
Pemadangan yang dilihat Candra adalah taman bunga yang terbuat dari puluhan ribu pedang. setiap pedang bercahaya layaknya bintang-bintang dilangit malam. ujung setiap pedang menjadi pusat cahaya membuat terlihat menjadi sebuah bunga.
“HAhahaha jadilah debu untuk dunia ini.” Teriakan gadis itu yang terlihat sangat puas.
“Tuan, terjadi abnormalitas pada tubuhmu.”
Puluhan ribu pedang langsung terbang dan menusuk jantung, kedua paru-paru, hati, kaki-kaki dan tidak diragukan lagi ada 3 pedang menusuk kepala Candra yang dari tadi diam.
“Tuan, kenapa detak jantung ada masih ada.”
Candra tidak terlihat menjawab dari perkataan. sekarang yang terlihat adalah sesosok manusia yang sedang dilakukan eksekusi mengerikan layaknya dimasukan kedalam Iron Maiden.
“Hahahaha…hahaha.” Gadis Void mulai kehabisan nafas.
“Aku tidak bisa merasakan kekuatan apapun dari dia. paling aneh lagi dia bisa bertahan di sini.”
Mata Gadis tersebut terlihat puas melihat keberhasilan untuk menumbangkan Candra. dia benar-benar mengeluarkan senyuman bahwa dia berhasil menang melawan monster mengerikan.
“Guru, benar katamu di dunia ini monster aneh selalu ada.” Dia mendekat pada Candra yang terdiam.
Dia menatap Tajam Candra yang terlihat tidak akan bergerak karena seluruh bagian tubuh tertusuk oleh pedang-pedang.
“Aku akan membawa kepalamu sebagai kenang-kenangan.”
Pedang keluar dari sihir langsung dibawa dan menempelkan pada ujung leher Candra yang hanya terdiam.
“Tersenyumlah, karena dirimu akan jadi koleksi Murid pahlawan pedang Eropal.” Dia mengayunkan pedang tersebut.
Tetapi dia langsung berhenti tepat sekitar 1 cm dari ujung leher Candra.
“Kau tersenyum?” Dia mencoba melihat kembali Candra,”Tidak sepertinya dia mati tersenyum.”
Dia kembali mengayunkan pedang. ketika pedang jauh dari Candra, seketika jari Candra langsung bergerak.
“Tidak mungkin masih hidupkan.”
Dia merasa bahwa ada yang aneh dengan Candra yang dilihat dari manapun benar-benar keadaan buruk dan mengerikan.
“Tentu tidak kan?” seseorang berbicara.
Gadis itu langsung menusuk Candra karena tahu siapa yang berbicara dan seratus persen adalah Candra yang mengeluarkan suara. tetapi melihat tenggorokan dan mulut yang tertutup pedang mana mungkin berbicara.
“Sudah ditusuk oleh ratusan pusaka pedang masih hidup.”
“Tentu saja, selama ada adrenalin kami tetap bisa hidup.” Candra dengan kecepatan secepat MAJ langsung menangkap gadis itu.
Candra yang sudah menangkap gadis itu langsung mencabut memeluk dia.
“Woy apa yang kau lakukan.”
“Iron Maiden.”
seluruh pedang yang menempel pada Candra lebih tepatnya yang menusuk bagian belakang tubuh langsung masuk lebih dalam. semua pedang langsung menerobos tubuh Candra dan ikut menusuk tubuh dia.
“Ahhhh.”
__ADS_1
“Kau merasakan rasa sakitnya.”
“Kamu bukan orang tadi.”
“Tidak, kami tetaplah kami.”
pedang terus tembus sampai dimana tubuh gadis tidak bisa menahan rasa sakit.
“Kau ini apa?”
“Kami, adalah Si Putih. atau seluruh dunia menyebut kami White Of Apocalypse.”
“Bukannya dia seharusnya ada di sekolah itu.”
“Kau tidak mengetahui kami itu apa.”
Candra terus memeluk gadis tersebut. semakin erat pelukan pedang tersebut semakin dalam.
“Aku akan ledakan saja semuanya.”
Seluruh aliran energi langsung berkumpul pada gadis terlihat bercahaya merah layaknya bara api yang menggumpal. seluruh energi tersebut benar-benar mengerikan bahkan bisa menerangi di dimensi tidak ada cahaya tersebut.
“Akan kuhancurkan semua sampai tidak tersisa.” Teriak sebagai ucapan terarkhir.
“Percuma.”
Semua api merah tersebut langsung menghilang dan masuk pada tubuh Candra. tetapi Candra tidak terlihat bercahaya atau menunjukan bahwa dia habis menyerap energi tersebut. energi tersebut layaknya hilang entah kemana.
