
...****************...
Gatot merasa lega karena sudah memberitahu kondisi kesehatan nya lolita kepada Sophia,adik kandung nya Lolita. Sore harinya saat Lolita sudah bangun dari istirahat nya. Lalu datanglah Sophia dengan membawa makanan kesukaan Lolita dan buah.
" Maaf ya mba Lolita!! Sore aku baru kesini" ujar Sophia sambil menangis.
" Ya enggak apa-apa Sophia. Kamu tahu kabar aku di rumah sakit dari mas Gatot ya?!" ujar Lolita menebak.
" Hehehe.. iya aku ngabarin Sophia bahwa kamu masuk rumah sakit. Soalnya aku panik dan gak mau kamu kenapa-kenapa. Kalo aku gak kasih tahu kamu di rumah sakit. Takutnya nanti aku malah di salahkan" ujar Gatot memberitahu.
" Iya enggak apa-apa kok mas Gatot. Itu sikap yang benar." ujar lylia sambil tersenyum.
...****************...
Tiba-tiba saja ibunya Gatot menelepon Gatot. Karena merasa kangen. Biasanya tiap hari Gatot memberikan kabar. Namun hari ini Gatot tak memberi kabar ibunya. Lalu Gatot pergi keluar untuk mengangkat panggilan tersebut.
" Hallo Gatot!! Kamu lagi apa?! Tumben nih kamu gak ngasih kabar?!" sapa ibunya Gatot.
" Hallo ibu. Maaf ya hari ini aku gak ngasih kabar. Soalnya aku sedang lagi di rumah sakit" ujar Gatot memberitahu.
" Apa?! Kamu di rumah sakit?! Kamu sakit?! Atau kecelakaan di jalan raya?! Makanya kamu harus hati-hati bawa mobilnya " ujar ibunya Gatot ngomel.
" Aku tidak sakit. Maupun kecelakaan. Tapi ini lebih parah dari itu. Lolita masuk rumah sakit karena mengalami pendarahan hebat hingga harus di larikan ke rumah sakit pagi hari ini" ujar Gatot bercerita.
__ADS_1
" Apa?! Lolita mengalami pendarahan?! Kok bisa?! Lolita keguguran?! Atau jatuh dari toilet?!" tanya ibunya Gatot penasaran.
" Bukan itu Bu maksudnya. Tapi Lolita mengalami pendarahan akibat kemarin haid tidak teratur selama tiga bulan. Dan kebetulan Lolita sedang haid dengan volume darah yang sangat banyak. Membuat Lolita menjadi kekurangan darah dan badannya pana dingin " ujar Gatot menjelaskan.
" Kok bisa sih?! Cuma haid doang bisa begitu?! Ah lebay banget jadi wanita. Perasaan ibu waktu dulu masih muda gak begitu deh. Lolita terlalu drama ya hidup nya" ujar ibunya Gatot berkomentar.
" Drama dari mana sih Bu?! Jelas jelas tadi pagi Lolita hampir saja seperti orang mau meninggal dunia. Kalo tadi aku terlambat untuk mengantarkan Lolita ke rumah sakit. Bisa jadi sekarang Lolita meninggal dunia. Kok ibu segitu nya sama Lolita sih! kenapa tanggapan nya begitu?! Padahal Lolita itu sayang dan perhatian banget sama ibu" ujar Gatot membela Lolita yang sedang sakit.
" Ya maaf gatot. Ibu gak bermaksud begitu. Tapi emang kenyataan nya begitu. Waktu ibu muda gak ada yang mengalami seperti itu. Atau jangan jangan Lolita kena kanker kali sampai mengalami pendarahan begitu?! Atau kena penyakit miom atau kena kista?!" celetuk ibunya Gatot menjudge buruk Lolita.
" Aku pikir dulu setiap Lolita curhat soal ibu. Aku pikir Lolita uang salah menilai ibu. Karena aku pikir ibu baik seperti malaikat. Ternyata ibu lebih jahat dari ibu tiri" ujar Gatot merasa kecewa dan mengakhiri percakapan telepon dengan ibunya.
...****************...
