
...****************...
Lolita tak banyak berbicara ketika Gatot sedang berbincang dengan Sophia dan ibunya. Lolita hanya mendengarkan perbincangan mereka. Karena Lolita takut nanti jadi gak bisa menahan emosi jika ikutan mengobrol dengan gatot.Usai mereka selesai sarapan pagi. Lalu Gatot mengantarkan Lolita dan Sophia.
" Ya udah aku mau kerja dulu ya Bu. Kalo ibu butuh apapun kabarin aku ya" ujar Lolita sambil memeluk erat tubuh ibunya yang mulai rapuh.
" Aku juga mau berangkat wawancara kerja hari ini ya Bu. Doakan moga wawancara berjalan lancar" ujar Sophia sambil tersenyum.
" Ya hati-hati di jalan ya Lolita dan Sophia. Kabarin kalo kalian sudah sampai" ujar ibunya Lolita perhatian.
"Sophia , berangkat bareng mas Gatot dan mba Lolita aja. Biar hemat biaya transportasi " ujar Gatot menawarkan diri.
" Seriusan nih enggak apa-apa mas?! Nanti mas Gatot kesiangan lagi berangkat kerjanya " ujar Sophia merasa tak enak hati.
" Aku hari ini ambil cuti kerja. Soalnya mau jadi supir sehari nya mba Lolita. Ya sesekali quality time sama Lolita. Sambil memperbaiki hubungan antara mas Gatot dan mba Lolita" ujar Gatot memberitahu.
" Hemmmmm.. ya udah deh kalo memaksa" ujar Sophia yang menyetujui permintaan Gatot untuk berangkat dengannya.
...****************...
Saat mereka bertiga berada di mobil. Nampak biasa saja. Tak ada yang aneh maupun hal yang mengganjal.
" Sophia kapan kamu wisuda?!" tanya mas Gatot penasaran.
" Kemungkinan bulan Juni mas Gatot. " jawab Sophia santai.
" Wah sebentar lagi jadi pengacara dong. Kalo mas butuh jasa kamu. Tarifnya jangan di mahalin ya?!" ujar Gatot bercanda.
__ADS_1
" Hehehe.. tergantung dengan kasus yang di hadapi. Kalo terlalu berat. Ya bakalan mahal tarif nya" ujar Sophia memberitahu.
" Kok kamu diem aja Lolita?! Biasanya kamu selalu ikut nimbrung kalo aku sedang berbincang dengan Sophia?!" ujar Gatot penasaran.
" Hemmmmm.. enggak apa-apa. Aku hanya sedang tak lagi bersemangat " jawab Lolita dengan sedikit berbicara.
" Tumben nih Sophia. Mba Lolita jadi pendiam ya. Biasanya paling bawel di antara kita" ujar Gatot menyindir Lolita.
" Mungkin mba Lolita lagi mikirin kerjaan kali mas. Jadi bawaannya gak bersemangat karena kerjaannya lagi banyak menumpuk " ujar Sophia mencari alasan.
...****************...
Sesampainya Sophia di kantor pengacara. Lanjut Gatot mengantarkan Lolita ke butiknya. Tak hanya mengantarkan tetapi Gatot ikutan masuk ke butik dalam ruangan kerja Lolita.
" Ngapain kamu masuk ke butik?! Kan kamu bilang hanya jadi supir saja" celetuk Lolita terhadap Gatot.
" Pergi dari sini?! Aku mau kerja!! Jangan ganggu aku!!" ujar lolita bernada kesal.
" Kok kamu jadi begini sih?! Kamu gak punya perasaan banget sih jadi istri. Aku pagi cemas dan khawatir sama kamu yang gak pulang semalam. Aku telpon Sophia nanya kabar kamu. Baru aku tahu kamu di rumah ibu kamu. Ya aku minta maaf selama ini sudah salah paham sama kamu dan menuduh kamu yang macam-macam. Maafkan aku ya " ujar Gatot merasa bersalah.
