sangat perhatian dan sayang sama ibu. Makanya ibu senang kita berkumpul bersama. Tapi gak tahu deh nanti kalo Sophia menikah. Mungkin akan ikut suaminya. Kamu juga Lolita jika berpisah dengan Gatot. Kamu harus menikah dan buktikan bahwa kamu bisa hamil dengan menikah bersama orang lain" ujar ibunya Lolita berkomentar.


" Kalo aku berpisah dengan Gatot mungkin aku udah males untuk menikah kembali. Takut di tuntut lagi buat segera hamil dan punya anak. Aku ingin menikmati kebahagiaan aku sendiri " ujar Lolita berkomentar.


" Aku setuju dengan pendapat mba Lolita. Yang utama sekarang kita support mba Lolita. Mau keputusan apapun itu hak nya mba Lolita yang penting mba Lolita bahagia " ujar Sophia sambil tersenyum.


...****************...


Akhirnya Lolita dan Sophia pergi berangkat kerja bersama dengan naik grab car. Dalam perjalanan Lolita pun memberitahu informasi tentang keinginan Lolita ingin membeli mobil baru.


" Hari ini mba sedang janjian sama Franco. Mau ke showroom mobil. Mba mau beli mobil. Biar kita bisa berangkat kerja bareng. Nanti kan mba juga bisa pulang bareng kamu juga. Daripada duit habis dengan hal sia-sia. Mending mba beli mobil. Menurut kamu gimana Sophia?!" ujar Lolita memberitahu.

__ADS_1


" Aku mah terserah mba Lolita aja. Soalnya itu kan uang pribadi mba Lolita. Ya ada bagusnya juga memiliki mobil. Kalo weekend bisa ajak ibu pergi jalan-jalan " ujar Sophia berkomentar.


" Hemmmmm.. makasih banyak ya Sophia sangat support mba terus. Kalo kamu butuh mobil nanti mba juga akan belikan juga buat kamu. Jadi ngomong aja gak usah malu-malu " ujar Lolita sambil tersenyum.


" Aku aja belum balas kebaikan mba Lolita membiayai kuliah aku. Sekarang malah menawarkan untuk membelikan aku mobil. Kalo mobil nya ngutang ke mba Lolita mungkin aku mau. Karena aku gak mau di kasih gratis. Cukup mba Lolita kebaikan kamu belum aku balas . Nanti aku makin merasa tak enak hati" ujar Sophia menjelaskan.


" Gak usah merasa tak enak hati sih. Kan kita keluarga. Sudah seharusnya mba membantu kamu yang butuh biaya kuliah. Mba juga gak minta kamu membayar semua kebaikan mba. Karena mba berharap hanya Tuhan yang bisa membalasnya " ujar Lolita memberitahu.


" Tetap saja meskipun keluarga. Aku juga pengen beli apapun dari hasil keringat aku sendiri. Bukan dari hadiah dari mba Lolita. Jadi tolong mengerti prinsip aku" ujar Sophia menjelaskan.


" Ya baiklah kalo begitu mau nya kamu. Kalo butuh mobil ngomong aja. Nanti mba bantu persyaratan nya. Mba beli cash mobilnya. Nanti kamu bisa nyicil tiap bulan sama mba" ujar Lolita berkomentar.


" Nah kalo begitu aku mau deh beli mobil lewat mba Lolita. Biar aku semangat lagi kerjanya " ujar Sophia sambil tersenyum.


...****************...


" Akhirnya kamu datang juga Lolita" ujar franco sambil memeluk erat tubuh nya Lolita.


" Iya aku pasti datang. Apa ada mobil yang aku inginkan?!" tanya Lolita penasaran.


" Toyota Corolla Cross Hybrid. Tentu ada. Tapi adanya warna hitam bukan merah. Kalo mau warna merah harus inden dulu paling cepat satu bulan. Paling lama dua bulan" ujar Franco menjelaskan.


" Hemmmmm,,bikin galau ya. Ya udah aku tetap warna merah aja. Lagian aku juga gak terburu-buru beli mobilnya" ujar Lolita memberitahu.


"Oke siap. Pembayaran cash atau kredit kak?!" tanya sales mobil.

__ADS_1


" Aku bayar cash ya mas. Soalnya biar aku gak pusing bayar kredit. Soalnya aku suka lupa kalo bayar cicilan" ujar Lolita menjelaskan.


" Baik kak. Silahkan isi formulir dulu buat informasi pembelian mobil cash. Nanti kalo sudah ada mobil Toyota Corolla Cross Hybrid warna merah akan kami kabarin" ujar sales ramah.


" Oke siap" ujar Lolita sambil tersenyum.


...****************...


Usai mengisi formulir untuk informasi pembelian mobil yang Lolita inginkan. Lanjut Lolita di ajak Franco ngopi di cafe terdekat showroom mobil.


" Aku terkejut loh pas semalam kamu WhatsApp aku mau beli mobil. Aku pikir kamu sedang bercanda" ujar Franco berkomentar.


" Ya mana mungkin aku bercanda. Dari dulu aku kurang suka bercanda. Ada hal situasi yang bisa menempatkan diri saat serius dan bercanda. Habis setiap hari naik grab car juga lumayan. Kalo punya mobil sendiri kan enak. Bisa lebih mandiri dan gak tergantung siapapun" ujar Lolita menjelaskan.


" Iya aku setuju kamu punya mobil dan mandiri. Yah aku gak bisa jadi supir kamu dong kalo kita jalan-jalan lagi atau nongkrong begini. " ujar Franco merasa sedikit kecewa.


" Kalo nongkrong dan jalan-jalan masih bisa dong. Tapi mungkin nanti kalo sudah ada mobil aku bisa pulang sendiri tanpa kamu anterin pulang. Aku beli mobil menghindari fitnah dekat dengan siapapun " ujar Lolita memberitahu.


" Ya sih betul. Apalagi status kamu masih belum jelas. Secara agama mungkin bukan suami istri karena sudah di talak cerai. Tapi menurut pengadilan masih suami istri. Jadi harus minta kejelasan status sama Gatot" ujar Franco menjelaskan.


" Kemarin aku bertemu dan mengobrol dengan Gatot. Dan Gatot masih menganggap aku istri nya. Masih berharap aku bisa pulang dan membina hubungan rumah tangga lagi dengan nya. Tapi aku menolak dengan alasan sudah tidak satu visi dan misi" ujar Lolita berkomentar.


...****************...


Franco sedih melihat Lolita harus mendapatkan masalah soal rumah tangga nya bersama Gatot. Tapi di sisi lain Franco merasa dengan masalah tersebut bisa membuat Franco dekat lagi dengan Lolita.

__ADS_1


__ADS_2