
...****************...
Melihat Yuni dan anak-anak yang sangat kompak bisa kerja sama. Membuat Lolita merasa kagum dan terharu dengan didikan Yuni dan Suaminya kepada anaknya. Dengan tidak memanjakan anak meskipun mereka berada dalam ekonomi yang sangat cukup. Usai Yuni dan lolita mandi, berganti pakaian juga makeup. Di Lanjut mereka semua menuju tempat bioskop. Mereka menonton film bioskop sesuai dengan keinginan anaknya Yuni.
" Tante Lolita, sering -sering ya nemenin aku,mas Dafa dan mas Daniel nonton film bioskop seperti ini. Aku sangat suka dengan Tante Lolita" ujar Darius memberitahu sambil tersenyum.
" Mau nya sih Tante ikut kalian terus. Tapi kan Tante juga harus bekerja. Hari ini libur karena Tante lagi males kerja. Hahaha.. " ujar Lolita sambil tertawa terbahak-bahak.
" Iya kan Tante Lolita mah enak. Kerja di bisnis sendiri. Kalo engga masuk kerja gak potong gaji. Beda sama bunda ya" ujar Daniel berkomentar.
" Wakakakak.. Daniel kok ngomong bisa jujur banget." celetuk Yuni sambil tersenyum.
" Hehehe.. Meskipun Tante yang memiliki usaha bisnis. Tapi Tante yang kerjakan semua orderan dari klien. Asisten hanya membantu. Sisa nya Tante yang bergerak menangani sendiri " ujar Lolita menjelaskan.
" Kalo nanti aku akan menikah dengan calon istri aku. Boleh kan aku memperkenalkan Tante Lolita dengan calon istri ku. Agar bisa pesan baju pengantin nya dari butik Tante?!" ujar Daniel berkomentar.
"Ya tentu boleh dong. Tante malah seneng banget kalo Daniel menikah nanti calon istri kamu pakai baju rancangan Tante" ujar Lolita sambil tersenyum.
" Tapi masih lama sih Tante. Aku aja baru SMP. " ujar Daniel cengar-cengir.
" Hahahaha.. Ada ada saja kamu Daniel" ujar Lolita tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
...****************...
Usai menonton film bioskop,makan malam,main ke time Zone dan shopping. Mereka pun pulang ke rumah Yuni hingga larut malam. Sesampainya di rumah Yuni. Lolita dan Yuni pun terkejut karena Gatot sudah ada di rumahnya Yuni. Namun dengan muka memelas. Yuni pun masuk ke dalam rumahnya sambil membawa anak-anak nya untuk ke kamar tidur nya. Dan membiarkan Lolita berbincang berdua dengan Gatot di halaman depan rumahnya Yuni.
" Gatot?! Kok kamu bisa tahu aku disini?!" celetuk Lolita yang sangat merasa terkejut.
" Iya Lolita aku tahu posisi kamu soalnya aku pasang GPS di handphone kamu. Jadi aku bisa tahu kamu dimana. Maafkan aku ya Lolita kalo aku sangat protektif terhadap kamu. Ayo kita pulang ke rumah kita. Kamu jangan kabur lagi ya. Cukup jangan hukum aku seperti ini terus-menerus" ujar Gatot sambil menggenggam tangan nya Lolita.
" Tidak Gatot!! Itu bukan rumah kita!! Tapi rumah kamu!! Karena hanya ada peraturan banyak kamu yang menuntut aku untuk jadi istri yang sempurna" ujar Lolita sambil menyingkirkan tangan nya Gatot.
" Ayo Lolita!! Aku akan lakukan apapun yang kamu mau!! Kita akan program bayi tabung lagi!! Atau program hamil lagi!! Apapun itu yang kita kembali pulang ke rumah kita" ujar Gatot Merayu Lolita.
" Atau kamu mau kita beli rumah dekat rumah Yuni?! Agar kamu bisa dekat terus sama Yuni?! Ya udah akan aku cari rumah daerah sini" ujar Gatot masih berusaha dengan keras untuk meluluhkan hati nya Lolita.
