Kami Ini Villian

Kami Ini Villian
25


__ADS_3

Candra benar kesulitan nafas melihat kejadian yang ada di depannya. Ilmuwan yang tiba-tiba dia angkat menjadi Magical Girl. Seorang anggota Organisasi jahat tiba-tiba Magical Girl yang merupakan seorang pahlawan yang melindungi manusia dari monster berbahaya. Kepuasan Candra benar-benar sampai terdengar sampai ketelinga Ilmuwan.


“Maaf, sebelum itu, boleh menelpon seseorang?”


“Silahkan, jaringan HP masih tersambung kok.”


Dia langsung Menelpon Candra sesegera mungkin, dan tentu seorang Candra langsung mengangkat telepon selama mengenal nomor tersebut dan tidak ada masalah berat.


“Bagaimana kabar disana? Sudah puas ketawanya?” Ucapan yang sopan tapi memiliki tekanan bukan main.


Para Magical Girl dan maskot langsung mundur karena merasakan tekanan mengerikan dari ilmuwan yang sedang menelpon. Berbeda cerita bagi Candra yang memiliki Mental yang kuat layaknya tidak takut dengan Ilmuwan.


“Hahahah, Puas sekali, silahkan nikmati kehidupan magical Girl mu.”


“Jaga mulut mu, Jika tidak…”


Sebelum Ilmuwan mengakhiri ucapan, sudah terdengar mulut Candra yang berbicara cukup pelan.


“Magical Girl tua.. Bhahahahawaa.”


“Ohhh. Membahas Umur didepan wanita berani juga anda.”


Tanpa sebuah tanda, ilmuwan langsung memutuskan telepon. Dia sesegera menunduk untuk permisi sebentar karena suatu alasan singkat.


Ilmuwan langsung berjalan pada Candra yang bersembunyi di balik bebatuan dunia magical Girl imut-imut. Seorang Pria dia tarik secara paksa, dia sampai menendang kaki Candra, kemudian kerah baju ditarik layaknya membawa kotoran.


Kedua Magical Girl melihat Ilmuwan yang keras dan melakukan serangan kejutan pada seorang yang sedang tidak bisa melawan karena tertawa bengek. Candra yang terkejut tidak sadarkan, dan ketika sadar sudah melihat para Magical Girl di hadapannya.


“Ouhhhhw. Magical Girl ada di depan mataku.”


Akal sehat Candra langsung rusak ketika melihat Magical GIrl ada di depan. Dia langsung berusaha mengeluarkan papan tanda tangan entah dari mana. Benar-benar entah dari mana papan tanda tangan tersebut, para Magical Girl dan Ilmuwan juga berpikir itu disimpan dimana.


“Yosh, biarku tanda tangan.”


Ilmuwan dengan mudah merebut Papan tanda tangan Candra. Tentu Ilmuwan langsung tanda Tangan Ilmuwan yang dibuat sangat imut agar terlihat Magical Girl. ditambah di tanda tangan tersebut di gambar sebuah bintang-bintang kecil agar menunjukan umur muda.

__ADS_1


“Tidak perlu, tanda tangan dari Magical Girl tua.”


“Woy, asal kau tahu, aku ini lebih muda dari mu loh.”


Ilmuwan langsung mengangkat leher Candra dengan kekuatan amarahnya. Betapa hebatnya kekuatan amarah ilmuwan, itu benar-benar luar biasa dia bahkan bisa mengangkat Candra yang merupakan lelaki, dan pada dasarnya jauh lebih berat dari Ilmuwan sendiri.


“Nantang kah?”


“Tepat sekali.”


Seketika Tanda Magical Girl milik Ilmuwan langsung rusak dan pecah tepat di tangan Ilmuwan. Semua Magical Girl langsung terkejut dengan kejadian tersebut. Para Magical Girl adalah orang terpilih dengan memiliki hati yang cocok. Jika tidak cocok pasti tidak akan menempel, tetapi itu hancur setelah menempel.


“Lihat tuh, tandanya hancur, berarti sudah bukan umur lagi.”


“Ahhhhh.”


Mereka para Magical Girl yang tidak bisa ikut campur pada urusan Ilmuwan dan Candra karena masalah mereka terdengar sepele, tetapi kejadian pada tangan ilmuwan adalah fakta luar biasa yang tidak bisa dipungkiri lagi. Mereka hanya berdoa agar ada seseorang yang bisa menghentikan mereka.


Candra dan Ilmuwan terus saling beradu argumen akan umur. Mereka pada dasarnya memiliki yang tidak begitu tua, tapi sudah bukan umur pelajar lagi. Mereka juga memiliki umur yang tidak saling berjauhan, sesuai kata Ilmuwan bahwa Ilmuwan lebih muda 1 tahun dari Candra.


