
...****************...
Sophia tidak tahu menahu mengenai Lolita yang ingin jaga jarak dengan Franco. Karena menurut Lolita jika terlalu sering dan terlalu dekat dengan Franco akan timbul fitnah. Apalagi status Lolita masih istri nya Gatot. Lolita gak mau banyak yang bergosip tentang Lolita. Makanya Lolita bersikap tegas kepada Franco. Lolita pun menelpon sahabat nya,Yuni.
" Hei,Yuni?! Lagi apa?! Sibuk gak?! Aku mau ngajak kamu ngopi nih?! Ada waktu gak?! Aku tunggu di cafe langganan kita ya" ujar Lolita sudah ada di cafe langganan dengan Yuni.
" Eh,Lolita!! Aku baru kelar makan malam. Enggak sibuk sih!! Habis ngasih jatah suamiku juga. Suamiku baru berangkat lagi ke luar kota. Ada waktu kok. Anak-anak udah pada ngerjain tugas sekolah dan udah pada tidur. Oke aku on the way ya" ujar yuni siap-siap untuk menuju cafe langganan mereka.
" Enggak pake lama ya. Mau aku pesenin sekalian atau kamu pesen sendiri?!" tanya Lolita yang sangat gabut.
" Pesenin aja yang biasa aku pesen ya. Aku bentar lagi nyampe kok" ujar Yuni sambil menyetir mobil sendiri.
" Ya hati-hati di jalan ya. Sudah aku pesenin yang biasa kamu pesen" ujar Lolita menjelaskan.
" Oke. Terimakasih bestie" ujar Yuni sambil mengakhiri percakapan telepon dengan Lolita.
...****************...
Sesampainya di cafe langganan mereka. Yuni melihat raut wajahnya Lolita sangat muram dan tak bersemangat. Membuat Yuni merasa khawatir.
" Aku cepat kan datangnya" ujar Yuni sambil cium pipi kiri dan kanan nya Lolita.
" Ya terimakasih banyak ya Yuni. Kamu emang teman Ter the best nya aku. " ujar Lolita sambil tersenyum.
" Tumben ngajak ngopi selarut ini. Jangan bilang lagi ada masalah" ujar Yuni udah bisa menebak isi pikiran nya Lolita.
__ADS_1
" Ya, begitu lah. Aku lagi kesel dan galau" ujar Lolita sambil menghela nafasnya.
" Ada masalah apa nih?! Soal Gatot lagi?! Apa perlu aku labrak Gatot biar gak mengganggu kamu terus?! Heran aku sama Gatot bikin masalah Mulu" ujar Yuni merasa kesal.
" Ini bukan soal Gatot. Tapi aku tadi habis marahin Sophia dan Franco. Udah tahu lagi badmood. Malah mereka nyari masalah sama aku" ujar Lolita memberitahu.
" Entar dulu!! Maksudnya apa ya?! Enggak paham?! Sophia dan Franco bikin masalah apa ya?! Mereka ketahuan pacaran ya?! Terus kamu cemburu gitu?!" ujar Yuni ngasal berkomentar.
" Bukan itu!! Aku sedang menjaga jarak sama franco. Terlebih masalah aku dan Gatot aja belum kelar. Franco masih aja terus mengajak untuk pergi berdua. Pas tahu kami bukan sodara satu darah. Kini Franco berniat mendekati aku terus. Jujur aku merasa risih. Apalagi tadi habis belanja kain dan aksesoris sama Sophia. Franco menelpon aku katanya mau ngajak makan malam. karena aku sibuk dengan membayar kain. Nah di jawab sama Sophia bahwa aku dan Sophia sedang di toko kain. Akhirnya Franco di butik dan niatnya mau ngajak makan malam kami bertiga. Tapi aku tolak" ujar Lolita bercerita.
" Owh jadi ceritanya begitu. Ya wajarlah kalo kamu marah sama sikapnya Franco. Karena kamu gak mau ada fitnah ya. Tapi Franco dan Sophia gak ngerti ya. Ya udah yang sabar ya" ujar Yuni memeluk erat tubuh nya Lolita.