“Apa-apaan kau ini? Seluruh energi ini menghilang.”
“Apa-apaan siputih itu.”
“Kau tahu bahwa energi pada dunia tidak perna habis, mereka hanya berubah saja.”
“Kau mau jadi guruku. aku adalah ahli dan sudah menjadi master dari sekolah bela diriku bahwa hampir seluruh dunia mengenaliku.”
“Benar, kamu sosok yang mengerikan.” Candra langsung memeluk semakin kuat, “Maka kita akhiri disini saja.”
Dia langsung mulai kehabisan energi untuk melindungi dirinya dari pedang yang berusaha menusuknya. ketika ujung pedang mulai menyentuh kulit gadis itu, sebuah energi super mengerikan langsung muncul.
“sebaiknya kamu hentikan sampai disana!” Suara tua langsung terdengar.
“Suara ini?”
“Bodo amat.” Candra langsung mengeluarkan seluruh tubuhnya untuk memeluknya.
“Itu peringatan.”
Sebuah pedang raksasa langsung memotong kedua tangan Candra, dan membuat gadis itu lepas genggaman Candra.
“Guru. kenapa kamu disini.” Dia berusaha menyembunyikan rasa terima kasih dengan sikap sombong,
“Tentu menolongmu.”
“Pahlawan pedang Eropal, jika dia, pasti sudah minta tanda tangan.” Candra tidak bisa menunjukan ekspresi wajah karena pedang-pedang yang menutupi hampir seluruh wajahnya.
__ADS_1
“Aura keberadaan ini. Si Putih.”
“Luar biasa dari seorang yang pernah kami lawan.” Candra terlihat sudah kehilangan kesadaran secara penuh dan mulai mengaku sebagai si Putih.
Candra berbicara tanpa kedua tangan dan menghadap pada pedang raksasa yang memotong kedua lengannya.
“Guru, kenapa Si Putih bisa ada disini?”
“Sejak awal Si Putih monster seperti ini. bukan satu orang, melainkan sebuah daging yang memiliki kesadaran dan pikiran.”
“Hehehe, benar kami hanya gumpalan daging yang hidup.”
Gadis itu hanya bisa melihat wajah gurunya karena tidak mengerti maksudnya kalimat itu. dia tahu seorang yang mengaku sebagai Si putih di sebuah sekolah, tetapi kenapa ada yang lain juga. bukannya dia hanya satu.
“Tunggu kalau begitu, siapa orang yang ada di sekolah itu.”
“Dia sama Si Putih.”
Tangan Candra yang putus mulai menggeliat melangkah dengan jari-jarinya. mereka para kedua tangan Candra langsung melompat pada Pahlawan pedang Eropal dan muridnya. tetapi tangan itu langsung musnah karena kekuatan pedang pahlawan Eropal.
“Ohh benar-benar mengerikan.”
Tangan Candra mulai mengeluarkan tulang dari bagian yang hilang. dari bagian tulang lengan atas, tulang hasta, dan terakhir jari jemari Candra mulai mengeluarkan daging putih yang mulai membentuk tangan menjadi tangan yang normal.
“Regenerasinya cepat.”
“Pastinya, dia Si Putih sih.”
“Hei, kenapa kita tidak hentikan disini saja?”
“Benar juga.”
Mereka berdua kompak untuk berhenti, tetapi tidak untuk muridnya yang sangat kesal dengan keputusan gurunya. pernyataan itu terlihat jelas di wajahnya tetapi dia tidak bisa mengatakan hal itu.
ketika mereka mulai menurunkan kuda-kuda. Muridnya sadar akan sesuatu ada yang masuk kedalam dimensi saku ini. ketika dia melihat terlihat 3 dengan jubah hitam dengan tulisan Sinful Wrath.
“Eksekusi sekarang.”
Sebuah pedang ungu layaknya racun langsung menembus perus si Candra, dan tembus pada murid Pahlawan Pedang Eropal.
“Uhhkkk.”
Ketika pedang mengarah pada pahlawan pedang Eropal. pedang tersebut langsung musnah hanya dengan tatapan dari dia.
“Apa yang kalian lakukan pada muridku.” Pahlawan pedang langsung mengeluarkan pedang .
“Ouhhh seram tapi tunggu.”
Seketika Muridnya langsung muncul dan menghadang gurunya untuk menyerang ke arah mereka bertiga.
“Muridku kamu baik-baik saja?” Dia langsung menurunkan senjatanya dan mencoba melihat keadaan muridnya.
Pedang langsung tertusuk pada gurunya sendiri.
“Wah kasihan sekali, dikhianati oleh muridnya sendiri
__ADS_1