" Sudahlah Gatot!! Sebaiknya kamu lupakan aku!! Ikhlaskan aku pergi dari hidup kamu!! Dan harus terima kenyataan bahwa aku gak di anggap baik oleh keluarga kamu!! Aku lelah memaksakan diri untuk terlihat baik jadi menantu dan ipar. Sedangkan keluarga kamu masih tak menganggap aku baik" ujar Lolita berkomentar.
" Semua bisa akur dan akrab lagi!! Asal kamu kembali dan sabar dengan semua sikap ibu dan Malika!! Aku yakin mereka lambat laun akan luluh sama sikap kamu" ujar Gatot menjelaskan.
...****************...
Lolita mencoba memberikan penjelasan dan pemahaman kepada Gatot. Bahwa visi dan misi mereka sudah berbeda dan tak sama lagi. Lolita ingin mengakhiri hubungan rumah tangga nya dengan Gatot. Karena tak kuat dengan sikap dari Gatot dan keluarganya. Apalagi kalo berbicara soal anak. Lolita selalu jadi bahan Bullyan ibunya Gatot dan Malika. Seolah belum punya anak itu adalah aib buat keluarga mereka.
__ADS_1
" Sudah lah Gatot!! Ikhlaskan aku!! Aku gak bisa begini terus!! Aku juga enggak mau kamu jadi di cap anak durhaka kalo kamu memilih aku!! Dan aku juga tak bisa kembali menjalani kehidupan rumah tangga sama kamu dengan stress yang di buat oleh ibu dan Malika. Sudah ya!! Kita akhiri saja hubungan kita!! Biar tak saling menyakiti!!" ujar Lolita sambil memeluk erat tubuh nya Gatot.
" Aku sangat mencintaimu Lolita!! Aku sangat menyayangimu!! Melebihi nyawaku!! Aku juga ingin kamu dan keluarga aku akrab dan akur seperti keluarga yang lain. Kamu cobalah mengalah lagi ya . Aku yakin kamu bisa jauh lebih baik dan jauh lebih sayang nanti sama keluarga aku" ujar Gatot memberitahu.
" Kenapa sih Gatot kamu jadi memaksakan aku harus akrab dan akur?! Dari awal pernikahan kita juga sudah kelihatan bahwa ibu dan Malika tak menyukai aku. Dan aku berusaha selama enam tahun untuk jadi orang yang mereka sayang. Tapi yang aku dapat kan apa?! Cacian!! Hinaan!! Juga makian!!" ujar Lolita menangis.
" Kalo kamu lelah dan butuh ketenangan bukannya kabur dari rumah kita!! Aku bisa menemani kamu dalam menghilangkan rasa stres dan tekanan batin kamu!!" ujar Gatot menjelaskan.
" Tidak!! Selama ini aku berusaha menghilangkan stres dan tekanan batin dengan kemampuan diri aku sendiri!! Kamu gak pernah ada di saat aku butuh!! Kamu hanya sibuk dengan pekerjaan dan hobi olahraga kamu?! Sedangkan aku gak pernah ada dalam dunia kamu" ujar Lolita memberitahu.
" Ya maaf!! Kalo aku lebih banyak waktu sama temen kantor!! Tapi kan kalo weekend kita selalu quality time. " ujar Gatot berkomentar.
" Weekend quality time?! Tiap weekend selalu ke rumah orangtua kamu. Enggak pernah sekalipun ke rumah orangtua aku. Apa itu adil?!" celetuk Lolita dengan ketus.
" Maunya kamu quality time kemana?! Ke puncak?! Ke hotel?! Wonosobo?! Atau Jogja?! Kaya waktu kamu liburan sama Franco?!" celetuk Gatot merasa cemburu kepada Franco.
...****************...
" prak!!"
Tamparan keras itu mengenai wajahnya Gatot sangat keras dari tangan halusnya Lolita. Selama ini Lolita berusaha tidak kasar dengan Gatot. Namun ucapan dan pembicaraan dengan Gatot membuat Lolita terpancing oleh amarah yang selama ini di pendam selama bertahun-tahun. Lolita mencoba untuk menjadi istri yang baik menurut versi Gatot. Tapi kenyataannya bukan pujian yang di dapatkan hanya sebuah cemoohan dan sindiran pedas.
__ADS_1