
...****************...
Sesampainya di rumah. Gatot dan Lolita menjadi perang dingin. Saling tak menyapa ataupun mengobrol. Efek ribut di rumah orangtuanya Gatot. Lolita merasa kesal dengan perlakuan orangtuanya Gatot dan Malika. Sedangkan Gatot malu dengan sikap Lolita yang frontal dan memberontak kepada orangtuanya. Senin pagi harinya Gatot pun tak menyapa maupun berpamitan kerja kepada Lolita. Padahal Lolita sudah menyiapkan sarapan untuk makan bersama. Yuni pun menelpon ketika Lolita sedang naik grab car menuju butik.
" Hallo,Lolita!! Lagi dimana?! Sudah sampai butik belum?!" sapa Yuni yang perhatian.
" Hallo Yuni. Aku lagi di jalan nih. Sebentar lagi nyampe butik. Ada apa ya?!" jawab Lolita penasaran.
" Owh tumben jam segini belum nyampe butik. Owh capek ya kemarin habis bantu memasak di mertua. Ciye akur nih ya sama ipar dan mertua " ujar Yuni meledek Lolita.
" hahaha.. kok tahu sih aku sangat akrab banget sama ipar dan mertua?! Iya buktinya kemarin sampai adu mulut loh!! Wah seru banget deh. Aku yakin kamu kalo denger cerita aku pasti geleng-geleng kepala " ujar Lolita sambil tertawa terbahak-bahak.
" Hah?! Seriusan nih? Sampai adu mulut?! Wah makin penasaran nih?! Kamu lagi di anterin Sama Gatot ya?! Gak tahu tadi dengan ucapan kamu?!" ujar Yuni khawatir.
" Enggak. Aku naik grab. Soalnya habis ribut di rumah orangtuanya Gatot. Langsung deh aku dan Gatot perang dingin dari hari Sabtu hingga sekarang " ujar Lolita menjelaskan.
" Duh,gak sabar pengen denger cerita kamu. Apa jam makan siang ya ketemu?!" ujar Yuni penasaran.
" Wah maaf banget nih Yuni. Aku gak bisa hari ini. Soalnya jadwal aku full di luar. Mau ketemu klien juga sendiri. Makanya aku hari ini gak ke butik " ujar Lolita memberitahu.
" Terus kapan kita ketemu?!" tanya Yuni penasaran lagi.
" Bagaimana kalo besok aja?! Soalnya besok aku jadwal nya gak terlalu padat " ujar lolita menjelaskan.
" Oke siap. Aku tunggu kabar nya ya" ujar Yuni sambil mengakhiri percakapan telepon dengan Lolita.
...****************...
__ADS_1
Lolita berbohong kepada Yuni dengan hari ini jadwalnya padat. Padahal hari ini Lolita tak pergi bekerja di butik. Soalnya jadwal nya di kosongkan hari ini karena Lolita pergi ke rumah ibunya. Sophia ( adik Lolita)memberikan informasi bahwa ibunya Lolita sedang sakit. Sesampainya di rumah ibunya Lolita.
" Mba lolita!! Akhirnya kamu datang" ujar Sophia yang memeluk erat tubuh nya Lolita sambil menangis.
" Gimana keadaannya ibu?! Sudah membaik kah?!" tanya Lolita khawatir.
" Ibu masih belum sadar. Efek jatuh dari kamar mandi semalam. Aku manggil dokter buat ke rumah. Soalnya aku gak kuat angkat tubuh ibu. Jadinya aku minta tolong sama dokter Alpha" ujar Sophia memberitahu.
" Dokter Alpha?! Kamu sudah gila?! Berapa kali mba bilang jangan minta tolong sama dia. Gak enak tahu" ujar Lolita merasa agak kesal.
" Habis yang aku kenal hanya dokter Alpha. Maafkan aku ya mba. Dan aku tak bermaksud buat mba Lolita merasa canggung. Karena dokter Arifin mantan pacar mba Lolita. " ujar Sophia merasa bersalah.
" Ya sudahlah!! Mau gimana lagi?! Nasi sudah menjadi bubur. Yang sudah terjadi ga bisa di ulang lagi. Yang penting ibu cepat di tangani." ujar Lolita memberitahu.
.