Karena Gatot merasa kecewa dengan sikap ibunya. Akhirnya percakapan telepon di tutup oleh Gatot. Hati Gatot boleh merasa kesal dengan ibunya. Namun Gatot gak mau memperlihatkan kekecewaan nya di depan Lolita. Lalu Gatot masuk menemui Lolita dan Sophia yang sedang asyik mengobrol. Lalu berpamitan untuk mencari makan di luar rumah sakit.
" Ya mas gatot. Mau minta tolong apa?!" tanya Sophia penasaran.
" Aku nitip lolita sebentar ya. Kamu temani Lolita di sini. Soalnya aku mau cari makanan di luar rumah sakit. Atau kalian mau nitip makanan?! Biar sekalian aku belikan. " ujar Gatot sangat ramah.
" Aku gak nitip apapun. Soalnya aku sudah beli semua keperluan yang aku mau tadi saat pulang kerja menuju rumah sakit. Siap mas Gatot. Aku akan menemani mba Lolita saat mas Gatot keluar buat istirahat dan makan di luar" ujar Sophia memberitahu.
" Kalo kamu Lolita sayang?! Mau nitip minuman atau makanan apa?!" tanya Gatot perhatian.
__ADS_1
" Aku pengen es krim boleh?! Sudah lama aku gak makan es krim rasa coklat dan roti bakar" ujar Lolita nyeleneh.
" Ya nanti aku belikan yang banyak untuk kamu" ujar Gatot sambil tersenyum.
...****************...
Saat Gatot pergi dan berpamitan kepada Lolita dan Sophia untuk keluar rumah sakit untuk membeli makanan. Lalu di lanjut kan lagi obrolan Sophia dan Lolita di dalam ruangan pasien rumah sakit.
" Kamu gak ngasih tahu ibu kan Sophia?! Bahwa mba di rawat di rumah sakit?!" ujar Lolita penasaran.
" Enggak kok. Tenang Saja. Tadi juga mas Gatot pas hubungi aku soal mba Lolita yang di rawat di rumah sakit pun meminta aku untuk tak beritahu ibu kita. Katanya takut ibu ngedrop lagi" ujar Sophia bercerita.
" Owh begitu. Mas Gatot juga meminta kamu untuk tidak memberitahu ibu. Mungkin tahu kalo kondisi ibu baru masa pemulihan. Lah terus kalo kamu pulang terlambat alasannya apa?!" ujar Lolita meledek Sophia.
" Ya tinggal bilang aja aku habis nongkrong sama temen kuliah sehabis pulang kerja. Udah mba Lolita gak usah banyak pikiran. Sekarang fokus dengan kesehatan mba Lolita. Biar cepat sembuh dan keluar dari rumah sakit " ujar Sophia mendoakan.
" Gimana sekarang rasanya kerja sebagai asisten pengacara sambil menunggu kamu di wisuda?!" ujar Lolita penasaran.
" Rasanya nano nano mba. Mungkin karena aku masih pemula. Jadi masih belum banyak ilmu nya. Tapi jika nanti aku sudah lulus kuliah. Aku baru boleh menangani kasus di pengadilan " ujar Sophia menjelaskan.
" Ya bangga sama kamu yang sebentar lagi jadi pengacara. Padahal ayah kan berharap kamu jadi PNS atau perawat. Tapi kan kamu keras kepala. Makanya mba Lolita gak mau memaksa kamu. Takut nanti kamu tidak akan fokus kuliah nya" ujar Lolita berpendapat.
" Aku juga merasa bangga jadi adiknya mba Lolita. Sudah jadi kesayangan mba Lolita,di biayai kuliah. Padahal waktu itu aku mau kuliah sambil kerja. Tapi mba Lolita melarang. Takut aku gak fokus kuliah. Makasih ya mba Lolita sudah jadi ayah sekaligus mba aku yang tersayang " ujar Sophia menangis.
__ADS_1
...****************...
Melihat Sophia yang menangis membuat Lolita jadi ikutan menangis. Lalu Lolita dan Sophia saling menghapus air mata masing-masing. Rasanya seperti mimpi buat Lolita yang bisa membiayai kuliah Sophia dengan hasil jerih payahnya sendiri tanpa bantuan dari Gatot. Karena takut jadi omongan dari keluarga nya Gatot jika meminta untuk membiayai kuliah nya Sophia.