JUST GIVE ME A REASON

JUST GIVE ME A REASON
bab 41. Diam Seribu Bahasa


__ADS_3

...****************...


Mendengar ucapan nya Gatot. Malika dan khufra langsung diam seribu bahasa. Seolah-olah mereka telah di permalukan oleh Gatot dan Lolita.


" Kenapa sih mas Gatot dan mba Lolita membahas hal ini?! Atau memang dengan sengaja ingin mempermalukan aku dan khufra ya?! " ujar Malika menegur gatot dan Lolita.


" Ya mas mah gak mempermalukan kamu dan khufra. Aku hanya menyeimbangkan bahasa dan ucapan yang tadi kalian lontarkan kepada aku dan Lolita." ujar Gatot memberitahu.


" Sudahlah mas Gatot!! Jangan di bahas lagi!! Kita kesini buat jenguk ibu kamu. Bukannya nyari masalah atau nyari keributan" ujar Lolita menjelaskan.


" Tapi aku gak bisa tinggal diam jika ada yang meremehkan dan menghina kita. Meskipun keluarga juga harus di tegur. Agar tidak semena-mena " ujar Gatot berkata tegas.


" Ibu minta maaf kalo sikapnya Malika kasar sama kamu Gatot dan Lolita. Ibu tak pernah mengajarkan kepada Malika untuk bersikap tidak sopan sama kamu" ujar ibunya Gatot merasa bersalah.


" Iya sama. Aku juga minta maaf kalo sikap dan ucapan aku agak kasar sama Malika Dan khufra. Aku juga gak akan suka jika Malika bersikap tidak sopan sama aku dan Lolita" ujar Gatot menjelaskan.


" Nah kan yang penting kita sekarang udah saling memaafkan dan saling mengakrabkan kembali. Karena kita masih keluarga " ujar ayahnya Gatot menjelaskan.


" Aku juga mau nya begitu kita masih keluarga jangan saling menyerang dan jangan saling menjatuhkan. Seharusnya saking mendukung satu sama lain" ujar Gatot memberitahu.


...****************...


Suasana menjadi cair ketika ibunya Gatot menghentikan perdebatan di antara Gatot dan Malika. Orangtua pun akan merasa kecewa dan kesal jika anak kandung nya saling menyerang dan bertengkar adu mulut.

__ADS_1


" Sebenarnya aku gak mau ke rumah. Karena aku takut kondisi kesehatan nya lolita menurun. Apalagi Lolita baru proses penyembuhan.Eh malah kesini dapat perlakuan tidak menyenangkan. Aku kalo Malika dan David akan menikah juga gak akan tinggal diam. Pasti aku dan Lolita bantu dana tanpa kalian minta. Tapi kenyataannya apa?! Kalian malah suka menyerang dan membully Lolita" ujar Gatot bercerita.


" Iya minta maaf kalo merepotkan kamu dan Lolita untuk datang kesini. Ayah gak tahu kalo Lolita masih belum sembuh" ujar ayahnya Gatot merasa bersalah.


" Enggak apa-apa kok ayah. Jangan merasa bersalah dan tak enak hati. Bagaimana pun juga kita keluarga " ujar Lolita mencoba tersenyum.


" Aduh,drama banget ya mba Lolita dan mas Gatot!! Bikin cerita yang bagus dan keren agar ayah dan ibu terharu dan bersimpati!! Udah kaya drama di televisi aja" ujar Malika masih menyindir Gatot dan Lolita.


" Hehehe.. Tapi lebih drama siapa?! Bilang butuh modal buat usaha tapi ujungnya minta gratis?! Upss!! " ujar Lolita sambil tersenyum


" Hahaha.. bukannya drama yang masuk rumah sakit hanya karena haid?!lebay banget ya jadi orang" ujar Malika tertawa terbahak-bahak.


" Hahahaha.. iya aku mah lebay banget. Beda emang sama kamu yang di urut perut malah jadi pendarahan hebat ya. Bilangnya sih cuma urut badan karena badan gak enak. Padahal udah hamil. Yang lucu masa baru nikah sebulan hamilnya udah empat bulan ya?!" ujar Lolita meledek Malika.


" Wah,apa ini?! Menampar aku biar apa?! Aku harus sopan santun sama kamu Malika?! Kan yang menyulut api itu kamu?! Aku hanya memberikan bensin agar api nya membesar" ujar Lolita mencoba menahan amarahnya.