" Aku sudah maafkan kamu sebelum kamu meminta maaf duluan. Lagian masalah kita bukan hanya sekali dua kali aja. Hampir tiap hari kita bertengkar karena masalah sepele. Apalagi kemarin aku sakit hati banget sama kamu. Aku capek-capek bangun pagi buat masak. Tapi apa yang aku dapatkan?! Katanya kamu bosen melihat aku. Istri mana yang gak sakit hati mendengar ucapan dari suaminya begitu?!" ujar Lolita meluapkan emosi nya.
" Ya maafkan aku sayang!! Kemarin aku khilaf dan kesal karena banyak kerjaan di kantor. Apalagi kamu pulang larut malam. Kalo kamu bilang habis menjaga ibu kamu yang sakit juga pasti aku gak akan emosi dan memikirkan yang macam-macam " ujar Gatot merasa bersalah.
...****************...
Gatot merasa bersalah dengan sikapnya yang terlalu overprotektif dan terlalu berpikir negatif tentang Lolita. Apalagi soal Lolita yang akhir-akhir ini suka pulang larut malam.
__ADS_1
" Iya baiklah aku akan pergi dari butik. Tapi nanti kita makan siang bareng ya" ujar Gatot Merayu Lolita.
" Enggak mau!! Siang aku ada urusan dengan klien di luar kantor" ujar Lolita berbohong.
" Ya udah sore aku jemput ya. Nanti pulang nya kita makan malam di luar. Di restoran langganan kita dulu pernah pacaran dan ngedate" ujar Gatot memberitahu.
" Gak bisa!! Aku pulang larut malam . Jadi makan malam di luar sama klien" ujar Lolita mengarang cerita.
" Hemmmmm.. tapi aku tadi nanya Sarah. Katanya kamu gak ada jadwal meeting hari ini " ujar Gatot menjelaskan.
" Mulai hari ini aku ganti asisten. Bukan Sarah lagi. Karena Sarah kerjanya gak bagus. Kalo gak percaya tanya saja dengan Sarah nya langsung " ujar Lolita dengan wajah jengkelin.
" Ya udah kamu mau ya di jemput aku pulang. Kita pulang ke rumah kita. Atau kamu mau nginep di rumah ibu kamu juga boleh. Aku yang anterin ya. Sekalian aku juga menginap di rumah ibu kamu " ujar Gatot memberikan perhatian.
" Tidak!! Ibu ku sudah membaik dan sehat. Lagian juga aku sudah biasa pulang sendiri. Ngapain jadi kamu mau antar jemput aku" ujar Lolita menjelaskan.
" Yah sayang dong hari ini aku sudah ambil cuti khusus mau memperbaiki hubungan kita. Aku tahu aku salah. Tapi jangan setega ini dong sayang. Aku janji takkan mengulangi nya lagi" ujar Gatot berjanji.
" Kan kamu gak bilang dari kemarin mau cuti. Lagian juga biasanya kamu cuti juga buat naik gunung atau camping bareng temen-temen kantor kamu. Tumben amat cuti gak ada alasannya " ujar Lolita menyindir Gatot.
" Ya karena aku merasa bersalah sama kamu. Jarang ada waktu buat kamu. Sedangkan kamu sibuk kerja demi keluarga kamu dan keluarga aku. Sudah sepantasnya aku juga manjain kamu" ujar Gatot memberitahu.
" Dulu aku suka minta waktu luang kamu. Dan kamu selalu berikan banyak alasan. Sekarang giliran aku punya kesibukan dan usaha. Kamu pengen aku punya waktu juga buat kamu?! Hemmmmm.. terlalu munafik ya" ujar Lolita menyinggung Gatot.
" Ya maaf aku yang selalu sibuk dengan dunia dan urusan aku tanpa melibatkan kamu. Aku tahu gak seharusnya aku begitu. Tapi kan aku sayang dan cinta sama kamu. Aku gak mau kita bertengkar lagi karena masalah sepele atau kurangnya komunikasi " ujar Gatot sambil meneteskan air mata.
...****************...
__ADS_1
Saat Lolita melihat Gatot meneteskan air mata ada sedikit rasa iba dalam benak nya. Namun jika mengingat perlakuan Gatot di rumah ibunya membuat Lolita seperti mati rasa terhadap Gatot.