" Kalo kaya begini kan aku jadi males pulang ke rumah ibuku. Aneh ya. Pada gak ada yang bisa ngertiin perasaan aku. Hanya kamu doang Yuni" ujar Lolita dengan raut wajahnya yang sangat sedih.
...****************...
" Ya udah kalo kamu gak mau pulang. Bisa nginep ke rumah aku. Gak usah ke rumah ibu kamu. Di rumah aku kamar banyak. Mau malam ini mabuk lagi juga enggak apa-apa?! Aku siap menemani" ujar Yuni mencoba menghibur hatinya Lolita.
" Aku juga gak tahu bakalan tidur dimana?! Tadinya kepikiran mau nginep di ruangan kerja aja di kantor butik aku. Biar gak ngerepotin siapapun " ujar Lolita memberitahu.
" Eh jangan ngomong begitu Lolita!! Dari dulu aku gak merasa di repotkan sama kamu!! Malah aku seneng bisa membantu kamu. Apalagi kamu bisa nginep di rumah aku. Jadi nya aku ada temen ngobrol nya. Kalo anak-anak kan sudah punya temen sendiri " ujar Yuni menjelaskan.
" Makasih ya Yuni sudah sangat perhatian dan pengertian sama aku dari zaman SMA hingga sekarang. Aku gak tahu dah kalo enggak ada kamu. Mungkin aku bisa bunuh diri karena tak ada temen buat sharing dan curhat " ujar Lolita sambil berlinang air mata.
" Hush!! Jangan ngomong begitu!! Kamu gak boleh melakukan hal bodoh!! Gak boleh bunuh diri!! Kamu terlalu berharga jika melakukan hal sebodoh itu!! Aku akan selalu ada di saat kamu susah dan senang!!" ujar Yuni sambil tersenyum.
__ADS_1
" Aku udah mumet dan gak bisa berpikir jernih ketika banyak masalah datang silih berganti. Seakan ujian hidup aku berat banget ya. Aku gak sanggup buat menjalani nya" ujar Lolita menangis tersedu sedu.
" Allah ngasih ujian hidup yang berat karena tahu bahwa kamu kuat dan bisa melewatinya. Kalo aku di posisi kamu juga belum tentu bisa" ujar Yuni berkomentar.
" Tapi ujian hidup yang di berikan Allah sangat berat. Sampai aku stress " ujar Lolita dengan raut wajah memelas.
...****************...
Lolita pun menangis di depan Yuni. Namun Yuni gak berani ngomong apapun. Karena Yuni tahu bahwa Lolita sedang meluapkan emosi dan semua perasaan nya yang di pendam dalam hatinya.
" Ada berita bahagia yang ingin aku ceritakan sama kamu Lolita?!" ujar Yuni berbisik di telinga nya Lolita.
" Berita bahagia apa?! Kamu hamil lagi anak keempat?!" celetuk Lolita sambil menghapus air mata nya.
" Bukan itu. Aku belum mau hamil lagi. Mungkin insyaallah tahun depan baru akan program hamil anak keempat. Kita kembali ke topik awal. Alpha sekarang jadi direktur utama di rumah sakit aku loh " ujar Yuni memberitahu.
" Apa?! Alpha?! Mantan aku?!" ujar Lolita terkejut.
" Iya bener. Alpha mantan kamu. Dia sekarang jadi dokter muda yang sukses ya. Bukan hanya tampan tetapi juga bisa memiliki dua rumah sakit dengan hasil kerja sendiri. Ah andai kamu sabar menunggu Lolita. Kamu bakalan jadi istri yang sangat mapan hidupnya " ujar Yuni berkomentar.
" Ya berarti dia bukan jodoh aku. Mungkin jodoh nya orang lain" ujar Lolita memberitahu.
...****************...
Yuni dan Lolita pun tak menyangka kini alpha bisa memiliki dua rumah sakit dengan hasil kerja sendiri.
__ADS_1