...****************...
" Hai Lolita!! Kamu baru datang?!" sapa dokter Alpha kepada Lolita.
" Hai, dokter Alpha!! Iya aku baru datang. Kamu apa kabarnya?!" tanya Lolita dengan ramah.
" Alhamdulillah aku baik. Kamu sendiri gimana kabarnya?! Kamu gak kerja?!" jawab dokter Alpha perhatian.
" Kabar aku Alhamdulillah baik dan sehat. Seperti yang kamu lihat. Aku gak kerja. Sengaja aku gak kerja soalnya mau fokus merawat ibuku. Karena aku gak akan bisa fokus kerja kalo ibuku sakit. Lagian juga kerjaan hari ini gak terlalu banyak. Masih ada asisten yang membantu pekerjaan aku" ujar Lolita bercerita.
" Iya kamu mah hebat punya usaha bisnis sendiri ya. Jadi kalo orangtua kamu sakit. Kamu masih bisa menjalankan usaha meskipun di tinggal" ujar dokter Alpha berkomentar.
__ADS_1
" Kamu juga hebat dokter Alpha. Keluar kerja dari rumah sakit bergengsi sekarang malah bikin rumah sakit sendiri. Yang mengelola kamu. Kamu luar biasa. Yang bakal jadi calon istri kamu pasti sangat beruntung dan bahagia " ujar Lolita memuji dokter Alpha.
" Tapi lebih beruntung lagi sih kalo yang jadi istri aku itu kamu lolita. Hehehe.. kamu dapat kabar dari Sophia ya. Makanya langsung bergegas kesini. " ujar dokter Alpha berpendapat.
" Hahaha.. sudahlah dokter Alpha!! Jangan di bahas lagi masa lalu kita " ujar Lolita sambil tersenyum.
...****************...
Lolita merasa tak enak dengan dokter Alpha. Karena setiap kali ibunya sakit. Sophia selalu menghubungi dokter Alpha untuk mengecek kondisi kesehatan nya ibunya Lolita.
" Kalo boleh tahu gimana keadaan ibuku usai jatuh dari toilet?! Apakah parah?! Apakah perlu CT scan?!" tanya lolita khawatir.
" Keadaan ibu sekarang sudah membaik. Sudah aku berikan vitamin dan obat lewat infus. Kalo sekarang belum sadar efek dari obat nya. Tapi jangan khawatir ya. Nanti juga ibu akan sadar. Kepalanya gak mengalami hal yang parah. Paling untuk sementara ibu pakai kursi roda dulu ya. Untuk menyembuhkan luka dan memar di lutut dan dengkul nya" ujar dokter Alpha bercerita.
" Syukur lah kalo kondisi kesehatan ibu gak parah. aku syok dan terkejut ketika Sophia memberikan informasi bahwa ibu jatuh dari toilet. Kalo begini. lebih baik aku sewa art buat ngurusin ibu dan Sophia. Biar gak khawatir " ujar Lolita bercerita.
" Ya ide yang bagus. biar ibu kamu dapat perhatian dan biar dapat pengawasan juga" ujar dokter Alpha berkomentar.
" Ya udah aku akan cari art yang bisa memenuhi syarat. Yang terpenting bisa menginap di rumah ini. agar aku bisa mengontrol lewat cctv. " ujar Lolita menjelaskan.
" Ibu kamu beruntung ya punya anak kaya kamu yang sangat perhatian dan sayang meskipun kamu sudah menikah. Tapi perhatian kamu gak berkurang ke keluarga kamu" ujar dokter Alpha memuji lolita.
" Aku yang meras beruntung sama dokter Alpha yang selalu ada di saat keluarga aku membutuhkan. Meskipun aku tahu kamu pasti sangat sibuk dengan pekerjaan di rumah sakit sendiri. Sekali lagi terimakasih banyak atas bantuannya" ujar Lolita sambil tersenyum.
...****************...
Dokter Alpha selalu jadi nomer satu di hati keluarga nya Lolita. Selalu datang di saat di butuhkan bantuan. Dari zaman pacaran SMA hingga kuliah. Dokter Alpha selalu jadi kesayangan ayahnya Lolita. Namun takdir berkata lain. Mereka tak di jodohkan.
__ADS_1