Masalah menjadi besar karena mereka terus berdebat soal Magical Girl yang biasanya seorang pelajar, tetapi melihat Ilmuwan yang sudah umur diatas pelajar sudah sangat jauh dari Image Magical Girl.


“Kalian lama sekali.”


“Jangan berteriak seperti itu Magi Sunshine.”


“Tapi, mereka ini mengaku paling kuat loh. Benarkan Magi Brine.”


Tiga Magical Girl, satu Magi Sunshine yang bersinar terang memiliki semangat untuk tidak mau kalah, dan satunya belum disebutkan namanya tetapi dia seorang Magical Girl yang terlihat penolong dan sopan, satunya Magi Brine terlihat diam, matanya terlihat sudah mengalami suatu trauma.


“Magi Flower, jangan bilang Magi Brine.”


“Benar, Nasib kakaknya tidak jelas. Sejak Wraith melakukan Cuci otak pada wali.”


Magi Flower meminta untuk tidak membahas soal itu terlebih dahulu. Seseorang pasti sedih ketika kehilangan orang yang dicintainya, apalagi kakaknya merupakan satu-satunya keluarga Magi Brine.

__ADS_1


Ketiga Magical tersebut turun dan sadar akan keberadaan Candra dan Ilmuwan yang sedang berdebat soal apa itu Magical Girl dan umur. Para Magical bertanya kenapa mereka disini, tentu maskot ubur-ubur menjelaskan apa yang terjadi sampai keakar-akarnya, hanya satu Magical Girl saja yang tidak mendengarkan dengan baik karena masih terlelap akan masalahnya.


“Kau,keras kepala sekali Candra. Padahal aku sudah mempertemukan kau dengan Magical Girl nyata.”


“Tidak terima kasih, saya bisa cari sendiri.”


Teriakan benar-benar mengganggu para Magical Girl ketika sedang rapat kecil. Mereka ingin menghentikan mereka berdua, tetapi melihat adu kemarahan seperti itu benar-benar sulit untuk dihentikan, jika saja ikut campur pasti terlibat dengan perdebatan mereka.


Semua Magical Girl langsung menatap Ilmuwan dan Candra yang terus berdebat, tidak terkecuali pada Magi Brine yang mendengar teriakan Candra. Telinga dia langsung terpasang ketika mendengar suara Candra yang begitu marah dan kesal akan Ilmuwan. Dari semua tatapan hanya Magi Brine saja yang penuh ucapan syukur akan sesuatu.


“Bagaimana ini? Niat awalnya hanya ingin meminta bantuan pada kakak itu.”


“Kakak itu memiliki kemampuan luar biasa, bahkan diriku ini mengakuinya.”


“Sampai segitunya, Jadi penasaran betapa hebatnya dia.”


“Hebat loh dia.”


“Pertama ucapkan terima kasih dulu.”


“Kak..”


Brine meneteskan air mata dan dia langsung berlari pada Candra dengan kecepatan penuh. Benar-benar kecepatan penuh, ditambah kekuatan Magical Girl yang bisa saja melukai manusia biasa.


Dia langsung memeluk Candra dengan penuh kekuatan, dan tentu itu kekuatan Magical Girl. Dia bisa saja menghancurkan tulang dan organ dalam Candra jika dibiarkan. Tentu tahu apa yang dikatan Candra ketika merasak itu.


“Sakit, Sakit. Sakit. Lepaskan, mati. Mati. aku tidak bisa nafas.”


Tangan ilmuwan yang sedang menahan Leher Candra langsung buka dengan paksa setiap jarinya, dan bahkan itu bisa membuat jari-jari ilmuwan mengeluarkan bunyi keras yang menandakan bahwa tulang bergeser dari posisinya.


“Sialan! Sakit, Kau iblis.”


Para Magical Girl langsung terkejut melihat cara Brine menghentikan pertengkaran Ilmuwan dan Candra. Dia menghentikan dengan paksaan, dan bahkan para korban sudah berteriak layaknya sudah kehilangan organ tubuh mereka.


Kemudian mereka sadar bahwa ada kalimat yang dikatakan Brine pada Pria bernama Candra tersebut. Dia mengatakan kata “Kak” pada Candra, dan seketika semangat Brine penuh kembali layaknya sudah mendapatkan apa yang dia inginkan.

__ADS_1


“Jangan bilang Kakak laki-laki itu, kakaknya Brine?”


“EHHHHH.”


__ADS_2