" Mba Lolita kenapa sih suka banget fitnah aku?! Mana buktinya kalo aku hamil duluan?! Apa buktinya aku sudah hamil empat bulan?! Siapa yang ngomong begitu?! Mba Lolita bikin fitnah apalagi?!" ujar Malika berteriak dengan sangat keras.


" Huhuhuhu.. ada yang emosi ya. Ya kalo emang gak merasa kenapa harus menampar begitu ya?! Aku gak bikin fitnah sama sekali. Hanya aku mengulang pembicaraan ibu yang pernah curhat sama aku waktu aku. Karena melihat kamu sebulan pendarahan hebat hingga gak bisa berjalan." ujar Lolita bercerita.


" Tapi itu semua bohong!! Itu fitnah!! Aku gak pernah melakukan hal gila seperti itu!!" ujar Malika menangis histeris.


" Tapi setahu aku ya Malika. Aku kan udah pengalaman lima kali di urut perut gak pernah ada pendarahan hebat seperti yang kamu alami. Logika aku sih kalo perut gak ada bayi nya. Pasti biasa aja. Kalo ada bayi pasti akan pendarahan. Soalnya bayi di paksa untuk keluar " ujar Lolita menjelaskan.

__ADS_1


" Jangan sok tahu deh mba Lolita!! Kaya usah pernah hamil saja!! Sok pinter banget sih" celetuk khufra kesal dengan ucapannya Lolita.


" Ya aku emang belum pernah hamil. Tapi kalo soal urut perut aku kan udah pernah. Ya kalo emang kamu Malika gak kenapa-kenapa. Seharusnya sudah hamil dan punya anak dong. Tapi kenapa udah tiga tahun belum punya anak?! Pasti kb ya?! Seharusnya kuret biar bersih. Aku ngomong begini karena sayang bukan julit. Takut kamu kenapa-kenapa kalo gak kuret." ujar Lolita berargumen.


" Ngapa jadi mba Lolita yang mengurusi hidup rumah tangga aku?! Urus aja kehidupan rumah tangga mba Lolita sendiri?!" ujar Malika dengan ucapan nya yang kesal dengan Lolita.


...****************...


Argumen dan perdebatan yang sama lagi. Membahas soal hamil dan anak. Seolah Malika ingin mempermalukan Lolita. Eh malah Malika yang di permalukan oleh Lolita. Sedangkan ayah dan ibunya hanya menyimak tanpa berkata apa-apa.


" Aku sih gak mengurus rumah tangga kamu ya Malika. Hanya ingin kasih tahu kamu aja. Kadang pengalaman hidup belum tentu bisa di dapatkan dari kehidupan kita. Tapi bisa belajar dari orang lain" ujar Lolita memberitahu.


" Ya tapi setahu aku. Orang bisa di percaya dari pengalaman hidupnya sendiri. Bukan dari kata orang lain" ujar Malika dengan tatapan tajam nya kepada Lolita.


" Ya terserah sih mau percaya atau enggak. Itu hak kamu. Dan aku takkan memaksa kamu buat percaya ucapan aku. Hanya ingin kamu berpikir kembali kadang ucapan aku bisa jadi benar jika kamu renungkan kembali " ujar Lolita menjelaskan.


" Tidak!! Aku tidak akan pernah percaya ucapan mba lolita. Karena aku mikirnya mba Lolita belum pernah hamil. Jadi logika aku mengatakan bahwa ucapan mba Lolita hanya sia-sia belaka" ujar Malika dengan tatapan meremehkan Lolita.


" Ya terserah deh!! Tapi jangan mengeluh atau berteriak lagi ya minta modal usaha sama mas Gatot!! Soalnya kamu kan sudah menikah. Jadi sudah jadi tanggung jawab nya khufra bukan mas Gatot!!" ujar Lolita mengingatkan.


" Ya!! Aku takkan meminta bantuan lagi sama mas Gatot!! " ujar Malika bernada kesal.


...****************...

__ADS_1


Usai menjenguk ibu nya gatot. Lalu Gatot dan Lolita berpamitan pulang. Agar Lolita bisa beristirahat kembali agar bisa sehat pulih total.


__ADS_2